Jalan Cut Mutia Nomor 23A, Gulak Galik, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Lampung - 35214

Perkembangan Perekonomian Lampung (realisasi s.d. 28 Februari 2022)

 

Kinerja Keuangan Daerah

1. Perkembangan APBN

Pendapatan Wilayah Lampung mengalami kenaikan sebesar Rp179,74 miliar ( 16.8% ) dibandingkan tahun 2021.  Kenaikan terbesar disumbang oleh penerimaan perpajakan yang naik sebesar Rp141,73 miliar ( 14.4% ).

 

Realisasi I-Account s.d. 28 Februari 2022

Belanja K/L mengalami penurunan cukup signifikan sebesar Rp663,14 miliar ( 52.38% ), penyebabnya adalah rendahnya realisasi belanja modal dibanding tahun 2021, sedangkan realisasi Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) mengalami penurunan sebesar Rp29,71 miliar ( 26.34% ), hal ini disebabkan oleh realisasi Dana Desa lebih rendah dibandingkan realisasi tahun yang lalu.

 

Realisasi penerimaan pada bulan Februari 2022 lebih besar dari pada proyeksi yaitu sebesar Rp153,20 miliar (realisasi Pajak lebih tinggi Rp6,99 miliar, realisasi Bea Cukai lebih tinggi Rp156,65 miliar, sedangkan realisasi PNBP dan Hibah lebih rendah Rp-10,44). Pada bulan Maret 2022, penerimaan pajak diproyeksikan Rp477,25 miliar, Bea Cukai Rp61,36 miliar dan PNBP/Hibah Rp79,06 miliar.

 

Penyebab Deviasi penerimaan Pajak bulan Februari sebesar Rp6,99M adalah peningkatan PPh pasal 21 dan PPh pasal 25/29 Badan, deviasi penerimaan Bea Cukai bulan Februari 2022 sebesar Rp156,65M disebabkan oleh melonjaknya realisasi Bea Keluar (BK), sedangkan Deviasi penerimaan PNBP dan Hibah bulan Februari 2022 sebesar Rp10,44 miliar disebabkan oleh realisasi PNBP Lainnya yang lebih rendah.

 

Tabel Penerimaan Pajak, Bea Cukai, dan PNBP & Hibah s.d. 28 Februari 2022

Proyeksi Belanja pada bulan Februari 2022 understated  sebesar Rp406,44 miliar, realisasi Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) lebih tinggi Rp217,51 miliar dan realisasi TKDD lebih tinggi Rp188,93 miliar. Pada bulan Maret 2022, Belanja K/L diproyeksikan Rp1.137,76 miliar sedangkan TKDD diproyeksikan Rp1.750,26 miliar.

 

Tabel Realisasi Belanja s.d. 28 Februari 2022

Deviasi Belanja K/L bulan Februari 2022 sebesar Rp217,51 miliar disebabkan oleh realisasi belanja barang dan belanja pegawai. Sedangkan deviasi TKDD bulan Februari 2022 sebesar Rp188,93 miliar disebabkan oleh realisasi Dana Alokasi Umum.

 

2. Perkembangan APBD

Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Lampung s.d. 28 Februari 2022 sebesar Rp2.083,16 miliar didominasi oleh komponen Pendapatan Dana Transfer.

 

I Account APBD Provinsi Lampung Per 28 Februari 2022 (dalam miliar)

Realisasi Belanja APBD Provinsi Lampung s.d. 28 Februari 2022 sebesar Rp1.938,71 miliar didominasi oleh komponen belanja operasi.

 

TKDD yang telah disalurkkan kepada Provinsi Lampung s.d. 28 Februari 2022 sebesar Rp1.622,5 Miliar (data DJPK) atau 77,89% dari pendapatan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan pada provinsi Lampung.

 

Tabel Penyaluran TKDD dan DAK Fisik s.d. 28 Februari 2022

Jumlah dana TKDD yang telah disalurkan Pempus s.d. 28 Februari kepada RKUD provinsi/kabupaten/kota di regional Lampung masih nihil.

Direkomendasikan agar segera ada penyaluran DAK Fisik, Kanwil DJPb Provinsi Lampung telah melakukan FGD Pengelolaan DAK Fisik & Dana Desa pada 17 Maret 2022.

 

Perkembangan Ekonomi Regional

Berdasarkan data dari BPS Provinsi Lampung, Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung mengalami penurunan indeks dari 109,13 pada Januari 2022 menjadi 108,71 pada Februari 2022, dengan demikian terjadi deflasi sebesar 0,38 persen.

 

Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender, Februari 2022 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen, selanjutnya inflasi tahun ke tahun Februari 2022 terhadap Februari 2021 adalah sebesar 1,29 persen. Dari sebelas kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,34 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen; kelompok transportasi; dan kelompok perumahan, air, listrik, bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,05 persen.

 

Sebaliknya empat kelompok lainnya yang mengalami kenaikan indeks (inflasi) adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,52 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,16 persen; kelompok kesehatan 0,11 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,04 persen. Sementara, tiga kelompok lainnya yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran; dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

 

Grafik : Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2022

NTP Provinsi Lampung Februari 2022 sebesar 108,02 atau naik 1,10 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Pada Februari 2022 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Lampung sebesar 0,07 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

 

Gambar: Perkembangan Nilai Tukar Petani Lampung Bulan Februari 2022

Ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2022 mencapai US$332,37 juta, mengalami penurunan sebesar US$104,17 juta atau turun 23,86 persen dibandingkan Desember 2021. Nilai impor Provinsi Lampung pada Januari 2022 mencapai US$248,07 juta, mengalami peningkatan sebesar US$135,12 juta atau naik 119,63 persen dibanding Desember 2021.

 

Grafik Perkembangan Ekspor Lampung

 

Strategic Issues Regional

Penyebaran Covid-19 masih menjadi risiko yang mempengaruhi aktivitas masyarakat. Kebijakan PPKM/pembatasan lainnya juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat termasuk juga perdagangan internasional. Yang menjadi isu strategis pada saat ini di wilayah Lampung yaitu:

  1. Meningkatnya penyebaran kasus Covid-19 dengan varian baru yang dapat memperlambat pertumbuhan penerimaan pajak baik di Provinsi Lampung maupun secara nasional. PPKM juga berpotensi mempengaruhi aktiitas perdagangan internasional;
  2. Perkiraan perlambatan impor di tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya;
  3. Harga CPO dunia optimis stabil di semester I tahun 2022, dan diproyeksikan mulai menurun pada semester II tahun 2022, seiring dengan membaiknya kondisi perkebunan sawit di negara lain (Malaysia).

 

Peluang Investasi Regional Lampung

Peluang investasi di Provinsi Lampung diantaranya adalah investasi di bidang pariwisata sebagai potensi pertumbuhan ekonomi baru.  Letak strategis Lampung yang dekat dengan ibukota dan sebagai gerbang pulau Sumatera didukung dengan potensi wisata alam yang kaya dapat dioptimalkan untuk pariwisata. Investasi dapat berupa pembangunan resort di pesisir pantai Lampung, seperti di wilayah Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pesisir Barat.  Investasi di sektor pariwisata akan memutar roda perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru dan peluang terbukanya usaha/UMKM ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb),
Kementerian Keuangan RI
Call Center: 14090
Tel: 021-386.5130 Fax: 021-384.6402

Manajemen Portal Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Jalan Cut Mutia Nomor 23A, Gulak Galik,
Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Lampung - 35214

IKUTI KAMI               LAYANAN

               Revisi DIPA K/L
Penetapan MP PNBP
Pengajuan No. Register Hibah
    Persetujuan UP
Persetujuan TUP
Informasi Publik

 

KOLEKSI
PUBLIKASI               KANTOR VERTIKAL

                   KPPN Bandar Lampung
KPPN Kotabumi
        KPPN Metro
KPPN Liwa

Search