
Seseorang yang memiliki integritas akan tercermin melalui perilaku atau tindakan serta melalui sikapnya, hal tersebut dapat diketahui melalui karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Dalam Modul Integritas Umum dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dijelaskan, sikap integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan. Nilai integritas adalah kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku.
Pengertian integritas dalam nilai-nilai Kementerian Keuangan adalah berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh kode etik dan prinsip- prinsip moral. Sikap integritas diawali dengan berpikir bukan berkata dimana berpikir menciptakan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip.
Apa saja ciri-ciri seseorang berintegritas, berikut dijelaskan sebagai berikut :
- Memiliki sikap jujur, tulus, dan dapat dipercaya
- Bertindak transparan dan konsisten
- Menjaga martabat dan tidak melakukan hal- hal tercela
- Bertanggung jawab atas hasil kerja, dan
- Memiliki sikap objektif.
Selanjutnya terdapat beberapa manfaat integritas yang terdiri dari beberapa bidang yaitu:
- Manfaat integritas secara fisik, yaitu dapat membuat seseorang menjadi sehat dan bugar karena keadaan tersebut seseorang dapat melakukan aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari.
- Manfaat integritas secara intelektual, yaitu dapat mengoptimalkan kinerja otak
- Manfaat integritas secara emosional, yaitu dapat membuat diri seseorang penuh motivasi, empati, serta rasa solidaritas yang tinggi dalam interaksi
- Manfaat integritas secara spiritual, yaitu membuat seseorang menjadi lebih bijaksana dalam mengartikan sesuatu, termasuk pengalaman hidupnya, seperti keberhasilan atau kegagalan yang pernah
- Manfaat integritas secara sosial, yaitu mampu mengembangkan hubungan antar individu maupun lingkungan masyarakat, misalnya membuat seseorang mau bekerjasama untuk menyelesaikan tugas.
Beberapa contoh penerapan sikap integritas dalam kehidupan sehari-hari, sebagai berikut :
- Jujur dan dapat dipercaya ketika mendapatkan suatu amanah
- Bertanggung jawab dan komitmen dalam menjalankan suatu pekerjaan
- Menghargai waktu dengan senantiasa berusaha tepat waktu saat ada janji
- Mempunyai prinsip serta nilai-nilai hidup yang jelas
- Bersikap tulus, setia dan senantiasa menjaga martabat diri
Selain manfaat integritas diperoleh oleh individu, terdapat juga manfaat yang diperoleh bagi organisasi jika dapat dilaksanakan dengan baik, yaitu sebagai berikut :
- Menciptakan reputasi yang baik bagi : Dalam konteks organisasi, integritas dapat dilihat dari bagaimana sebuah organisasi menjalankan kegiatannya dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Hal ini akan membuatnya mendapatkan reputasi yang baik, misalnya di bidang pelayanan bila stakeholder / pelanggan puas dengan apa yang didapatkan maka ia akan kembali lagi untuk mendapatkan pelayanan yang sama (repeat order).
- Menciptakan budaya organisasi yang baik : Integritas dapat menjadi dasar dari budaya organisasi yang baik karena integritas mengajarkan bahwa sebuah organisasi harus selalu berpegang pada nilai-nilai etika dan moral dalam melakukan kegiatan
- Mengembangkan karyawan/pegawai dengan etika yang baik : Ketika sebuah organisasi memperlihatkan integritas dalam cara mereka menjalankan kegiatan atau bisnis, maka karyawan akan cenderung mengadopsi nilai-nilai yang sama dalam menjalankan tugas mereka sehingga organisasi yang memiliki karyawan dengan etika yang baik dan membuat bisnis semakin menarik di mata masyarakat. Organisasi yang memiliki integritas ditandai dengan minimnya pergantian karyawan dan berusaha meningkatkan tenaga kerja yang berkualitas
Berdasarkan uraian penjelasan diatas nilai integritas suatu organisasi dapat diukurkan dengan hasil kinerja melalui Nilai Kinerja Organisasi (NKO). Nilai keseluruhan capaian IKU (Indeks Kinerja Utama) suatu organisasi yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dengan memperhitungkan bobot IKU dan bobot perspektif adalah merupakan definisi dari NKO.
Data yang diperoleh nilai sementara NKO Kanwil DJPb Propinsi Bangka Belitung periode triwulan III 2025 sebesar 105,49. Hal tersebut membuktikan prestasi kinerja maksimal yang dilakukan oleh seluruh pegawai dalam pelaksanaan pekerjaan dan diharapkan terus meningkat pada periode berikutnya dengan usaha yang dapat dilakukan secara maksimal melalui integritas pegawai secara individu.
Kontributor : Onny Pakpahan (Kepala Seksi SPB)
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Jl. Sungai Selan No. 91, Kota Pangkalpinang
Call Center: 0812-7345-2957
Telp: (0717) 433405
Fax: (0717) 435802



