Manado, Agustus 2025
- Global dan Nasional: ketidakpastian global masih tinggi ditandai fluktuasi pada pasar komoditas global di sepanjang Juli 2025 dan dampak perang tarif dagang dan tensi geopolitik tercermin dalam penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur global ke level kontraktif 49,7 dari 50,4 pada Juni 2025. Dilaporkan juga terjadinya penurunan tingkat output, ekspor, pesanan baru, dan lapangan pekerjaan global. Dari dalam negeri di tingkat nasional, pada Q2 2025 ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif 5,12% yoy di tengah tantangan ketidakpastian. Sebagian besar sektor ekonomi tumbuh positif dan impresif menopang kinerja ekonomi nasional (diantaranya Sektor Industri Pengolahan 5,68% yoy, Perdagangan dan Reparasi 5,37% yoy, Konstruksi 4,98% yoy, dst). Inflasi pada Juli 2025 terkendali pada level 2,37% yoy. Nilai tukar rupiah pada bulan Juli 2025 dilaporkan berfluktuasi pada rentang 16.185 – 16.455 per USD (kurs spot).
- Regional Sulawesi Utara: di tengah situasi ketidakpastian global, perekonomian Sulawesi Utara mampu tetap tumbuh kuat 5,64% yoy pada Q2 2025. Tiga aspek pendorong pertumbuhan ekonomi Sulut yaitu pertama; aktivitas produksi menguat antara lain dipicu pertumbuhan pada Lapangan Usaha Pertanian seiring tingginya permintaan atas daging hasil peternakan, peningkatan penjualan daya listrik pada segmen Industri dan Bisnis, surplus neraca perdagangan, dll. Kedua, tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang Q2 2025 seiring momentum beberapa hari besar keagamaan yang jatuh pada triwulan II 2025 (Idul Fitri, Wafat Isa Al Masih, Waisak, Kenaikan Isa Al Masih, Idul Adha, Tahun Baru Islam) ditambah libur sekolah yang mendorong peningkatan aktivitas berpergian masyaraka Sulawesi Utara. Dilaporkan terjadi peningkatan jumlah penumpang di seluruh moda transportasi pada Q2 2025 diantaranya Angkutan Laut tumbuh 0,71% yoy dan Angkutan Darat tumbuh 9,41% yoy. Terakhir, tetap tingginya tingkat konsumsi masyarakat turut mendorong tumbuhnya perekonomian Sulawesi Utara pada Q2 2025 tercermin pada tingkat Kredit Konsumsi yang tumbuh 7,67% yoy didukung tingkat inflasi yang terjada pada rentang target 2,50% ± 1%.
- Selanjutnya, dari sisi pemerintah, APBN tetap menjadi shock absorber dampak dari gejolak dan ketidakpastian ekonomi di tingkat global dan dampak bawaannya ke tingkat nasional dan regional Sulawesi Utara, sekaligus sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi di tingkat regional. Atas pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara sampai dengan 31 Juli 2025, Pendapatan Negara telah terealisasi sebesar Rp517,81 miliar atau 48,77% dari target yang telah ditetapkan. Berdasarkan jenisnya, beberapa jenis penerimaan negara menunjukkan pertumbuhan antara lain Penerimaan Perpajakan tumbuh 6,88% yoy, PNBP tumbuh 8,09% yoy, termasuk penerimaan Kepabeanan dan Cukai tumbuh 38,31% yoy, dan penerimaan atas Pengelolaan Kekayaan Negara dan Lelang tumbuh 6,7%.
- Di Sulawesi Utara, pendapatan perpajakan menjadi sumber utama pendapatan negara dalam APBN. Tercatat realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Utara sampai dengan 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp644,77 miliar atau telah terealisasi sebesar 45,33% dari target penerimaan perpajakan tahun 2025.
- Selain dari penerimaan pajak, salah satu sumber pendapatan negara adalah dari pendapatan bea dan cukai dimana realisasi sampai dengan akhir Juli 2025, dilaporkan pendapatan bea dan cukai telah terealisasi sebesar Rp57,15 miliar atau 101,69% dari target. Terdiri dari penerimaan Cukai telah terealisasi sebesar Rp11,78 miliar, Bea Masuk sebesar Rp7,79miliar, dan realisasi penerimaan Bea Keluar sebesar Rp37,57
- Komponen pendapatan negara lainnya adalah PNBP. Pendapatan APBN lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Capaian PNBP s.d 31 Juli 2025 adalah sebesar Rp816,14 miliar atau 55,22% dari target.
- Dari sisi Belanja APBN, telah terealisasi sebesar 51,13% dari alokasi/pagu dengan total nilai realisasi sebesar Rp546,88 miliar. Dari realisasi tersebut, sebesar Rp3.926,27 merupakan realisasi belanja satuan kerja instansi vertikal kementerian/lembaga di Sulawesi Utara dengan tingkat penyerapan 43,74 dari alokasi pagu. Terdiri dari realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp2.236,19 miliar (59,83% dari pagu), Belanja Barang sebesar Rp1.461,01 miliar (39,83% dari pagu), Belanja Modal sebesar Rp215,97 miliar (14% dari pagu), dan realisasi Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp13,10 miliar (47,07% dari alokasi pagu).
- Realisasi Belanja juga terdiri dari realisasi atas Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Juli 2025 telah disalurkan Rp620,62 miliar atau 56,00% dari pagu. Dari angka tersebut, DAU adalah jenis TKD dengan nilai realisasi terbesar yaitu Rp5.534,89 miliar (62,12% dari pagu). DAK Non Fisik dengan terealisasi sebesar Rp842,34 miliar (46,75% dari pagu), Dana Desa terealisasi sebesar Rp694,73 miliar (62,45% dari pagu), Dana Bagi Hasil terealisasi Rp419,80 miliar (47,38% dari pagu), DAK Fisik terealisasi Rp79,55 miliar (10,08% dari pagu), dan Insentif Fiskal telah terealisasi Rp49,31 miliar (50,02% dari pagu).
- Dapat disimpulkan, di tengah dinamika ketidakpastian global yang tetap tinggi, perekonomian Sulawesi Utara pada Q2 2025 ini tetap resilien tumbuh kuat pada level 5,64% yoy. Fiskal baik melalui APBN maupun APBD di Sulawesi Utara berperan sebagai shock absorber tekanan yang muncul untuk melindungi masyarakat dan menjadi katalisator untuk menjaga stabilitas ekonomi di sepanjang tahun 2025.







