Jalan Bahagia No. 44 Pekalongan - 51117

Berita

Seputar KPPN Pekalongan

kabar terbaru dari APBN Kita!

Dalam Konferensi Pers #APBNKiTa pada 20 November 2025, Menkeu Purbaya menyampaikan menyampaikan perekonomian Indonesia triwulan III 2025 tumbuh solid didorong oleh permintaan domestik yang kuat, kinerja ekspor yang solid, investasi yang resilien serta optimalisasi belanja pemerintah. Pemerintah terus mendorong perekonomian melalui percepatan belanja APBN #UangKita, memastikan program prioritas berjalan efektif memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

 

 

Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat hingga Oktober 2025. Aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan indeks 51,2, menandakan geliat industri yang terus membaik. Penjualan kendaraan turut menguat, di mana penjualan motor tumbuh 8,4% yoy, sementara penjualan mobil mulai menunjukkan perbaikan meski masih terkontraksi -4,4% yoy.

Optimisme masyarakat juga meningkat. Belanja masyarakat terus menguat dengan Mandiri Spending Index (MSI) mencapai 300,6 pada Oktober. Keyakinan konsumen turut naik signifikan dengan indeks ekspektasi ekonomi mencapai 133,4, indeks ekonomi saat ini 121,2, dan indeks keyakinan konsumen 109,1.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor utama mencatatkan pertumbuhan positif, dipimpin oleh manufaktur (19,2%), pertanian (14,4%), serta perdagangan (13,2%), yang menopang penguatan ekonomi nasional. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tumbuh solid 5,04% yoy pada Triwulan III 2025, ditopang konsumsi yang terjaga dan belanja pemerintah yang meningkat.

Kinerja APBN hingga 31 Oktober 2025 juga menunjukkan posisi yang sehat. Pendapatan negara mencapai Rp2.113,3 triliun atau 73,7% dari outlook, didorong penerimaan pajak sebesar Rp1.459,0 triliun, kepabeanan dan cukai Rp249,3 triliun, serta PNBP Rp402,4 triliun. Belanja negara terealisasi Rp2.593,0 triliun atau 73,5% dari outlook, dengan belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.879,6 triliun dan transfer ke daerah Rp713,4 triliun.

Defisit APBN tercatat Rp479,7 triliun atau 2,02% terhadap PDB, dengan defisit keseimbangan primer sebesar Rp45,0 triliun, tetap berada pada level yang terjaga dan terkendali.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa APBN terus bekerja optimal menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal DJPb - Gedung Djuanda I Lt. 9
Gedung Prijadi Praptosuhardo II Lt. 1 Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

IKUTI KAMI

 MEDIA SOSIAL KPPN PEKALONGAN

 

 

SALURAN PENGADUAN

 

Search