Yogyakarta, 29 Juni 2021
Kinerja Pelaksanaan APBN DIY dalam Mendukung Momentum Pemulihan
Seiring dengan kinerja APBN Nasional, kinerja APBN di DIY sampai dengan Mei tahun 2021 juga menunjukkan perbaikan dibanding periode Mei 2020. Pendapatan Negara mencapai Rp2,54 triliun atau tumbuh 0,6 persen. Realisasi Pendapatan Negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1,81 triliun dan PNBP sebesar Rp731,2 miliar. Begitu pula dari sisi belanja negara. Sampai dengan Mei 2021, belanja negara tercatat tumbuh 20,37 persen (yoy).
Realisasi Belanja Negara di DIY sampai dengan akhir Mei 2021 mencapai Rp7,97 triliun, atau 35,87 persen dari total pagu, tumbuh 20,37 persen (yoy). Pertumbuhan Belanja Negara yang cukup tinggi tersebut didorong oleh tingginya Belanja Pemerintah Pusat dan membaiknya TKDD. Realisasi belanja negara terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat berupa Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp3,86 triliun atau 32,01 persen dan TKDD sebesar Rp4,11 triliun atau 40,45 persen.
Realisasi belanja negara tumbuh tinggi terutama didukung oleh pertumbuhan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar 50,27 persen (yoy). Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan positif pada semua jenis belanja, yaitu : realisasi belanja pegawai sebesar Rp1,8 triliun atau 38,8 persen, tumbuh 0,6 persen (yoy); realisasi belanja barang sebesar Rp1,02 triliun atau 23,6 persen, tumbuh 67 persen (yoy); realisasi belanja modal mencapai Rp1,02 triliun atau 33,3 persen, tumbuh signifikan sebesar 567,7 persen (yoy); dan realisasi belanja bantuan sosial sebesar Rp7,5 miliar atau 46,7 persen, tumbuh 29,3 persen (yoy).
Sementara itu, realisasi TKDD tumbuh sebesar 1,43 persen (yoy), terdiri dari realisasi DBH sebesar Rp94,77 miliar atau 38,56 persen dari total alokasi DBH, DAU sebesar 2,63 triliun atau 50,55 persen, DAK Fisik sebesar Rp24,19 miliar atau 3,82 persen, DAK Non Fisik sebesar Rp878,28 miliar atau 45,21 persen, Dana Keistimewaan sebesar 198 miliar atau 15 persen, DID sebesar Rp57,32 miliar atau 17,58 persen, dan Dana Desa sebesar Rp228,84 miliar atau 49,70 persen. Peningkatan kinerja penyaluran TKDD terjadi untuk : peningkatan DBH akibat penyaluran kurang bayar tahun sebelumnya, dan penyaluran DAK Nonfisik sesuai dengan jadwal.
Selengkapnya dapat disimak pada infografis berikut ini.






Yogyakarta, 28 Juni 2021
Yogyakarta, 24 Juni 2021


Yogyakarta, 23 Juni 2021
Yogyakarta, 18 Juni 2021
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT. BPD DIY, Santoso Rohmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa PT. BPD DIY senantiasa mendukung sepenuhnya penerapan digitalisasi dalam rangka mempermudah penerimaan negara melalui layanan yang lebih baik. Inisiasi yang telah dilakukan PT. Bank BPD DIY antara lain dengan menyediakan ekosistem sistem digital pembayaran dengan memanfaatkan seluruh kanal bank untuk pembayaran penerimaan daerah (pajak dan retribusi) dan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan kanal tersebut, memperluas kanal melalui kolaborasi dengan platform e-commerce dan fintech, serta mengembangkan API (Aplication Programming Interface)- interkoneksi dalam rangka mengintegrasikan sistem keuangan pemerintah daerah dan sistem perbankan.
Yogyakarta, 15 Juni 2021
Sementara Narasumber Kanwil DJPb DIY, Pujo Priyatno menyampaikan bahwa Kanwil DJPb DIY selaku instansi vertikal Kementerian Keuangan di daerah akan terus mendukung secara penuh upaya yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Bantul dalam optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional. Subsidi bunga bagi debitur KUR serta tambahan subsidi bunga merupakan langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat guna menjaga agar pengusaha mikro kecil tetap dapat bertahan dan segera bangkit di masa pandemi.

