- Infografis
- Dilihat: 186
APBN KiTa Juli 2026
Kinerja APBN hingga semester pertama tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat.
Pada konferensi pers #APBNKiTa secara tegas dinyatakan bahwa fundamental APBN dan ekonomi Indonesia yang baik ini telah diakui oleh dua lembaga pemeringkat sekaligus.
Pertama, yaitu S&P yang tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Kedua, Lianhe, lembaga pemeringkat asal Tiongkok, memberikan Indonesia rating AAA (terbaik) dengan outlook stabil dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap kuat di atas 5% sejak 2022 serta faktor lain seperti fundamental ekonomi yang solid, utang luar negeri yang relatif rendah, dan rasio utang pemerintah yang prudent.
Postur #APBNKiTa sampai dengan semester I tahun 2026:
Pendapatan Rp1.459,4 triliun
Belanja negara Rp1.656 triliun
Defisit APBN Rp196,5 triliun (0,76% PDB)
Surplus keseimbangan primer Rp85,1 triliun
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
***













































































