
Pangkalpinang,10 November 2025- Dalam upaya memperkuat sinergi fiskal daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bangka Belitung mengadakan audiensi strategis dengan Bupati Bangka. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kemenkeu Satu Provinsi Bangka Belitung dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka.
Dalam Audiensi Startegis ini, Bupati Bangka, Fery Insani memaparkan bahwa Pemerintah kabupaten Bangka berfokus pada langkah proaktif dalam mencapai pengelolaan APBD yang lebih mandiri dan efisien. Target Kabupaten Bangka adalah mengoptimalkan government spending di wilayahnya. Salah satu tantangan yang dihadapi yakni kecenderungan wajib pajak untuk menghindari kewajibannya. Menyikapi hal ini, Bupati Bangka menegaskan bahwa upaya-nya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah-langkah yang direncanakan meliputi pemantauan terhadap APBD, pemantapan basis PAD, dan perampingan struktur organisasi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung, Syukriah HG menyampaikan sejumlah masukan strategis untuk optimalisasi pendapatan daerah. Kanwil DJPb mendorong pemberdayaan kearifan lokal sebagai daya tarik pariwisata. "Rumah adat dan kerajinan anyaman di Dusun Air Abik, Kabupaten Bangka adalah potensi luar biasa yang dapat dikembangkan untuk pariwisata Kabupaten Bangka," ujar Syukriah.
Dalam rangka meningkatkan potensi daerah, Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung melakukan kajian terkait komoidtas lada di Provinsi Bangka Belitung. "Lada Bangka diakui sebagai lada nomor satu di dunia. Kami berharap lada dapat kembali menjadi perhatian utama untuk menyumbang pendapatan ekspor" jelasnya. Potensi terkait lada ini juga disampaikan dalam webinar "Revitalisasi Green Economy Guna Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung" yang akan dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025. Harapan dapat dikembangkan pusat penelitian lada yang berlokasi di Bangka Belitung.
Terkait upaya peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH), Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung menyarankan adanya sistem monitoring komoditas yang lebih akurat, misalnya dengan menghitung pasti luas lahan sawit dan jumlah produksi yang dihasilkan. Harapannya dengan komoditas hasil panen yang tercatat secara menyeluruh maka dapat meningkatkan DBH yang diterima daerah.
Diskusi juga menyoroti pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengadaan Sarana Prasarana Pendukung (SPPG) di Kabupaten Bangka. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung menekankan pentingnya mendata dan menyiapkan pasokan bahan baku lokal sebagai mitigasi penyebab inflasi. Kesamaan pandangan ini diharapkan menjadikan Bangka sebagai pilot project kemandirian bahan baku untuk daerah di luar Jawa.
Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Bangka akan memperkuat kolaborasi dan pertukaran informasi sehingga kemandirian fiskal dapat dicapai. Audiensi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan fiskal yang akuntabel dan mendorong potensi ekonomi daerah secara maksimal.
Kontributor : Bunga Putri Damara (Pelaksana Subbagian TURT)
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Jl. Sungai Selan No. 91, Kota Pangkalpinang
Call Center: 0812-7345-2957
Telp: (0717) 433405
Fax: (0717) 435802



