Kinerja APBN Kita
Hai, Seperadik!
Ingin mengetahui perkembangan terkini kondisi ekonomi dan kesejahteraan regional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?
Melalui press release berikut ini, Kanwil DJPb Provinsi Bangka Belitung secara berkala menyajikan ikhtisar yang jelas dan komprehensif mengenai dinamika pembangunan daerah yang ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial, serta peran strategis kebijakan fiskal melalui APBN yang terus bersinergi dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Informasi yang termuat pada publikasi ini disusun berbasis data aktual dan dapat dijadikan referensi kredibel bagi para pemangku kepentingan di daerah. Adanya press realease ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang mendorong penguatan kolaborasi antar pihak strategis kedepannya demi pembangunan yang kondusif, khususnya di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
|

|
|
Vol I/Januari/2026:
Pendapatan Negara
- Kontribusi terbesar Penerimaan Pajak berasal dari sektor Perdagangan Besar dan Eceran (Rp1.132,02 M) yang tumbuh 16,77 persen. Komoditas unggulan Timah berada pada sektor Perdagangan, Industri dan Pertambangan dengan kontribusi sebesar 22.18% atau Rp757 Miliar.
- Bea Keluar mendominasi dalam postur Bea Cukai sebesar 98,37%. Penerimaan Desember sebesar Rp4,50 miliar, turun signifikan jika dibandingkan November 2025, dipengaruhi oleh penurunan volume ekspor Produk CPO sekaligus terjadi penurunan tarif Bea Keluar ke Kolom 6.
- Kontribusi terbesar PNBP bersumber dari PNBP Lainnya, khususnya Pendapatan Administrasi dan Penegakan Hukum, yang didukung oleh peningkatan pendapatan STNK dan BPKB pada satker Kepolisian, seiring dengan adanya kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor.
Belanja Negara
- Belanja Barang dan Belanja Modal terdampak signifikan oleh kebijakan efisiensi, terutama belanja barang non operasional dan perjadin serta berakhirnya masa Pemilu. Penurunan belanja modal terutama pada jalan, irigasi, dan jaringan. Belanja fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum turun 68,34% karena penurunan pagu dan masih rendahnya realisasi Program Perumahan dan Kawasan Permukiman.
- DAK Non Fisik menjadi satu-satunya TKD yang tercatat tumbuh (15,60% yoy), utamanya didukung oleh akselerasi penyaluran Dana TPG ASN Daerah dan Tunjangan Khusus Guru di Daerah sebesar 29,03% yoy atau Rp473,81 miliar. DAK Fisik melambat seiring penurunan pagu (38,71%
yoy) dan beberapa proyek/kegiatan yang masih berstatus on progress hingga akhir Desember 2025.
|
| |