
SP – 005/WPB.08/2023
Mahasiswa Polinela Belajar Pengelolaan Keuangan Negara dan
Pertumbuhan Perekonomian Lampung Tahun 2022 Langsung Dari Ahlinya
(Treasury Goes to Campus dan Diseminasi Kajian Fiskal Regional)
Bandar Lampung, 8 Maret 2023 - Tidak seperti biasanya, aula Politeknik Negeri Lampung (Polinela) riuh dengan mahasiswa. Beberapa diantaranya menyungging ransel, lainnya nampak santai berbalut almamater. Rabu (8/1) ini, mereka kedatangan tim Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung untuk memperkenalkan pengelolaan APBN. Treasury Goes to Campus menyasar kalangan milenial dengan harapan mereka mengetahui pengelolaan keuangan negara dengan baik, sehingga tidak terjebak pada informasi hoax dan berperan aktif menjelaskan kepada public disekitarnya terkait akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Pada kesempatan itu juga, narasumber memperkenalkan Komunitas Uang Kita (Komunita) yang merupakan komunitas bagi anak-anak muda Indonesia yang tertarik mempelajari pengelolaan keuangan negara, sistem IT yang sudah dibangun dan diterapkan selama ini, termasuk mekanisme pengelolaan pajak maupun bea cukai. Materi disampaikan secara menarik oleh narasumber dan diselingi kuis yang meriah sehingga menambah antusiasme peserta mengikutinya hingga akhir.
Diseminasi Kajian Fiskal Regional
Pada acara tersebut juga dihelat diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahun 2022. Menghadirkan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, local experts, dan Pemerintah Provinsi Lampung, peserta diberikan informasi terkait kondisi perekonomian Lampung sepanjang 2022. Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Lampung, Mohammad Dody Fachrudin menyampaikan Kinerja perekonomian di Provinsi Lampung di tahun 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,28 persen atau menguat dibandingkan tahun 2021 lalu. Fakta tersebut dikontribusi oleh Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku yang mencapai Rp414,13 Triliun. Selain itu, IPM Provinsi Lampung tercatat sebesar70,45 dengan jumlah penduduk miskin mencapai 995,59 ribu jiwa atau 11,44 persen. Untuk Gini Rasio tercatat sebesar 0,313 (September 2022) yang dikontribusi ketimpangan alokasi dana pembangunan di pedesaan dan perkotaan. Untuk tingkat pengangguran sepanjang tahun 2022 mengalami tren yang menurun. Hal ini seiring dengan peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Lampung yang mencapai 70,06 persen atau lebih tinggi dibandingan TPAK nasional. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 102,19 pada Desember 2022 dan mengalami kontraksi apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.
Kinerja ABN-APBD Lampung Sepanjang Tahun 2022
Alokasi dana APBN di Provinsi Lampung mencapai 30,45 Triliun dengan realisasi belanja negara mencapai sebesar Rp30,07 triliun atau 98,74% dari total alokasi pagu. Pendapatan Negara berhasll melampaui target yakni mencapai Rp10.29 triliun atau 116,84% dari target penerimaan sebesar Rp9,67 triliun. Realiasi pendapatan tersebut meningkat 6,76% (yoy) apabila dibandingkan dengan tahun 2021 yang masih didominasi oleh penerimaan perpajakan.
Dari sisi Belanja Negara, terjadi kenaikan realisasi belanja pada Belanja Pemerintah Pusat sebesar 0,71% (yoy) namun terjadi penurunan pada dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar 1,37% (yoy). Dengan demikian, postur APBN tahun 2022 di Provinsi Lampung mengalami defisit sebesar Rp18,68 triliun.
Darisisi pengelolaan keuangan di tingkat daerah, APBD Provinsi Lampung Tahun 2022 secara agregat memiliki total realisasi Pendapatan Daerah sebesar Rp27.01 triliun atau 92,54% dari target. Pendapatan Transfer memiliki kontribusi paling besar mencapai 73% dari total pendapatan disusul dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komponen penyumbang terbesar dalam PAD berasal dari Pajak Daerah.
Total realisasi Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp25.98 triliun atau 85,22 persen dari pagu tahun 2022. Angka ini mengalami kontraksi 9,77% dibanding realisasi tahun 2021 (yoy). Dengan demikian postur APBD secara agregat di Provinsi Lampung mengalami Surplus sebesar Rpl .04 triliun ditambah dengan realisasi Pembiayaan sebesar Rp801 mtliar sehingga menghasilkan SILPA sebesar Rp1.84 triliun. Dalam pemaparannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung berharap, momentum pertumbuhan perekonomian Lampung sepanjang tahun 2022, dapat terus dijaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasionai ditahun 2023 yang penuh kewaspadaan.


