Kinerja APBN Kita
Hai, Seperadik!
Ingin mengetahui perkembangan terkini kondisi ekonomi dan kesejahteraan regional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?
Melalui press release berikut ini, Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung secara berkala menyajikan ikhtisar yang jelas dan komprehensif mengenai dinamika pembangunan daerah yang ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial, serta peran strategis kebijakan fiskal melalui APBN yang terus bersinergi dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Informasi yang termuat pada publikasi ini disusun berbasis data aktual dan dapat dijadikan referensi kredibel bagi para pemangku kepentingan di daerah. Adanya press realease ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang mendorong penguatan kolaborasi antar pihak strategis kedepannya demi pembangunan yang kondusif, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
|

|
|
Vol III/Maret/2026:
Pendapatan Negara
- Kontribusi terbesar Penerimaan Pajak berasal dari PPN (Rp 286,47 M) dan PPh(Rp237,68M) yang tumbuh positif. Penerimaan dari sektor pertambangan terkontraksi karena penurunan setoran masa PPN pada pertambangan Timah dan penurunan setoran PPN akibat penerapan PMK 81 Tahun 2024.
- Penerimaan Bea Cukai Februari sebesar Rp11,72 miliar seluruhnya berasal dari bea keluar yang berasal dari Eksportasi CPO. Angka ini meningkat jika dibandingkan Januari 2026 tetapi turun signifikan jika dibandingkan Februari 2025.
- Kontribusi terbesar PNBP bersumber dari PNBP Lainnya yang terealisasi Rp45,19 M terutama Pendapatan Administrasi Hukum Umum yang dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan penjualan barang rampasan/hasil sitaan. PNBP BLU terealisasi Rp21,95 M, lebih baik dibandingkan 2025 yang hingga Februari belum ada pengesahan.
Belanja Negara
- Belanja Modal mengalami pertumbuhan signifikan, didorong realisasi belanja penambahan nilai jalan dan jembatan untuk rehabilitasi jembatan dan penanganan drainase junction Sp Lima Tj Pandan - Tj Kelayang sebesar Rp3,42 miliar. Belum ada alokasi belanja bansos (menunggu kebijakan pemerintah).
- Realisasi Dana Bagi hasil turun dibandingkan tahun lalu didorong belum adanya realisasi pada DBH Kehutanan – Dana Reboisasi serta adanya penurunan realisasi yang signifikan pada beberapa komponen seperti DBH Perikanan (-70,28%) dan DBH Pertambangan Umum – Iuran Tetap (-80,95%). Dana Desa hingga Februari 2026 baru disalurkan kepada 1 Desa yaitu Desa Sijuk, Kab. Belitung.
|
| |