Kanwil DJPb Provinsi Bali bersama Kemenkeu Satu Bali menyelenggarakan Bali Fiscal Insight: Sinergi Fiskal Pusat dan Daerah, Perkuat Ketahanan Ekonomi Bali, di Aula A Gedung Keuangan Negara I Denpasar, Selasa (23/6).
Kegiatan dibuka oleh Darmawan, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Provinsi Bali selaku perwakilan Kemenkeu Satu Bali. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta penguatan koordinasi kebijakan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah sebagai fondasi dalam menjaga ketahanan ekonomi Bali.
Dipandu oleh Muti'ah Yasmin Basuki, Kepala Seksi PPA II B Kanwil DJPb Provinsi Bali, forum ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai isu strategis, yaitu:
- Supendi, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bali, memaparkan Kinerja Fiskal Regional Bali Triwulan I Tahun 2026 serta Kinerja APBN Kita Regional Bali (data per 31 Mei 2026).
- Agus Gede Hendrayana Hermawan, Kepala BPS Provinsi Bali, menyampaikan Perkembangan Indikator Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali.
- Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari, S.E., M.Si., Dekan FEB Universitas Udayana sekaligus Local Expert Provinsi Bali, membawakan studi kasus mengenai Hilirisasi Industri Sebagai Upaya Transformasi Struktur Ekonomi di Daerah Berbasis Pariwisata.
Melalui forum ini, Kementerian Keuangan bersama pemerintah daerah, akademisi, dan para pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam membahas isu-isu fiskal dan ekonomi strategis guna mewujudkan ketahanan ekonomi Bali yang semakin tangguh dan berkelanjutan.
#APBNHadir #BersamaDJPb #BaliFiscalInsight #DJPbBali



