
SP – 006/WPB.08/2024
APBN Lampung Triwulan I 2024 Menjadi “Shock Absorber” Ekonomi Dari Beragam Guncangan Global
Lampung, 29 Juni 2024 – Kinerja APBN Regional Lampung s.d. 31 Mei 2024 bekerja keras menjadi shock absorber mempertahankan kinerja perekonomian regional di tengah guncangan global. Fragmentasi global dalam dunia perdagangan, industrial, hingga ketegangan antar beberapa negara yang masih tajam masih mempengaruhi perekonomian dan fiskal di dunia. Akibat kondisi tersebut, ekonomi Lampung pada Triwulan I 2024 tumbuh cukup moderat sebesar 3,30% year-on-year (yoy).
Kanwil DJPb Provinsi Lampung terus memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas belanja Negara serta mendukung program pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Realisasi Belanja Negara hingga 31 Mei 2024 mencapai Rp12,89 triliun (40,49% dari pagu APBN). Komponen Belanja Pemerintah Pusat (BPP) telah terealisasi sebesar Rp3.724,00 miliar, tumbuh 23,55% (yoy). Pertumbuhan tertinggi BPP berasal dari komponen Belanja Barang yang tumbuh 39,59% (yoy) dengan nilai realisasi sebesar Rp1.714,12 miliar, antara lain dipengaruhi oleh penyelenggaraan Pemilu Februari 2024 dan persiapan Pemilukada serentak pada bulan November 2024.
Belanja Negara dari sisi Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp9.173,92 miliar (40,49% dari pagu) tumbuh 13,79% (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh komponen salur Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp51,96 miliar, tumbuh 103,40% (yoy); Dana Desa sebesar Rp1.115,97 miliar, tumbuh 35,45% (yoy); serta Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp6.230,25 miliar, tumbuh 16,83% (yoy). Pertumbuhan positif penyaluran TKD menunjukkan peran Pemerintah Provinsi Lampung dalam memenuhi syarat salur.
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp3.899,07 miliar (34,87% dari target APBN). Kinerja pendapatan Bea Masuk, Cukai, dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat lebih baik dari tahun sebelumnya, masing-masing menunjukkan pertumbuhan sebesar 56,85%, 1.355,96%, dan 29,89% (yoy). Tumbuhnya pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dipengaruhi pertumbuhan Pendapatan Badan Layanan Umum sebesar 201,12% (yoy).
Sementara dari sektor pendapatan Perpajakan, beberapa komponen menunjukkan kinerja positif. Komponen Pajak Penghasilan menyumbang pendapatan sebesar Rp1.609,10 miliar, tumbuh 9,44% (yoy). Komponen Pajak Lainnya menyumbang pendapatan sebesar Rp67,36 miliar, tumbuh 45,13% (yoy).
Peluang Investasi Hijau Agri Park Kemiling
Kota Bandar Lampung memiliki peluang investasi pengembangan Kawasan Agro Wisata Agri Park Kemiling yang akan memiliki beragam fungsi, antara lain fungsi ekologis dan sosial-edukasi. Agri Park Kemiling akan berfungsi sebagai tempat penyerapan karbon dioksida, kawasan air resapan dan pelestarian habitat liar. Proyek yang memiliki luas lebih-kurang 5-7,5 ha ini dapat menjadi daya tarik wisata hijau di Kota Bandar Lampung dan tempat edukasi pengetahuan dan keterampilan pertanian (Agro-edu-wisata).
Intervensi Pemerintah Lampung Menghadapi Dampak Krisis Perubahan Iklim
Fenomena perubahan iklim di Lampung terasa jelas dari kenaikan suhu sebesar 2°C di beberapa kabupaten, perubahan pola hujan setidaknya di 7 Kabupaten/Kota dan kekeringan lahan persawahan sekitar 765 hektare. Dampak perubahan iklim ini menyebabkan kontraksi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan di Lampung yaitu sebesar -10,97% (yoy).
Pemerintah Provinsi Lampung bergerak aktif dalam memitigasi risiko dampak perubahan iklim melalui intervensi dari sisi Belanja Negara dan Non Belanja Negara. Dari sisi Belanja Negara, Intervensi Perubahan Iklim di Lampung telah dianggarkan dalam pagu APBN Belanja Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim dengan total pagu tahun 2024 sebesar Rp24,56 miliar. Dari sisi Non Belanja, strategi Intervensi Pemerintah Provinsi Lampung dilakukan melalui peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, dan penurunan Indeks Risiko Bencana.


