
SP – 011/WPB.08/2025
Optimisme Akhir Tahun: APBN Lampung Resilien Ditopang Pemulihan Industri dan Kinerja Ekspor
Bandar Lampung, 30 Desember 2025 – Hingga akhir November 2025, kinerja APBN Regional Lampung menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika pelonggaran moneter global dan fluktuasi harga komoditas. Pertumbuhan pendapatan negara tetap terjaga positif didukung oleh performa ekspor yang solid serta pemulihan aktivitas industri manufaktur.
Dinamika Global dan Volatilitas Harga Komoditas
Dinamika moneter global mulai menunjukkan arah pelonggaran yang cukup signifikan seiring dengan keputusan The Fed untuk menurunkan suku bunga ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Meskipun demikian, transmisi kebijakan tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat harga komoditas global secara merata. Harga Batubara Acuan (HBA) pada periode kedua November mencatatkan koreksi ke level US$102,03 per Ton atau turun sebesar 1,65% (mtm) mengikuti sentimen pasar yang cenderung melemah serta melimpahnya stok di negara mitra utama seperti Tiongkok dan India dalam menghadapi musim dingin. Di sisi lain, salah satu ekspor komoditas unggulan Provinsi Lampung menikmati kenaikan harga komoditas yang impresif, di mana harga kopi Robusta global berhasil mencapai titik tertinggi tahunannya pada level US$413,00 per Pound dengan kenaikan 5,33% (mtm), sementara harga referensi Crude Palm Oil (CPO) masih diatur stabil dan tinggi pada level US$963,75 per Metric Ton.
Pemulihan Sektor Industri dan Kinerja Perdagangan Luar Negeri
Sektor industri dan perdagangan luar negeri di level nasional dan Provinsi Lampung menunjukkan sinyal pemulihan yang semakin solid pada penghujung tahun ini. Kondisi tersebut tercermin dari Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang menguat ke level 53,3 yang menandakan aktivitas produksi berada dalam zona ekspansi yang cukup kuat. Aktivitas perdagangan luar negeri Lampung pada Oktober 2025 juga mencatatkan capaian yang baik dengan surplus sebesar US$480,50 juta. Pertumbuhan ekspor yang impresif sebesar 13,07% (mtm) didominasi oleh lonjakan volume pada industri pengolahan serta sektor pertambangan. Menariknya, sisi impor turut mengalami kenaikan sebesar 15,70% (mtm) yang secara khusus digerakkan oleh pemenuhan kebutuhan bahan baku penolong yang melonjak hingga 78,57% (mtm), memberikan indikasi akan adanya peningkatan kapasitas produksi industri domestik di periode mendatang.
Kinerja Fiskal Regional: Pendapatan Tumbuh dan Anggaran Efisien
Hingga akhir November 2025, kinerja fiskal regional Lampung menunjukkan resiliensi dengan total Pendapatan Negara mencapai Rp10.232,34 miliar. Angka ini setara dengan 93,07% dari target tahunan dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,51% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian positif ini merupakan hasil dari akselerasi Pajak Perdagangan Internasional yang tumbuh sebesar 102,78% didorong oleh penerimaan Bea Keluar akibat kenaikan harga komoditas global (utamanya Batu Bara dan CPO), serta didukung oleh pertumbuhan PNBP yang konsisten positif. Dari sisi pengeluaran, Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp29.215,16 miliar atau 91,29% dari pagu yang ditetapkan. Meskipun terjadi kontraksi belanja sebesar 5,07% (yoy) akibat adanya efisiensi dan pergeseran prioritas pada belanja modal dan barang, pemerintah tetap mengoptimalkan penyaluran pada komponen Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kondisi fiskal ini menghasilkan defisit anggaran regional yang menyempit sebesar 11,43% (yoy), yang merefleksikan efisiensi fiskal yang lebih ketat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Progres Implementasi Program Sekolah Rakyat di Lampung
Pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam mendorong keberhasilan Program Strategis Pemerintah, salah satunya adalah Sekolah Rakyat (SR) rintisan di Lampung. Saat ini, realisasi anggaran fisik telah dimulai dengan penyerapan sebesar Rp12,2 miliar atau 7,26% dari total pagu Rp168,1 miliar, yang menjadi basis penting bagi pembangunan tahap-tahap selanjutnya. Guna memastikan kelancaran pengerjaan jangka panjang, pemerintah kini tengah memantapkan proses administrasi kontrak tahun jamak (multi-years contract) sebagai strategi keberlanjutan proyek. Sejalan dengan semangat pemerataan, upaya perluasan jangkauan ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta upaya persiapan lahan di kawasan Kota Baru terus dioptimalkan melalui koordinasi yang semakin erat antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi antar instansi menjadi kunci utama guna memastikan kehadiran Sekolah Rakyat segera memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Lampung.

