Mataram – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Refreshment, Evaluasi Maturity Rating, dan Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Aula KPPN Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan pengelola satuan kerja BLU lingkup Provinsi NTB, serta jajaran pejabat dan pegawai Kanwil DJPb Provinsi NTB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan BLU melalui pemahaman yang lebih komprehensif terhadap perkembangan kebijakan, evaluasi kinerja, serta strategi peningkatan nilai maturity rating BLU.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB menyampaikan bahwa BLU memiliki peran strategis sebagai instrumen pemerintah dalam memberikan layanan kepada masyarakat secara lebih fleksibel, efektif, dan berorientasi pada hasil. Selain berfokus pada pelayanan publik, BLU juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara Kanwil DJPb dan seluruh satuan kerja BLU untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan serta capaian maturity rating pada tahun 2026.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Dedi Wahyu Winoto, yang menyampaikan perkembangan kebijakan evaluasi BLU. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa penilaian kinerja BLU saat ini dilakukan melalui integrasi beberapa instrumen, yaitu BLU Maturity Rating, 9 Box Performance, dan Analisis Laporan Keuangan BLU, yang menjadi dasar pemetaan kinerja serta pengambilan kebijakan strategis.
Berdasarkan hasil Maturity Rating Tahun 2024, nilai BLU lingkup Kanwil DJPb Provinsi NTB tercatat masih perlu ditingkatkan agar mencapai level minimal 3 yang mencerminkan tata kelola BLU yang baik. Evaluasi ke depan juga akan diperluas dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu compliance, governance, dan performance, serta didukung oleh penyempurnaan sistem penilaian yang terintegrasi melalui aplikasi SAKTI dan BIOS.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan BLU, antara lain Universitas Mataram, UIN Mataram, Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, dan Poltekkes Kemenkes Mataram. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari mekanisme penerbitan rapor kinerja BLU, strategi peningkatan nilai maturity rating, pemenuhan dokumen tata kelola, hingga upaya mempertahankan status BLU melalui penguatan layanan dan pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
Melalui forum diskusi tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai area-area yang masih memerlukan perbaikan, sekaligus berbagai praktik baik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi. Kegiatan juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar-BLU dalam menghadapi tantangan pengelolaan layanan dan keuangan yang semakin dinamis.
Sebagai tindak lanjut, Kanwil DJPb Provinsi NTB mendorong seluruh satuan kerja BLU untuk melakukan reviu dan evaluasi mendalam terhadap hasil penilaian Maturity Rating Tahun 2024 guna mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki. Kanwil DJPb Provinsi NTB juga menargetkan seluruh BLU di wilayah NTB dapat mencapai nilai maturitas tata kelola minimal 3 pada tahun 2026, yang akan dikawal melalui agenda evaluasi lanjutan pada semester II tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJPb Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas tata kelola BLU, memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, serta mendorong peningkatan kualitas layanan publik yang diberikan oleh satuan kerja BLU kepada masyarakat.


