Work life balance adalah istilah yang sering kita dengar akhir-akhir ini khususnya di dunia pekerjaan termasuk di Kementerian Keuangan, ada banyak definisi akademis dari istilah Work life balance, namun secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana seorang pegawai bisa mengatur waktu yang baik dan seimbang antara pekerjaan di tempat kerjanya dengan kebutuhan pribadi, rekreasi, dan kehidupan berkeluarga. Dengan work life balance pegawai diharapkan bisa menetapkan prioritas secara tepat antara karir pada pekerjaannya pada satu sisi dan juga kehidupan (kebahagiaan, keluarga, waktu luang, dan pengembangan spiritual) pada sisi lainnya. Dengan pendekatan work life balance yang tepat diharapkan mampu menciptakan etos kerja pegawai yang unggul, pegawai yang memiliki work life balance yang baik adalah pegawai yang produktif dan berkinerja tinggi, selain itu, ia juga lebih bahagia dan kreatif karena lingkungan luar kantor seperti rumah dan pertemanan mendukung pertumbuhannya, sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki work life balance yang baik kinerjanya cenderung merosot dan bisa merusak bidang kehidupan lainnya, hal ini disebabkan oleh tingginya tuntutan pekerjaan pada zaman sekarang ini.
Jika pegawai dapat melaksanakan work life balance dengan baik akan banyak memberikan manfaat yang bisa didapatkan antara lain:
- Kerja lebih produktif
Tubuh manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dengan sangat sempurna, untuk itu kita perlu memperhatikan cara kerjanya dalam waktu 24 jam yang semestinya bisa dibagi antara 8 jam kerja, 8 jam aktivitas non-kerja, dan 8 jam istirahat. Usahakan kita bisa mengikuti pola yang sudah ada dengan menghindari memaksakan lembur atau bekerja ekstra, karena semakin lama kita bekerja maka konsentrasi akan semakin menurun, mengkomsumsi Kopi, minuman berenergi, atau semacamnya hanya bisa membantu dalam jangka pendek dan cenderung merusak kondisi fisik untuk jangka panjang, dengan kombinasi antara pola kerja, aktivitas, dan tidur yang baik, kita akan lebih produktif karena penggunaan energi sesuai dengan porsinya.
- Lebih kreatif
Jika kita merasa lelah atau tidak punya waktu untuk rekreasi atau berkumpul dengan teman dan keluarga, atau sedang mengalami masalah, tentu saja kita tidak bisa bisa menjadi rileks dan kreatif, yang terjadi adalah kita mengalami kebuntuan otak alias susah berpikir, menjadi orang yang kreatif adalah bebas dari hambatan-hambatan yang ada di pikiran kita, Itulah sebabnya penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan lainnya.
- Lebih bahagia
Jika kita bekerja dengan ritme yang benar maka kita akan lebih mudah mencapai hasil yang diinginkan dan merasakan lebih bahagia, setiap orang diciptakan untuk suatu pencapaian tertentu, kepuasan batin yang dirasakan saat mencapai dan menghasilkan sesuatu dengan baik membawa efek penyembuhan yang luar biasa bagi tubuh kita.
- Hubungan yang lebih baik
Ini adalah manfaat terpenting dalam work life balance yaitu hubungan kita dengan orang-orang sekitar, tidak ada gunanya jika meraih kesuksesan di tempat kerja jika saat pulang ke rumah kita bertengkar dengan pasangan karena kurangnya waktu kebersamaan. Tidak ada seorang pun yang berhasil tanpa dukungan orang lain, baik itu rekan kerja, atasan, keluarga di rumah, maupun teman, semuanya merupakan faktor penopang kesuksesan, oleh karena itu, lakukan yang terbaik dalam menciptakan keseimbangan dalam semua
Kementerian Keuangan secara konsisten terus melaksanakan Inisiatif pelaksanaan work life balance dan tidak sekadar hanya untuk mengikuti tren model sebuah organisasi modern, namun dilakukan dalam rangka peningkatan kinerja pegawai Kementerian Keuangan. Beberapa sistem dan infrastruktur telah disediakan dalam menerapkan work life balance, termasuk Infrastruktur Teknologi Informasi yang memadai untuk mendukung lingkungan kerja yang kondusif dalam rangka menghasilkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan untuk mewujudkan tujuan akhir dari implementasi work life balance yaitu kepuasan pegawai yang sejalan dengan pencapaian kinerja Kementerian Keuangan secara umum. Kesalahan dalam mempersiapkan dan mengimplementasikan work life balance mungkin bisa berdampak pada keberlanjutan organisasi, oleh karena itu perlu adanya kode etik yang didefinisikan dengan baik dan didukung oleh penegakan aturan yang konsisten. Pemberian fleksibilitas kerja yang lebih bagi pegawai harus sejalan dengan kontrak kinerja individu dan organisasi, agar bisa memberikan dampak positif pada peningkatan kinerja baik kinerja pegawai maupun organisasi. Implementasi work life balance di Kementerian Keuangan saat ini antara lain seperti pemberlakuan flexi time, cuti setengah hari, cuti untuk suami yang istrinya sedang bersalin, tanda tangan digital, layanan penitipan anak, ruang laktasi, dan implementasi tempat kerja kolaboratif (co-working space). Selain itu, sarana prasarana yang menunjang work life balance juga telah dibuat antara lain Tempat Penitipan Anak, klinik kesehatan, klinik gigi, dan pusat kebugaran. Inisiatif dan sarana tersebut akan terus dikembangkan untuk mengetahui implikasinya terhadap kinerja individu dan organisasi, implementasi tersebut akan diperkuat dengan landasan hukum yang mengatur kebijakan sehingga konsistensi dan keterlanjutan pelaksanaan implementasi akan selalu terjaga.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan terhadap pegawai dalam mendukung pelaksanaan work life balance khususnya di tempat kerja kita dalam mendukung pelaksanaan work life balance di kementerian Keuangan, hal-hal itu antara lain:
- Memberikan target yang jelas dan realistis
Memiliki target yang besar memang bagus karena dapat memacu kita untuk bekerja lebih keras lagi, namun jika dilakukan terus menerus hal ini bisa berdampak kurang baik terhadap keseimbangan dunia kerja dan personal pegawai. Karena itu akan jauh lebih baik jika kita menentukan target yang realistis. Apabila kita menentukan target yang tidak realistis, secara tidak langsung kita meminta pegawai untuk mengorbankan kehidupan pribadi demi mencapai target kerja yang berlebihan tersebut, maka kita harus bisa menentukan suatu target kepada pegawai yaitu yang dapat dicapai dengan tenggat waktu dan beban yang masuk akal.
- Menjadi teladan yang baik dalam hal keseimbangan
Keberhasilan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat sangat bergantung pada pegawai itu sendiri, Jika kita mendorong pegawai untuk melakukan hal-hal lain setelah jam kerja maka kita jangan mengirimi mereka dengan email atau pesan whatsapp yang terkait dengan pekerjaan setelah jam kantor, melakukan hal ini hanya akan membuat pegawai melihat sebagai cerminan perilaku kita yang tidak seimbang, maka kita harus bisa memberi contoh mempraktekkan apa yang telah kita nasehatkan.
- Membuat jadwal bersama
Saat membuat jadwal penyelesaian suatu pekerjaan, jangan hanya menyuruh satu orang pegawai saja untuk mengerjakannya, kita harus bisa menjadikan suatu tugas sebagai sesuatu yang bisa diselesaikan dengan tanggung jawab bersama oleh seluruh pegawai. Setiap pegawai mempunyai mungkin memiliki kemampuan dan jadwal yang berbeda, dengan menyusun jadwal bersama atau yang disebut juga dengan collective scheduling, setiap pegawai bisa menyesuaikan dengan jadwal pribadi masing-masing sehingga keseimbangan antara dunia pekerjaan dan keperluan pribadi dapat tercapai.
- Mengadakan acara bersama pegawai dan keluarga
Apabila memungkinkan kita bisa menjadwalkan untuk mengadakan sebuah acara bersama seluruh pegawai dan keluarga mereka, secara berkala kita bisa mengadakan acara keluar kantor dengan mengajak pegawai beserta anggota keluarga mereka, pada acara ini kita bisa mengadakan berbagai aktivitas seru non formal seperti games yang bersifat ringan atau acara wisata bersama. Aktivitas seperti ini dapat membantu meningkatkan kualitas team building dan hubungan di antara pegawai, sekaligus menunjukkan bahwa kita terbuka dengan kehadiran keluarga dan menganggap keluarga pegawai sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Keuangan.
- Kenali kehidupan pegawai di luar dunia kerja
Jika kita berusaha untuk meningkatkan keseimbangan antara dunia kerja dan personal, salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengetahui kehidupan pegawai di luar kantor, bukan berarti kita harus stalking akun media sosial mereka, namun bisa dilakukan dengan meluangkan waktu untuk berbicara dengan para pegawai khususnya dalam program coaching dan counseling, kita bisa menanyakan hal-hal apa yang menjadi motivasi mereka dalam bekerja, kita juga bisa menggali apa impian dan passion mereka, setelah semua tergali dengan baik maka kita bisa menawarkan bantuan kepada mereka untuk mencapai hal-hal tersebut.
Menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi bagi masing-masing pegawai akhirnya kembali kepada kesadaran pegawai dalam mengimplementasikan work life balance dalam kehidupannya masing-masing. Kesadaran ini harus dibangun dengan memberikan pengertian bahwa implementasi work life balance ini tidak semata berguna bagi pegawai bersangkutan, akan tetapi jika dilaksanakan dengan tepat maka peningkatan kinerja pegawai akan sangat berguna untuk menunjang kinerja organisasi secara keseluruhan. Prinsip work life balance dilaksanakan untuk kepentingan pegawai dengan memperhatikan peraturan yang telah ada, jangan sampai kelonggaran yang dibuat malah menjadikan pegawai terbuai sehingga produktifitas menjadi menurun yang pada akhirnya merugikan organisasi secara keseluruhan.


