Kinerja APBN menunjukkan perannya dalam menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Manggarai Raya dan Kab. Ngada, yaitu dengan capaian pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2025 (yoy) yang tumbuh signifikan, bahkan untuk Kab. Manggarai dan Kab. Manggarai Barat pertumbuhan ekonominya melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT. Kondisi perekonomian yang sangat baik tersebut tidak terlepas dari belanja pemerintah yang menjadi salah satu komponen perhitungan pertumbuhan ekonomi, serta multiplier effect nya dalam meningkatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
Berdasarkan data yang disampaikan KPPN Ruteng pada saat acara press conference tanggal 28 Agustus 2025 menyebutkan bahwa penerimaan dalam negeri sebesar Rp224,52 miliar, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp104,04 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp120,49 miliar dan PNBP terbesar berasal dari Pendapatan Wisata Alam yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), yaitu sebesar Rp53,26 miliar.
Realisasi belanja mencapai Rp2,62 triliun atau sebesar 50,91%% dari pagu, yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp418,72 miliar (47,50% dari pagu) dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,20 triliun (51,61% dari pagu). Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp213,35 miliar (60,17% dari pagu), Belanja Barang sebesar Rp175,87 miliar (44,74% dari pagu), dan Belanja Modal sebesar Rp29,49 miliar (22,05% dari pagu). Sementara itu realisasi penyaluran TKD terdiri dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp1,45 triliun (57,42% dari pagu), Dana Bagi Hasil sebesar Rp9,39 miliar (33,99% dari pagu), Dana Transfer Khusus sebesar Rp397,81 miliar (35,12% dari pagu), Dana Insentif Fiskal sebesar Rp17,84 miliar (50,00% dari pagu), dan Dana Desa sebesar Rp333,49 miliar (59,84% dari pagu), yang disalurkan kepada 657 desa (99,85% dari 658 desa yang ada).
Untuk menjaga laju inflasi agar tetap terkendali, pemerintah juga mengalokasikan dana yang diperuntukkan bagi pengendalian inflasi, baik yang dialokasikan pada satuan kerja K/L maupun Pemerintah Daerah dalam bentuk DAK Fisik. Realisasi belanja K/L untuk pengendalian inflasi periode s.d. 31 Juli 2025 sebesar Rp9,02 miliar (5,42% dari pagu), sedangkan realisasi penyaluran DAK Fisik untuk pengendalian inflasi sebesar Rp3,57 miliar dari alokasi Rp152,65 miliar (2,34% dari pagu). Alokasi belanja K/L untuk pengendalian inflasi terdapat pada Kementerian Perhubungan, yaitu pada Satker Unit Penyelenggara Pelabuhan Reo, UPBU Komodo, dan Badan Pusat Statistik pada 4 (empat) kabupaten dengan alokasi sebesar Rp13,69 miliar, dalam bentuk Layanan Konektivitas Angkutan Keperintisan, bandar udara, dan Publikasi/Penyusunan Laporan Inflasi.
Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, mengurangi dan menanggulangi kemiskinan, serta melindungi warga negara yang kurang mampu atau rentan dari risiko sosial, Pemerintah Pusat juga telah menyalurkan sejumlah Bantuan Sosial, yaitu Bantuan Sosial Yatim Piatu sebesar Rp1,71 miliar, Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp174,74 miliar, dan Program Keluarga Harapan sebesar Rp116,38 miliar. Berbagai bentuk bantuan sosial tersebut juga dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat, selain untuk peningkatan kesejahteraan sosial, juga dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional.
Penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di wilayah Manggarai Raya dan Kab. Ngada sampai dengan 31 Juli 2025 mencapai Rp66,32 miliar untuk 13.442 debitur. Penyaluran terbesar adalah melalui PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan total Rp65,67 miliar untuk 13.357 debitur. Kabupaten yang mendapatkan penyaluran Umi terbesar adalah pada Kabupaten Manggarai, yaitu dengan total penyaluran sebesar Rp16,70 miliar untuk 3.309 debitur.
Kinerja APBN yang sangat baik tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian global.