- Redaksi DJPb
- Press Release
Press Release Kinerja APBN Bulan Mei 2026
Kinerja realisasi APBN periode sampai dengan 31 Mei 2026 di wilayah Manggarai Raya dan Ngada tumbuh positif sebesar 0,19% year on year. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp352,00 miliar (42,91%) tumbuh sebesar 10,04% dan Penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp1,58 triliun (47,96%) tumbuh negatif sebesar 1,78%. Terdapat beberapa jenis belanja yang mengalami penurunan realisasi penyerapan anggaran, yaitu Dana Desa Reguler yang mengalami penurunan realisasi penyaluran sebesar Rp123,43 miliar, yang disebabkan penurunan alokasi Dana Desa Reguler sebesar Rp343,32 miliar, sehingga mengalami pertumbuhan realisasi sebesar -61,61% year on year. Selain itu, realisasi anggaran belanja barang juga mengalami penurunan sebesar Rp11,17 miliar, yang juga disebabkan penurunan alokasi sebesar Rp156,91 miliar atau sebesar -37,35%. Salah satu kegiatan Satker Kementerian Negara/Lembaga yang belum terealisasi karena pelaksanaannya sudah terjadwal adalah Sensus Ekonomi tahun 2026 oleh Badan Pusat Statistik, sehingga memberikan kontribusi bagi penurunan realisasi anggaran belanja barang sampai dengan 31 Mei 2026 year on year.
Kinerja realisasi APBN di Manggarai Raya dan Ngada lebih banyak ditopang oleh beberapa pos belanja yang mengalami peningkatan, yaitu Belanja Pegawai Satker K/L sebesar Rp25,98 miliar, belanja modal sebesar Rp17,29 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp29,52 miliar, dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik sebesar Rp84,00 miliar. Kenaikan belanja pegawai tahun 2026 disebabkan kenaikan pembayaran gaji PPPK dan tunjangan hakim. Peningkatan belanja modal disebabkan adanya peningkatan alokasi belanja modal di tahun 2026, yang paling besar terdapat pada Satker Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng. Peningkatan penyaluran DAU lebih disebabkan kenaikan alokasi dana DAU Block Grant, sehingga realisasi penyaluran yang dilakukan setiap bulan juga meningkat. Kenaikan realisasi penyaluran DAK Non Fisik disebabkan peningkatan pembayaran tunjangan guru dan tunjangan khusus dokter spesialis.


