Jalan Cut Mutia Nomor 23A, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Lampung - 35214

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta Perkembangan Ekonomi Regional Provinsi Lampung Sampai Dengan 31 Januari 2022

Kinerja APBN. Realisasi Pendapatan Provinsi Lampung sampai dengan 31 Januari 2022 sebesar Rp699.84 miliar terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp604,93 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp94,91 miliar. Penerimaan Perpajakan  terdiri dari Pajak Penghasilan Non Migas Rp224,69 miliar, Pajak Pertambahan Nilai Rp175,32 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan Rp0,65 miliar, Pajak Lainnya Rp10,29 miliar, Pajak Perdagangan Internasional Rp193,99 miliar. Penerimaan Perpajakan dibanding periode yang sama tahun 2021 (y-o-y) mengalami pertumbuhan 37 persen.  Deviasi realisasi Penerimaan atas proyeksi pendapatan adalah  Total deviasi sisi Pendapatan sebesar Rp 215.19 miliar disumbang oleh pajak sebesar Rp50.17 miliar atau 23 persen disebabkan oleh peningkatan penerimaan pajak penghasilan pasal 21, pajak penghasilan pasal 25/29 Badan, bea cukai sebesar Rp 138.4 miliar  atau 64 persen disebabkan oleh melonjaknya realisasi Bea Keluar, PNBP/Hibah  sebesar Rp 26.62 miliar atau 12 persen disebabkan oleh kenaikan PNBP lainnya.

 

Realisasi Belanja  sampai dengan 31 Januari 2022 sebesar Rp 224.37 miliar,  realisasi belanja pemerintah pusat sebagian besar untuk belanja pegawai yaitu sebesar Rp193,40 miliar, sedangkan belanja barang baru terealisasi Rp29,34 miliar dan Belanja Modal Rp1,63 miliar. Deviasi realisasi Pengeluaran atas proyeksi pengeluaran adalah Total deviasi sisi Belanja sebesar 375,63 milyar  dikarenakan pada bulan januari realisasi Kementerian/Lembaga baru untuk belanja pegawai, sedangkan belanja barang dan modal masih kecil.  Belanja K/L mengalami penurunan cukup signifikan sebesar Rp455,79 miliar (terkontraksi -67% ) terutama karena belanja modal yang turun hingga  450.65 miliar. Seperti tahun sebelumnya, TKDD di Januari 2022 belum ada realisasi.  Sampai dengan 31 Januari 2022 APBN Provinsi Lampung surplus sebesar Rp475.57 miliar.

 

Kinerja APBD. Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Lampung s.d 31 Januari 2022 sebesar Rp 1,030 triliun  didominasi oleh komponen Dana Transfer. Realisasi Belanja APBD Provinsi Lampung s.d 31 Januari 2022 sebesar RP853,78 miliar didominasi oleh komponen Belanja Operasi. Berdasarkan data OM-SPAN dan SIMTRADA realisasi TKDD yang telah disalurkkan kepada Provinsi Lampung s.d 31 Januari 2022 sebesar Rp1.920,17 miliar atau 10.24 persen dari pagu. Namun data dari I-Account APBD yang tersalur Rp937,24 M atau 90,94 persen, pendapatan APBN hal ini menunjukkan bahwa dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan pada provinsi Lampung. Pemerintah Daerah agar mengakselerasi belanja serta mengoptimalkan penerimaan pajak.

 

Perkembangan Ekonomi Regional. Perekonomian Provinsi Lampung di tahun 2021 semakin membaik dan secara kumulatif tumbuh 2.79%. Sumber utama pertumbuhan adalah PMTB yang didorong pembangunan tahap pertama Bakauheni Harbour City, proyek SPAM, dan lain-lain. Sektor Perdagangan Besar dan industri penolahan merupakan sektor yang menyumbang pertumbuhan tertinggi di tahun 2021. Namun pertumbuhan ekonomi Lampung masih dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera (3.37%) dan Nasional (3.69%).  Inflasi di Provinsi Lampung diamati di dua kota, yaitu Bandar Lampung dan Metro. Di bulan Januari 2022, Inflasi gabungan tercatat sebesar 0.40% (m-to-m). Adapun dibandingkan Januari 2021, inflasi gabungan sebesar 1.83% (y-on-y).  Penyumbang utama inflasi adalah kelompok transportasi (0.14%) dengan komoditas mobil. Inflasi di Kota Metro dan Bandar Lampung tercatat cukup rendah dibandingkan 22 kota lainnya di Sumatera. Tingkat inflasi di Januari 2022 juga lebih rendah dibanding inflasi Desember 2021.  Ekspor Lampung pada Desember 2021 naik 15.54% dibanding November 2021, begitu juga dengan impor yang naik 58.16%. Neraca perdagangan Lampung tercatat surplus sebesar 323.59 juta dolar. Komoditas utama ekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati (168.28 juta dolar) dan batu bara (91.52 juta dolar).Adapun impor tertinggi adalah binatang hidup (25.43juta dolar) dan ampas/sisaproduksimakanan 20.67 juta dolar.  NTP Lampung terus melanjutkan tren kenaikan dan pada Januari 2022 menjadi 106.85 (naik 0.52% m-to-m).  Subsektor perkebunan rakyat mencapai NTP tertinggi disusul perikanan tangkap (108.94).  Angka kemiskinan Lampung turun menjadi 11.67% atau 1.01 juta orang dan penurunanya lebih besar daripada nasional.

 

Perkembangan kasus Covid-19. Penambahan kasus positif Covid-19 pada 9 Februari 2021 mulai menurun, terdapat 1 suspek dengan total kasus terkonfirmasi 50.960 orang, kematian 3.834 orang dan terkonfirmasi selesai isolasi 45.707 orang.  Jumlah orang yang telah divaksinasi dosis 1 di Provinsi Lampung sebanyak 5,77 juta orang (86.81% dari target vaksinasi), dosis 2 telah mencapai 3,76 juta orang (86.52% dari target), dan dosis 3 112.120 orang (1.49%).  Di awal Februari Provinsi Lampung mulai memberlakukan PPKM level 1-3. Selain menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah, pemerintah kabupaten/kota juga diminta menyiapkan tempat isolasi dan ruang perawatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

 

 

Bandar Lampung, 21 Februari 2022

Kepala Kantor Wilayah,

 

 ttd

 

Mohammad Dody Fachrudin

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb),
Kementerian Keuangan RI
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Manajemen Portal Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Jalan Cut Mutia Nomor 23A, Gulak Galik,
Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Lampung - 35214

IKUTI KAMI               LAYANAN

               Revisi DIPA K/L
Penetapan MP PNBP
Pengajuan No. Register Hibah
    Persetujuan UP
Persetujuan TUP
Informasi Publik

 

KOLEKSI
PUBLIKASI               KANTOR VERTIKAL

                   KPPN Bandar Lampung
KPPN Kotabumi
        KPPN Metro
KPPN Liwa

Search