Meraih prestasi di tingkat Nasional, seolah sudah menjadi bagian dari tradisi kinerja dari segenap jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kepulauan Riau. Pada momen Rapat Pimpinan Nasional Semester II tahun 2017 yang dihelat di Jakarta
pada tanggal 1 hingga 4 Nopember 2017 beberapa waktu lalu, kembali Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kepulauan Riau meraih peringkat I Nasional untuk Kajian Fiskal Regional tahun 2016 kategori Kanwil Kecil dan Peringkat III Nasional untuk Review Pelaksanaan Anggaran tahun 2016. Penyerahan plakat penghargaan untuk kedua prestasi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepulauan Riau, Heru Pudyo Nugroho pada sesi penutupan kegiatan Rapat Pimpinan Nasional Ditjen Perbendaharaan Semester II pada jum’at sore tanggal 3 Nopember 2017.

Raihan prestasi ditingkat nasional lingkup Ditjen Perbendaharaan tersebut merupakan bukti komitmen dari seluruh jajaran pejabat/pegawai dilingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Propinsi Kepulauan Riau untuk selalu memberikan kualitas kinerja terbaik dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai representasi kementerian keuangan dalam hal pengelolaan fiskal regional terutama dalam pelaksanaan APBN dan di Propinsi Kepulauan Riau. Sebagaimana di ketahui pada forum yang sama tahun sebelumnya, Kanwil Ditjen Perbendaharaan juga telah meraih prestasi yang hampir sama dengan yang diraih pada tahun 2017, yakni peringkat I Kajian Fiskal Regional tahun 2015 dan peringkat II Review Pelaksanaan Anggaran tahun 2015.
Pada pengarahan sebelum menutup rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Nasional Ditjen Perbendaharaan tersebut, Menteri Keuangan secara khusus memberikan apresiasi kepada seluruh Insan Perbendaharaan atas kinerja dan berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh segenap jajaran Ditjen Perbendaharaan dalam memberikan pelayanan kepada stakeholder. Lebih lanjut Menteri Keuangan mendorong seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan agar menggunakan data dan informasi yang APBN yang dikelola untuk sebanyak mungkin membuat knowledge product seperti Spending Review yang telah dapat memunculkan angka potensi anggaran yang bisa dihemat sebesar 8 Trilyun pada tahun 2017. Adapun melalui Kajian Fiskal Regional diharapkan agar Kanwil Ditjen Perbendaharaan dapat memberikan kontribusi pemikiran ke daerah terkait kondisi fiskal terkini di daerah, melakukan identifikasi permasalahan dan melakukan analisis pemecahan permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan fiskal di daerah sekaligus memberikan berbagai alternatif solusi pemecahan masalah, misal terkait dengan kesenjangan fiskal antar kabupaten/kota, ketimpangan pendapatan per kapita penduduk antar regiona dan sebagainya.

Lebih lanjut Menteri Keuangan dalam arahanya menyampaikan bahwa dengan memperkuat kemampuan analisis fiskal melalui berbagai aktivitas literasi untuk menghasilkan berbagai knowledge product seputar pengelolaan APBN, diharapkan akan memperkuat peran Ditjen Perbendaharaan sebagai representasi Menteri Keuangan sebagai Bendahara Umum Negara di Daerah yang tidak hanya bertindak sebagai kasir yang bertugas melakukan pembayaran/pencairan dana APBN namun juga sebagai manajer keuangan yang dapat menganalisis dan memberikan solusi untuk perbaikan kualitas pengelolaan dana APBN sehingga dana APBN akan dapat dikelola secara lebih efektif, efisien dan optimal dalam mencapai tujuan bernegara.




