
SP – 006/WPB.08/2025
Konsumsi Rumah Tangga Baik dan Neraca Perdagangan Surplus,
Modal Awal Lampung Menatap Ekonomi Semester II 2025
Bandar Lampung, 26 Juni 2025 – Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) masih menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung. Dengan rasio mencapai 64,79% terhadap PDRB, mengungguli komponen terbesar kedua yaitu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang memiliki kontribusi sebesar 30,52% terhadap PDRB.
Perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan I 2025 tumbuh sebesar 5,47% (yoy), ditopang oleh kinerja positif sebagian besar lapangan usaha. Tiga leading sector menjadi motor utama pertumbuhan, yakni sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 5,42% seiring normalisasi siklus panen, sektor industri pengolahan yang tumbuh 8,79% mencerminkan peningkatan produksi, serta sektor perdagangan yang tumbuh 6,46% didorong oleh mobilitas dan aktivitas konsumsi masyarakat.
Selain itu, hingga 31 Mei 2025, Provinsi Lampung mengalami laju inflasi terkendali sebesar 2,12% (yoy), dimana masih dalam batas aman 2,5±1%. Inflasi tahunan salah satunya didorong fenomena kenaikan harga emas, sementara secara bulanan terjadi deflasi yang dipicu oleh penurunan harga pangan bawang dan cabai seiring masuknya musim panen dan kelancaran distribusi hasil panen.
Kinerja APBN Lampung s.d. 31 Mei 2025: Pendapatan Akseleratif Di Tengah Ketidakpastian Global, Pengelolaan Belanja Tetap Efisien
Kinerja Pendapatan Negara Regional Lampung konsisten tumbuh. Hingga 31 Mei 2025, terhitung realisasi sebesar Rp4,21 triliun telah dihimpun, atau 37,86% dari target, dan naik 24,43% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh Penerimaan Pajak yang tumbuh akseleratif 28,46% (yoy) dari sektor Pajak Perdagangan Internasional yang melonjak 205,99% (yoy), dengan kinerja Bea Keluar sebagai kontributor utama.
Lampung masih menunjukkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 238,41 juta dengan Kinerja Bea Keluar atas ekspor berhasil meningkat 754,88% (yoy), meskipun ekspor Lampung April 2025 terkontraksi -39,08% (mtm) akibat ketidakpastian global. Kinerja impresif Bea Keluar didukung oleh harga referensi dan harga global komoditas ekspor utama Lampung yang masih cukup tinggi, yaitu harga acuan Crude Palm Oil (CPO) sebesar USD 961,54 per metrik ton, serta Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar USD 123,32 per ton untuk periode April pertama dan USD 120,20 per ton untuk periode April kedua.
Pada sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tercatat pertumbuhan realisasi yang optimal. Nilai realisasi sebesar Rp598,04 miliar, atau 54,91% dari target dengan pertumbuhan 4,62% (yoy) menjadikan realisasi PNBP bulan Mei lebih baik daripada bulan lalu. PNBP Lainnya menunjukkan kontribusi terbesar dengan nilai realisasi sebesar Rp339,40 miliar (tumbuh 4,13%, yoy) disusul dengan Pendapatan BLU yang menyumbang sebesar Rp 258,64 miliar (tumbuh 5,26%, yoy).
Dari sisi Belanja Negara, meskipun realisasi Belanja Negara secara tahunan terkontraksi akibat efisiensi Belanja Barang dan Belanja Modal oleh Kementerian/Lembaga (K/L), pertumbuhan positif pada Transfer ke Daerah dan Belanja Bantuan Sosial mencerminkan keberlanjutan dukungan fiskal terhadap regional Lampung dalam menjalankan fungsi layanan publik dan dukungan kepada masyarakat daerah.
Hingga 31 Mei 2025, Belanja Negara telah mencapai nilai sebesar Rp11,92 triliun, dengan nilai Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp2.690,04 miliar dan Transfer ke Daerah sebesar Rp9.230,97 miliar. Efisiensi Belanja Negara cukup terlihat dari kinerja realisasi total Belanja Negara yang terkontraksi sebesar -7,85% (yoy), dengan rincian Belanja Pemerintah Pusat (K/L) yang terkontraksi -27,76% (yoy) utamanya akibat efisiensi Belanja Barang dan Belanja Modal, sementara Transfer ke Daerah tetap tumbuh 0,21% (yoy).
Highlight tertuju pada Belanja Bantuan Sosial yang tumbuh akseleratif, dengan realisasi sebesar Rp22,68 miliar, meningkat 11,34% (yoy). Sementara itu, Belanja Barang dan Belanja Modal K/L terkontraksi masing-masing -52,13% (yoy) dan -75,31% (yoy), namun penyerapan anggaran tumbuh baik secara bulanan, dengan Belanja Barang bertumbuh 33,98% (mtm) dan Belanja Modal bertumbuh 81,59% (mtm). Artinya, meskipun secara tahunan terjadi efisiensi pada Belanja Barang dan Belanja Modal sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja, terdapat indikasi percepatan realisasi anggaran pada bulan Mei 2025. Pertumbuhan yang cukup tinggi secara bulanan menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan mulai berjalan lebih intensif, yang mencerminkan perbaikan ritme penyerapan anggaran.
Pertumbuhan realisasi Transfer ke Daerah ditopang oleh percepatan penyaluran Dana Bagi Hasil (tumbuh 29,09%, yoy), Dana Alokasi Umum (tumbuh 1,53%, yoy), dan Dana Desa (tumbuh 1,72%, yoy). Realisasi Dana Bagi Hasil s.d. 31 Mei 2025 telah mencapai Rp189,95 miliar, atau 27,09% dari pagu sedangkan Dana Alokasi Umum mencapai Rp6.325,42 miliar, atau 44,20% dari pagu.
Kemudian, Dana Desa telah tersalur sebesar Rp1.135,19 miliar, atau 49,83% dari total pagu. Penyaluran Dana Desa yang hampir mencapai setengah dari pagu sebelum pertengahan tahun merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk mewujudkan desa sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional dan meningkatkan efektivitas program prioritas nasional di tingkat desa.
Defisit Anggaran terus melanjutkan tren penyempitan, pada akhir bulan Mei 2025 tercatat defisit sebesar Rp7,71 triliun, atau menyempit -19,28% (yoy). Strategi defisit fiskal di tengah efisiensi anggaran menggambarkan bahwa APBN masih berperan penting sebagai peredam guncangan (shock absorber) atas dampak ketidakpastian perekonomian global untuk menjaga daya beli masyarakat melalui Belanja Negara dan Transfer Ke Daerah di Lampung.
Progres Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung
Provinsi Lampung mencatatkan capaian sebagai provinsi pertama di Indonesia yang berhasil menyelesaikan 100% pelaksanaan musyawarah desa khusus (musdesus) di seluruh 2.651 desa/kelurahan, sebagai bagian dari tahapan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Secara khusus, Kabupaten Way Kanan menjadi daerah dengan jumlah pembentukan unit KDMP terbanyak, yakni mencapai 311 unit. Posisi berikutnya ditempati oleh Kabupaten Pesisir Barat dengan 302 unit, dan Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak 264 unit. Capaian ini diharapkan dapat mempercepat proses penguatan kelembagaan ekonomi desa serta mengakselerasi penguatan fondasi kapasitas koperasi untuk dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan.
Progres Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) di Provinsi Lampung
Sejak tanggal 14 Maret 2025, Pemerintah telah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 4 Tahun 2025 yang mereformasi mekanisme penyaluran tunjangan profesi guru. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi, ketepatan waktu, dan efisiensi dalam penyaluran dana tunjangan.
Penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, melalui transfer langsung dari Rekening Kas Negara kepada rekening Guru ASN Daerah tanpa melalui perantara.
Total pagu anggaran TPG di regional Lampung tahun 2025 mencapai Rp2,12 triliun dengan realisasi salur bruto s.d. 31 Mei 2025 mencapai Rp462,26 miliar, atau 21,79% dari pagu. Jumlah tersebut telah menyentuh sebanyak 38.240 guru di seluruh provinsi Lampung. Penyaluran TPG merupakan upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan motivasi dan kesejahteraan pendidik, sekaligus instrumen penting untuk meningkatkan peran guru dalam mewujudkan kualitas pendidikan nasional yang unggul.

