
SP – 010/WPB.08/2025
Ekonomi Lampung Tumbuh Kuat, Kinerja APBN Sehat, dan Program Revitalisasi Sekolah Berjalan Akseleratif
Bandar Lampung, 28 November 2025 – Perekonomian Lampung pada triwulan III 2025 menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global. Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04% (yoy), 9,33% (qtq), dan 5,19% (ctc), menjadi pertumbuhan tertinggi ketiga di Sumatera. Pada sisi APBN Regional Lampung juga mencatatkan kinerja yang baik dengan Penerimaan Negara tumbuh 10,53% (yoy) dan Belanja Negara terkontraksi 7,42% (yoy) mencerminkan pergeseran prioritas. Program Revitalisasi Sekolah melalui skema DAK Fisik dan Bantuan Pemerintah menunjukkan progres yang signifikan dengan capaian realisasi masing-masing 69,52% (yoy) dan 77,64% (yoy).
Kondisi Makro Ekonomi Lampung Positif, Optimis Tumbuh Hingga Akhir Tahun
Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan III 2025 tumbuh positif sebesar 5,04% (yoy), yang ditopang oleh giat konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 60,49% dari PDRB atau tumbuh sebesar 4,94% (yoy).
Iklim investasi juga terus membaik. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,05% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya (5,31%), didorong lonjakan realisasi investasi domestik 239,52% dan investasi asing 10,14% (yoy). Sejalan dengan itu, kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren positif, tercermin dari IPM Lampung 2025 sebesar 73,98 (naik 0,85) dan penurunan penduduk miskin menjadi 887,02 ribu orang (10,00%), turun 52,28 ribu orang dibanding tahun lalu.
Kinerja komoditas unggulan Lampung (batubara, CPO, dan kopi) meningkat karena harga referensi global yang meningkat. Dari sisi stabilitas harga, inflasi Oktober 2025 tercatat rendah di angka 1,20% (yoy) dan 0,23% (mtm), dengan kenaikan pada harga emas perhiasan.
Neraca perdagangan tetap mencatat surplus US$462,11 juta, meski ekspor dan impor per September 2025 mengalami penurunan masing-masing 20,38% (mtm) dan 47,26% (mtm).
APBN Lampung Oktober 2025: Pendapatan Tumbuh Dua Digit dan Belanja Lebih Efisien
Per 31 Oktober, Kinerja APBN Regional Lampung melanjutkan tren positif. Pendapatan Negara tercatat sebesar Rp9.102,86 miliar, mencapai 81,70% dari target dan tumbuh 10,53% (yoy). Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh Pajak Perdagangan Internasional yang meningkat signifikan 146,81% (yoy) dengan realisasi Rp2.039,29 miliar.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga bertumbuh 5,19% (yoy) dengan total realisasi sebesar Rp1.361,50 miliar, didorong oleh realisasi Pendapatan BLU sejumlah Rp640,60 miliar (tercapai 94,85% dari target) dan PNBP Lainnya sejumlah Rp720,90 miliar (tercapai165,88% dari target).
Sementara itu, Realisasi Belanja Negara mencapai Rp25.579,75 miliar, tersalur 81,14% dari pagu, terkontraksi 7,42% (yoy), mencerminkan pergeseran prioritas belanja negara. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terealisasi Rp6.705,33 miliar atau 71,79% pagu, terkontraksi 15,93% (yoy) terutama pada Belanja Barang dan Belanja Modal. Sedangkan Belanja TKD telah mencapai Rp18.874,42 miliar atau 85,08% dari target salur, terkontraksi 3,96% (yoy) akibat penurunan salur komponen belanja DAK Fisik dan Non Fisik, Dana Desa, dan Insentif Fiskal.
Defisit APBN Regional Lampung konsisten terkendali, dengan jumlah Rp16.476,89 miliar, menyempit 15,04% dibandingkan tahun lalu. Defisit yang lebih terkendali ini menegaskan bahwa APBN tetap mampu berfungsi sebagai peredam gejolak (shock absorber), menjaga stabilitas fiskal, daya beli masyarakat, dan kesinambungan pembangunan daerah di tengah dinamika ekonomi global.
Progres Program Revitalisasi Bangunan Sekolah Berjalan Baik
Program revitalisasi sekolah menjadi salah satu fokus strategis pemerintah di Provinsi Lampung, sebagai salah satu instrumen penguatan kualitas SDM melalui perbaikan dan pembangunan fasilitas layanan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas.
Hingga 21 November 2025, program strategis revitalisasi sekolah telah dilaksanakan melalui dua skema yaitu melalui DAK Fisik dan Bantuan Pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada skema DAK Fisik, anggaran sebesar Rp51,73 miliar telah terealisasi dari pagu Rp74,42 miliar (69,52%) dengan total 643 dari 648 sekolah telah menyelesaikan kesepakatan kontrak. Selanjutnya, realisasi bantuan pemerintah untuk revitalisasi sekolah telah mencapai Rp399,5 miliar dari total pagu Rp514,5 miliar (77,64%), mencakup 627 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA.
Dengan perekonomian Lampung yang terus mampu tumbuh, kinerja APBN yang solid, dan progres positif program revitalisasi sekolah, pemerintah optimis dapat menjaga momentum pembangunan hingga akhir tahun 2025.

