Halo, Sobat InTress!
Pada hari Selasa (24/12) Kanwil DJPb Provinsi NTB bersama Kemenkeu Satu NTB di Sumbawa melaksanakan site visit ke smelter PT AMMAN di Kabupaten Sumbawa Barat.
Site Visit dipimpin oleh Bapak Dea Priyatama Usman, Manajer Compliance PT AMNT. Sejarah PT AMMAN dimulai tahun 1986, dengan ditandatanganinya Kontrak
Karya (KK) dengan Pemerintah Indonesia yang kemudian pada tahun 1990 menemukan dan mengebor deposit Batu Hijau dan Elang. Pada tahun 2000 produksi dimulai dan pengiriman konsentrat pertama Batu Hijau dimulai.
Pembangunan smelter dan Pemurnian Logam Mulai PT AMIN merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional dengan nilai kontrak mencapai Rp20,6 triliun. Pembangunan kedua fasilitas ini akan memunculkan tiga industri di Sumbawa, yaitu Industri Pembuatan Logam Dasar Bukan Besi (Katoda Tembaga), Industri Pembuatan logam Dasar Mulia (Emas, perak, Selenium), dan Industri Kimia Dasar Anorganik Lainnya (Asam Sulfat).
Diperlukan dukungan Kebijakan pemerintah dalam jangka pendek (kebijakan komoditas yang dikenakan bea ekspor untuk mengantisipasi merosotnya penerimaan bea keluar) maupun jangka panjang (untuk mendorong masuknya investasi pembangunan industri terusan hasil smelter).






