Jl. Majapahit No.10, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83127
Contact Center Pengaduan
Telepon: 0878-6436-8355
Email: skkintb@gmail.com
Halo, SemetonKeu!
Kajian Fiskal Regional Provinsi NTB Triwulan IV Tahun 2025 telah terbit!

Perekonomian Nusa Tenggara Barat Triwulan IV 2025 mencapai Rp52,04 triliun (harga berlaku) dengan pertumbuhan 12,49% (y-on-y) yang didorong akselerasi Industri Pengolahan sebesar 137,78%. Struktur ekonomi masih didominasi Industri Pengolahan sebesar 76,37%, mencerminkan fokus hilirisasi sumber daya daerah, sementara ekspor barang dan jasa menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan kenaikan 103,11% (y-on-y). Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,49% (c-to-c), mengindikasikan daya beli masyarakat yang relatif terjaga di tengah inflasi Desember 2025 sebesar 3,01% (y-on-y) yang terkendali dalam kisaran sasaran. Inflasi terutama dipicu kenaikan harga emas, pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 17,76%, serta tekanan dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,83%.
Kinerja fiskal Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2023-2025 menunjukkan dinamika yang fluktuatif. Pada tingkat APBN, realisasi pendapatan negara di NTB tercatat Rp7.554,16 miliar (103,41%) pada 2023, meningkat menjadi Rp9.393,21 miliar (92,63%) pada 2024, kemudian turun menjadi Rp4.839,74 miliar (111,02%) pada 2025 akibat dampak kebijakan pemusatan administrasi perpajakan (PMK 81/2024) dan larangan ekspor konsentrat mineral. Belanja negara relatif stabil di kisaran Rp26-28 triliun dengan serapan di atas 97%, didominasi Transfer ke Daerah sebesar Rp19.762,24 miliar pada 2025, sehingga defisit APBN melebar menjadi Rp22.583,26 miliar pada 2025.
Untuk membaca KFR lebih lengkap, SemetonKeu dapat mengakses KFR melalui Situs Resmi Kanwil DJPb Provinsi NTB atau melalui tautan berikut https://bit.ly/KFRDJPBNTB
📝 Sampaikan masukan Anda: https://s.kemenkeu.go.id/KFRNTB2025
Mataram, 17 Maret 2026
Perkembangan APBN per 28 Februari 2026
Kinerja fiskal di Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga 28 Februari 2026 melanjutkan tren yang baik. Pendapatan negara berhasil terealisasi 11,26% dari target, sementara realisasi belanja mencapai 17,75% dari total pagu yang dialokasikan. Hal ini mencerminkan peran APBN dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah serta menjaga daya beli masyarakat.
Perkembangan Perekonomian Regional NTB bulan Februari 2026
Pemerintah terus mendorong penguatan daya saing sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar utama ekonomi di NTB. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTB pada Februari 2026 mencapai 131,25, yang menunjukkan tren penguatan dibandingkan periode sebelumnya. Sebagai pelengkap, Nilai Tukar Nelayan (NTN) NTB berada di angka 111,91, mencerminkan kondisi yang tetap relatif menguntungkan bagi pelaku usaha sektor perikanan. Dengan demikian, indikator NTP dan NTN yang konsisten berada di atas angka 100—serta melampaui rata-rata nasional (NTP Nasional 125,45 dan NTN Nasional 108,34)—menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan Provinsi NTB dalam kondisi yang sangat sehat, produktif, dan memiliki keunggulan komparatif di sektor agro-maritim dibandingkan provinsi lain. Kondisi ini diharapkan dapat dipertahankan secara berkelanjutan melalui dukungan kebijakan fiskal dan penguatan infrastruktur pertanian guna mendukung pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah NTB.
Mataram,24 Februari 2026
A. Perkembangan APBN per 31 Januari 2026
Kinerja fiskal di Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga 31 Januari 2026 menunjukkan awal yang baik. Pendapatan negara berhasil terealisasi 5,27% dari target, sementara realisasi belanja mencapai 11,16% dari total pagu yang dialokasikan. Hal ini mencerminkan peran APBN dalam menjaga perputaran ekonomi dan mendukung kegiatan pembangunan daerah.
B. Perkembangan Perekonomian Regional NTB bulan Januari 2026
Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur pemerintah pusat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kinerja positif. Hingga 17 Maret 2026, realisasi penyaluran THR telah mencapai Rp222.617.780.457 yang disalurkan kepada 58.334 penerima.
Penyaluran THR tersebut diberikan kepada PNS/TNI/Polri, PPPK, dan PPNPN, yang terdiri atas beberapa komponen penghasilan sesuai ketentuan, antara lain gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja (tunkin) khusus bagi PNS/TNI/Polri.
Dari sisi jumlah penerima, kelompok PNS/TNI/Polri merupakan penerima terbesar dengan 29.654 orang, diikuti PPPK sebanyak 6.995 orang, PPNPN sebanyak 1.140 orang, dan penerima komponen THR Tunkin sebanyak 20.545 orang.
Secara kewilayahan, penyaluran THR tersebar pada empat KPPN di Provinsi NTB.
Wilayah kerja KPPN Mataram (Provinsi NTB, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara) mencatat penyaluran terbesar dengan nilai mencapai Rp161,74 miliar kepada 40.279 penerima.
Selanjutnya, KPPN Bima (Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu) telah menyalurkan Rp32,99 miliar kepada 10.594 penerima.
KPPN Sumbawa Besar (wilayah kerja Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat) menyalurkan Rp14,70 miliar kepada 3.946 penerima, sementara KPPN Selong (wilayah kerja Kabupaten Lombok Timur) mencatat penyaluran sebesar Rp13,18 miliar kepada 3.515 penerima.
Pemerintah melalui Kanwil DJPb Provinsi NTB telah mendorong percepatan penyaluran THR agar seluruh hak aparatur negara dapat diterima tepat waktu menjelang Hari Raya Idulfitri. Penyaluran THR ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Mataram,24 Februari 2026
Perkembangan APBN per 31 Januari 2026
Kinerja fiskal di Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga 31 Januari 2026 menunjukkan awal yang baik. Pendapatan negara berhasil terealisasi 5,27% dari target, sementara realisasi belanja mencapai 11,16% dari total pagu yang dialokasikan. Hal ini mencerminkan peran APBN dalam menjaga perputaran ekonomi dan mendukung kegiatan pembangunan daerah.
Perkembangan Perekonomian Regional NTB bulan Januari 2026

Mataram, 17 Maret 2026 – Penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur pemerintah pusat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan kinerja positif. Hingga 17 Maret 2026, realisasi penyaluran THR telah mencapai Rp222.617.780.457 yang disalurkan kepada 58.334 penerima.
Penyaluran THR tersebut diberikan kepada PNS/TNI/Polri, PPPK, dan PPNPN, yang terdiri atas beberapa komponen penghasilan sesuai ketentuan, antara lain gaji pokok, tunjangan melekat, serta tunjangan kinerja (tunkin) khusus bagi PNS/TNI/Polri.
Dari sisi jumlah penerima, kelompok PNS/TNI/Polri merupakan penerima terbesar dengan 29.654 orang, diikuti PPPK sebanyak 6.995 orang, PPNPN sebanyak 1.140 orang, dan penerima komponen THR Tunkin sebanyak 20.545 orang.
Secara kewilayahan, penyaluran THR tersebar pada empat KPPN di Provinsi NTB.
Wilayah kerja KPPN Mataram (Provinsi NTB, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Utara) mencatat penyaluran terbesar dengan nilai mencapai Rp161,74 miliar kepada 40.279 penerima.
Selanjutnya, KPPN Bima (Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu) telah menyalurkan Rp32,99 miliar kepada 10.594 penerima.
KPPN Sumbawa Besar (wilayah kerja Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat) menyalurkan Rp14,70 miliar kepada 3.946 penerima, sementara KPPN Selong (wilayah kerja Kabupaten Lombok Timur) mencatat penyaluran sebesar Rp13,18 miliar kepada 3.515 penerima.
Pemerintah melalui Kanwil DJPb Provinsi NTB telah mendorong percepatan penyaluran THR agar seluruh hak aparatur negara dapat diterima tepat waktu menjelang Hari Raya Idulfitri. Penyaluran THR ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi daerah, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
***
Narahubung Media:
|
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan |
Laman: djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/ntb Surel: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. |
| Jl. Majapahit, No. 10, Mataram | Telepon: 0822 4448 5048 (Muhammad Lutfi Aziz) |
KINERJA APBN LINGKUP PROVINSI NTB
Per 18 Desember 2025, kinerja Pendapatan Negara mencapai 96,48% dari target ditopang penerimaan
perpajakan dan penerimaan bukan pajak yang optimal. Belanja Negara mencapai 94,19%, mendukung
pencapaian target dan program pemerintah pusat dan daerah di wilayah NTB.


Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Barat
Jl. Majapahit No.10, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83127
Call Center: 14090
Tel: 03706436226402