Contact Center Pengaduan
Telepon: 0878-6436-8355 
Email: skkintb@gmail.com

Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Nusa Tenggara Barat

Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan performa yang sangat menggembirakan dengan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 13,64 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan ekspor barang dan jasa (+91,87%) akibat aktivitas smelter dan komoditas tambang, serta konsumsi rumah tangga yang tetap solid (56,37% distribusi, tumbuh 5,15%). Sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan signifikan (+60,25%), diikuti pertambangan (+19,71%) dan pertanian (+10,31%) yang diuntungkan panen raya dan momentum Ramadan–Idul Fitri. Inflasi NTB pada Maret 2026 tercatat 4,09% (y-on-y), lebih tinggi dari nasional (3,48%), didorong kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi (44,37%), perumahan dan energi (22,44%), serta pangan (8,05%); Kota Bima mencatat inflasi tertinggi (5,09%). Neraca perdagangan mencatat surplus signifikan pada Februari–Maret 2026 (rata-rata US$554,78 juta/bulan) berkat ekspor konsentrat tembaga dan emas, meskipun struktur ekspor yang terkonsentrasi pada komoditas tambang meningkatkan kerentanan terhadap volatilitas harga global. Pergerakan penumpang udara mencapai 646.266 orang, dengan dominasi penumpang domestik (88,2%) dan pola kedatangan - keberangkatan yang mengindikasikan NTB sebagai destinasi wisata.

Kinerja fiskal Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Triwulan I 2026 menunjukkan tren positif di tengah penyesuaian kebijakan perpajakan dan implementasi sistem Coretax. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah meningkat signifikan menjadi Rp1.610,22 miliar (31,27% dari pagu), ditopang penerimaan perpajakan sebesar Rp1.373,56 miliar (31,03% dari target). Struktur penerimaan didominasi Pajak Perdagangan Internasional yang terealisasi Rp784,15 miliar (150,88% dari target), didorong normalisasi ekspor konsentrat tembaga. Sebaliknya, Pajak Dalam Negeri mengalami moderasi menjadi 15,09% akibat kontraksi PPh (Rp277,98 miliar) dan PPN (Rp146,99 miliar). PNBP tercatat Rp236,65 miliar (32,71% dari target), turun 2,07% y-on-y terutama dari komponen PNBP Lainnya.

 

Baca KFR Selengkapnya di bawah ini .... 

 

 

 Sobat Intress dapat mengunduh dan membaca KFR yang telah disusun oleh Kanwil DJPb Provinsi NTB dengan mengetuk thumbnail atau tulisan "BACA" di bawah ini.

Tahun Kajian Fiskal Regional Unduh Di Sini Baca Di Sini
2026 Triwulan I BACA
 2025 Tahunan     BACA
Triwulan III BACA
Triwulan II BACA
Triwulan I BACA
2024 Tahunan BACA
Triwulan III BACA
Triwulan II BACA
Triwulan I BACA
2023 Tahunan   BACA
Triwulan III    
Triwulan II    
Triwulan I    
Tahun Kajian Fiskal Regional Unduh Di Sini Baca Di Sini
2024 Tahunan BACA
Triwulan III BACA
Triwulan II BACA
Triwulan I BACA
2023 Tahunan   BACA
Triwulan III    
Triwulan II    
Triwulan I    

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Kontak Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Barat
Jl. Majapahit No.10, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83127
Call Center: 14090
Tel: 03706436226402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search