
“Perkuat Sinergi: Kemenkeu Babel Bersama Stakeholder Dukung Optimalisasi Kinerja Fiskal Dalam Agenda Pembangunan Daerah”
Pangkalpinang, 30 September 2024 – Di tengah risiko pelemahan harga komoditas global yang dipengaruhi oleh turunnya prospek permintaan, Indikator Konsumsi Masyarakat (IKM) Indonesia pada Agustus 2024 masih berada di zona optimis (>100) yang meningkat ke level 124,4. Hal ini didukung oleh geliat aktivitas masyarakat yang terjaga dengan baik, terutama dari sektor makanan, minuman, dan tembakau. Meskipun, proyeksi awal tahun atas risiko global memang terjadi seperti inflasi dan suku bunga yang tinggi, maupun disrupsi rantai pasokan yang mempengaruhi harga komoditas global. Namun, melalui pengelolaan fiskal yang tetap adaptif dan responsif hingga akhir Agustus dukung capaian yang lebih cepat (ahead the curve) untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum perekonomian regional.
Dalam hal ini, kinerja fiskal di daerah, khususnya di regional Bangka Belitung telah berperan optimal dalam menjaga dan meminimalisasi risiko perekonomian global. Dengan menjalankan fungsi countercyclical dan shock absorber, kinerja APBN maupun APBD di regional Bangka Belitung telah bekerja keras sebagai instrumen andalan untuk mendorong produktivitas dan akselerasi transformasi ekonomi yang mendukung kestabilan ekonomi regional dan peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat.
Resiliensi Perkembangan Ekonomi Regional Bangka Belitung Masih Terjaga Baik
Perkembangan ekonomi di regional Bangka Belitung hingga akhir Agustus 2023 masih solid yang didukung dengan konsumsi rumah tangga yang tetap tumbuh kuat dan tingkat inflasi yang terkendali. Pada Agustus 2024, inflasi gabungan 4 wilayah di Bangka Belitung secara year on year (yoy) tercatat turun sebesar 1,02%. Capaian inflasi ini jauh lebih rendah dari inflasi Agustus 2023 lalu yang tercatat 3,45% dan bahkan kondisi jauh lebih baik dari inflasi Agustus 2022 lalu yang mencapai 6,38%. Penurunan inflasi yang cukup signifikan pada tahun 2024 merupakan pengaruh dari penurunan harga komoditas yang sering dibutukan masyarakat di pasar seperti beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan emas perhiasan. Sedangkan, secara month-to-month (mtm), regional Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 0,23% pada Agustus 2024. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kelompok utama penyumbang inflasi secara month-to month pada Agustus 2024 dengan andil sebesar 0,17%. Komoditas utama penyumbang andil inflasi adalah ikan laisi (0,10%) dan ikan bulat (0,08%). Kenaikan harga ikan pada bulan Agustus 2024 ini dipicu oleh adanya cuaca buruk yang mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan. Peringatan gelombang tinggi dan angin kencang membuat nelayan harus tetap waspada pada saat menangkap ikan. Faktor cuaca buruk menyebabkan para nelayan mengalami kesulitan untuk melaut sehingga membuat hasil tangkapan sedikit dan pasokan ikan berkurang.
Dalam skala global, fluktuasi harga komoditas dunia terhadap timah dan CPO turut mempengaruhi dinamika kinerja neraca perdagangan pada bulan Agustus 2023 yang tercatat surplus sebesar USD 211.89 Juta. Kondisi ini dipengaruhi oleh ekspor pada Agustus 2024 yang tumbuh signifikan sebesar 37,17% secara yoy dan sebesar 69,42% secara mtm. Hal ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan volume ekspor timah dari Kepulauan Bangka Belitung. Di sisi lain, kineja impor di regional Bangka Belitung pada Agustus 2024 mengalami penurunan signifikan yakni sebesar 82,99% secara yoy dan 70,71% secara mtm. Kondisi ini utamanya karena tidak adanya aktivitas impor antrachite dan graphite rod yang menjadi kontributor terbesar dalam kinerja impor regional.
Kinerja Belanja Tumbuh Untuk Dukung Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat Kinerja Belanja Tumbuh Untuk Dukung Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat
APBN regional Bangka Belitung sebagai instrumen fiskal terus didorong penyerapannya agar manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat secara optimal. Stabilitas perekonomian yang terjaga s.d. Agustus 2024 tidak lepas dari dukungan APBN regional yang responsif terhadap dinamika domestik dan global. Kinerja belanja negara di regional Kepulauan Bangka Belitung sampai dengan 31 Agustus 2024 telah terealisasi Rp2,06 triliun dan mengalami pertumbuhan sebesar 14,87% dari tahun sebelumnya. Akselerasi penyaluran belanja terjadi pada seluruh komponen untuk mendukung agenda perkembangan ekonomi regional melalui pembangunan infrastruktur, pengadaan sarana prasarana, penyaluran bantuan kesejahteraan, hingga pembayaran kewajiban pemerintah atas gaji dan tunjangan pegawai.
- Secara rinci, pertumbuhan Belanja Pemerintah Pusat didominasi dari realisasi Belanja Barang yang terealisasi sebesar Rp918,37 miliar (53,84% dari pagu), tumbuh signifikan sebesar 17,28% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh pertumbuhan signifikan untuk mendukung kegiatan Perluasan dan Perlindungan Lahan Pertanian berupa Upaya Khusus Konstruksi Optimasi Lahan Rawa oleh satker Sarana Prasarana Distan Babel.
- Di sisi lain, realisasi Belanja Pegawai s.d. akhir Agustus 2024 telah terealisasi sebesar 72,73% dari pagu atau mencapai Rp897,16 miliar. Kinerja Belanja Pegawai ini tumbuh signifikan sebesar 15,03% melalui pembayaran gaji dan tunjangan, terutama adanya penerimaan PPPK baru di beberapa satker yang turut mendorong pertumbuhan signifikan sebesar 173,97% secara yoy.
- Kinerja Belanja Modal juga tercatat tumbuh positif sebesar 5,50% secara yoy atau terealisasi sebesar Rp235,24 miliar. Namun demikian, kinerja penyaluran Belanja Modal ini perlu segera diakselerasi seiring penyerapan anggaran yang masih relatif rendah yakni sebesar 39,38%. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa proyek pembangunan yang masih berstatus on progress sehingga belum dilakukan pencairan termin secara penuh. Kontribusi belanja modal di regional Bangka Belitung utamanya dialokasikan untuk pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium kesehatan terpadu pada satker BLU UBB.
- Selanjutnya, realisasi Belanja Bantuan Sosial hingga akhir Agustus 2024 telah terealisasi 79,84% dari pagu atau tercatat sebesar Rp6,53 miliar. Penyaluran Belanja Bantuan Sosial ini tumbuh sebesar 28,57% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tambahan alokasi anggaran untuk KIP rekrutmen baru 2024 sebesar Rp1,65 M untuk 250 orang.
Secara agregat, realisasi penyaluran kinerja Belanja Pemerintah Pusat s.d. akhir Agustus 2024 telah terealisasi sebesar 58,04% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN. Kinerja belanja yang optimis dan solid merupakan dukungan untuk menjaga kesinambungan fiskal dalam rangka menjaga stabilitas kondisi sosial dan perekonomian regional.
Transfer ke Daerah Dukung Pembangunan Regional Kepulauan Bangka Belitung
Selain Belanja Pemerintah Pusat, Transfer ke Daerah menjadi salah satu kontributor utama dalam porsi Belanja Negara. Penyaluran TKD sampai dengan 31 Agustus 2024 mencapai 68,63% dari pagu 2024 atau telah terealisasi sebesar Rp4,62 triliun. Penyaluran jenis-jenis TKD hingga akhir Agustus 2024 ini secara agregat sedikit mengalami perlambatan sebesar 0,62%, salah satunya dipengaruhi oleh melambatnya kinerja penyaluran DBH, DAK Fisik, dan Insentif Fiskal seiring dengan turunnya alokasi pagu dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, sebagaian besar kinerja penyaluran TKD hingga akhir Agustus 2024 telah mencapai di atas 40%, kecuali DAK Fisik akibat beberapa proyek yang masih berstatus on progress. Sebagian besar kinerja realisasi TKD di wilayah Bangka Belitung hingga akhir Agustus 2024 masih didominasi dengan penyaluran DAU (69,49%) yang tumbuh 11,04% seiring dengan akselerasi penyaluran DAU Block Grant maupun DAU Specific Grant, baik untuk penggajian formasi PPPK, pendanaan kelurahan, pendidikan, kesehatan dan pekerjaan umum dalam rangka perbaikan kualitas kinerja layanan publik di daerah.
Dukungan penyaluran dana transfer di regional Bangka Belitung ini merupakan wujud kontribusi fiskal untuk memperkuat perekonomian lokal serta mengurangi disparitas pembangunan antara wilayah. Dalam postur konsolidasi anggaran daerah di regional Bangka Belitung, Transfer ke Daerah masih mendominasi yang berkontribusi sebesar 80,58% dari total pendapatan pemerintah daerah. Hal ini menunjukan bahwa dukungan fiskal dari pemerintah pusat masih menjadi faktor dominan untuk mendukung pembangunan daerah di regional Kepulauan Bangka Belitung.
Dinamika Sektor Pertambangan Timah Masih Memainkan Andil Dominan Dalam Perlambatan Kinerja Pendapatan
Kinerja pendapatan regional Bangka Belitung hingga akhir Agustus tercatat telah mencapai 61,33% dari target 2024, meskipun sedikit melambat 3,77% dari kinerja pada periode yang sama pada tahun sebelumnya, namun upaya-upaya optimalisasi oleh berbagai stakeholder untuk mendukung kinerja Penerimaan Perpajakan maupun PNBP telah mendorong Pendapatan Negara terealisasi sebesar Rp2,13 triliun. Hingga akhir Agustus 2024, kinerja pendapatan terus dijaga agar dapat mendukung perekonomian dengan berbagai kebijakan antisipatif dari dinamika harga komoditas global yang mempengaruhi perlambatan kinerja realisasi.
- Dari segi Penerimaan Perpajakan, realisasi sampai akhir Agustus 2024 mencapai sebesar Rp1,96 triliun dan telah mencapai 59,17% dari target, terkontraksi 3,83% secara nominal dari periode tahun sebelumnya. Sebagai penyumbang kontribusi terbesar terhadap perekonomian regional, perlambatan sektor perdagangan dan pertambangan mendorong kontraksi penerimaan perpajakan seiring dengan belum pulihnya aktivitas penambangan yang menyebabkan penurunan penyerahan timah pada beberapa kolektor timah. Di sisi lain perlambatan kinerja perpajakan juga dipengaruhi oleh penurunan setoran masa PPN pada sektor perdagangan besar dan eceran atas balas jasa fee atau kontrak yang utamanya bergerak pada sektor timah, serta penurunan harga komoditas tahun 2023 berdampak pada penurunan PPh Tahunan yang dibayarkan tahun 2024.
- Dari sisi Pajak Perdagangan Internasional, realisasi sampai akhir Agustus 2024 mencapai sebesar Rp9,55 miliar dan telah mencapai 14,97% dari target. Capaian yang relatif rendah ini dipengaruhi oleh turunnya kinerja sektor pertambangan timah yang mempengaruhi penerimaan Bea Masuk atas impor bahan pendukung Anthracite dan Graphite Rod. Di sisi lain, rendahnya capaian Bea Keluar juga dipengaruhi oleh kinerja atas eskpor CPO akibat fluktuasi harga komoditas.
- Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai akhir Agustus 2024 mencapai Rp162,88 miliar dan telah mencapai 109,40% dari target yang ditetapkan. Capaian positif kinerja PNBP di regional Bangka Belitung utamanya masih didominasi dari PNBP lainnya (dikelola satker) yang terealisasi sebesar Rp135,88 miliar dan telah mencapai 137,79% dari target 2024. Selain itu, hingga Agustus 2024 ini telah dilakukannya pengesahan atas PNBP dari Pendapatan BLU (Universitas Bangka Belitung) yang terealisasi sebesar Rp27,01 miliar atau 53,71% dari target 2024. Secara agregat, realisasi PNBP ini mengalami perlambatan sebesar 3,09% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kinerja Fiskal Optimis Dukung Perekonomian Hingga Akhir Tahun 2024
Kinerja perekonomian domestik yang relatif kuat tidak lepas dari intervensi kebijakan fiskal sebagai shock absorber yang mendukung pembangunan di daerah. APBN berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik dan melindungi masyarakat dengan tetap menjaga kesinambungan fiskal. Penguatan spending better dengan berbagai rencana program di tahun 2024 ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan dan perekonomian.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Jl. Sungai Selan No. 91, Kota Pangkalpinang
Call Center: 0812-7345-2957
Telp: (0717) 433405
Fax: (0717) 435802



