Pelaksanaan anggaran bulan Januari tahun 2026 di wilayah Manggarai Raya dan Kab. Ngada menunjukkan kinerja yang cukup baik. Penyerapan anggaran tercatat sebesar 12,34%, yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar 3,45% dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 14,38%. Dibandingkan tahun 2025 (yoy) realisasi anggaran bulan sampai dengan Januari 2026 tersebut naik sebesar 8,74%, yang disumbang oleh kenaikan penyaluran TKD sebesar 9,44%. Komponen TKD yang mengalami kenaikan adalah Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 8,17% dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK Non Fisik) sebesar 14,25%. Berbeda dengan penyaluran TKD, realisasi BPP menunjukkan kondisi menurun dibandingkan 2025 (yoy), yaitu sebesar -2,61%, yang disebabkan penurunan alokasi anggaran tahun 2026, dari sebesar Rp940,67 miliar di tahun 2025 menjadi sebesar Rp750,19 miliar di tahun 2026. Komponen BPP yang mengalami penurunan realisasi adalah Belanja Pegawai sebesar -16,09% yang disebabkan adanya pengalihan pembayaran gaji Kementerian Agama ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan Belanja Barang naik sebesar 56,95% dan Belanja Modal juga naik sebesar 191,04%.
Terkait realisasi penyerapan belanja barang yang naik cukup signifikan, yaitu sebesar Rp2,72 miliar atau 56,95% (yoy), kenaikan tersebut antara lain disebabkan adanya percepatan belanja pada Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, sehingga realisasi belanja barang UPBU Komodo di bulan Januari 2026 meningkat sebesar Rp1,08 miliar. Dari sebesar Rp1,33 miliar di tahun 2025 menjadi Rp2,40 miliar di tahun 2026. Untuk belanja modal yang juga naik signifikan sebesar 191,04%, antara lain disebabkan juga oleh percepatan belanja beberapa Satker berpagu besar, yaitu MTsN 2 Manggarai Barat yang sudah merealisasikan belanja modal sebesar Rp50 juta dan MAN Manggarai Barat yang juga telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp17 juta. Percepatan belanja ini diharapkan akan terus terjadi di periode berikutnya, agar dapat lebih memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
Di sektor pendapatan, realisasi pendapatan pajak dan non pajak sampai dengan Januari 2026 mengalami penurunan sebesar -25,22%, dari pendapatan sebesar Rp38,97 miliar di tahun 2025 menjadi sebesar Rp29,14 miliar di tahun 2026. Penurunan pendapatan negara tersebut lebih disebabkan bahwa pada bulan Januari 2025 terdapat setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa pengembalian belanja modal tahun anggaran yang lalu sebesar Rp14,50 miliar, sedangkan di bulan Januari 2026 tidak ada PNBP tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendapatan negara bulan Januari 2026 mengalami kenaikan, yaitu dari pendapatan pajak yang naik sebesar Rp7,10 miliar atau sebesar 42,49% (yoy). di sisi lain, PNBP mengalami penurunan signifikan, yaitu sebesar Rp16,93 miliar, selain disebabkan tidak ada setoran pengembalian belanja sebagaimana tahun 2025, juga disebabkan penurunan Pendapatan Wisata Alam sebesar Rp1,81 miliar atau menurun sebesar 68,31% (yoy).
Penurunan Pendapatan Wisata Alam tersebut disebabkan adanya penutupan trip ke Kawasan Taman Nasional Komodo karena cuaca buruk dan akibat terjadinya kecelakaan kapal. Pendapatan Wisata Alam di bulan Februari dan seterusnya diproyeksikan kembali meningkat karena sejak tanggal 04 Februari 2026, trip ke kawasan Balai Taman Nasional Komodo Kembali dibuka dan Pendapatan Wisata Alam kembali bangkit.


