Contact Center Pengaduan
Telepon: 0878-6436-8355 
Email: skkintb@gmail.com

#UangKita APBN NTB Semester I 2026: Penerimaan Melonjak, Belanja Tetap Ekspansif untuk Menjaga Pertumbuhan dan Kesejahteraan Daerah

 

Mataram, 21 Juli 2026 

  1. Perkembangan APBN per 30 Juni 2026

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 30 Juni 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Di tengah berbagai dinamika ekonomi, APBN tetap berperan sebagai instrumen utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menjaga pelayanan publik, serta mendorong pembangunan di daerah.

  1. Hingga Juni2026, realisasi Penerimaan Pajak tercatat sebesar Rp406,54 miliar. Struktur penerimaan ini masih didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp714,14 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp347,58 miliar. Berdasarkan pertumbuhan, penerimaan pajak tumbuh 9,88% secara tahunan (y-on-y), didorong oleh kenaikan komponen Pajak Lainnya. Berdasarkan jenis pajak, Pajak Penghasilan (PPh) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 50,77% diikuti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 24,71% yang mencerminkan bahwa penghasilan dan konsumsi masyarakat terus bertumbuh. Dari sisi sektor usaha, penerimaan didominasi oleh Administrasi Pemerintah (39,15%), Perdagangan (17,74%), dan Jasa Keuangan (7,23%).
  2. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencatat kinerja yang sangat signifikan dengan realisasi Rp1.468,15 Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan Bea Keluar yang tumbuh 8.245,10% secara tahunan (y-o-y), sejalan dengan tingginya realisasi ekspor konsentrat tembaga PT AMMAN Mineral pada Januari - April 2026. Cukai juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,83% dan diharapkan terus meningkat seiring dengan perbaikan kinerja cukai HT. Di sisi lain, Bea Masuk mengalami koreksi sebesar 31,67% seiring dengan penurunan volume importasi bahan baku dan bahan penolong pertambangan serta barang modal pertambangan.
  3. Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp414,4miliar atau 457,08% dari target. Pendapatan BLU membukukan pertumbuhan positif sebesar 4,72%, yang utamanya ditopang oleh peningkatan pendapatan jasa layanan rumah sakit dan jasa layanan pendidikan. Sementara itu, komponen PNBP Lainnya juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,07% secara nominal menunjukkan adanya perbaikan kinerja penerimaan yang bersifat menyeluruh.
  4. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp141,73 miliar atau 44,26% dari pagu.Realisasi belanja ini mencatat pertumbuhan positif secara tahunan (y-o-y), dengan fokus pada pembangunan infratruktur pelayanan publik di daerah. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Belanja Modal sebesar 253,32%, diikuti Belanja Barang sebesar 38,26%, dan Belanja Pegawai sebesar 26,50%. Adapun komponen Belanja Bantuan Sosial mengalami koreksi sebesar 63,43% seiring dengan penyesuaian kebijakan belanja pemerintah pusat.
  5. Transfer ke Daerah (TKD) telah disalurkan sebesar Rp678,08miliar atau 54,30% dari pagu. Secara nominal, realisasi TKD mengalami kontraksi sebesar 17,66% (y-o-y), namun secara persentase penyaluran tumbuh positif sebesar 7,57%. Penurunan nominal tersebut terutama dipicu oleh kontraksi pada DAK Fisik sebesar 88,57% dan Dana Bagi Hasil sebesar 80,16%. Di sisi lain, DAK Nonfisik mencatat pertumbuhan positif sebesar 10,49% (y-o-y). Penyaluran DAK Nonfisik yang mencakup Bantuan Operasional Sekolah, Bantuan Operasional Kesehatan, dan Tunjangan Profesi Guru Daerah memberikan dampak langsung bagi pemenuhan layanan dasar masyarakat NTB.
  6. Realisasi belanja yang ekspansif tersebut menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan dan kesejahteraan daerah. APBN juga berperan aktif dalam mendukung program prioritas nasional di NTB, antara lain Program Makan Bergizi Gratis dengan realisasi Rp2,02 triliun dan 1,89 juta penerima manfaat, Program Koperasi Desa Merah Putih dengan 1.172unit yang telah berbadan hukum, serta Program Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di 5 lokasi. Sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.

 

  1. Perkembangan Perekonomian Regional NTB bulan Juni 2026
  2. Neraca Perdagangan NTB pada Juni 2026 mencatatkan surplus kumulatif yang sangat signifikan sebesar USD 241,54 juta. Ekspor s.d. Juni2026 tercatat sebesar USD 1.287,44 juta, dengan kontribusi ekspor bulan Juni mencapai USD 74,02 juta, yang ditopang oleh komoditas konsentrat tembaga, katoda, dan mutiara. Nilai impor terjaga pada angka USD 45,90 juta secara kumulatif, sehingga mencerminkan posisi surplus perdagangan yang kokoh. Kinerja ekspor ini tumbuh sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, didorong oleh eksportasi konsentrat tembaga dan katoda dari smelter PT AMMAN Mineral.
  3. Dari sisi stabilitas harga, NTB mencatatkan Inflasi Tahunan (y-o-y) sebesar 3,55% pada Juni2026, sangat tipis di atas rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5%±1%. Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjalankan langkah-langkah mitigasi guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat NTB.
  4. Indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan tren yang menggembirakan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni2026 tercatat sebesar 130,95, sementara Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat ke angka 110,85. Tingkat Pengangguran Terbuka berhasil ditekan menjadi 2,99% pada Februari 2026, persentase penduduk miskin menurun menjadi 11,38%, dan Gini Ratio tercatat sebesar 0,364, mencerminkan adanya perbaikan dalam distribusi pendapatan masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi NTB pada Triwulan I 2026 mencatatkan angka yang sangat impresif sebesar 13,64% (y-o-y), didorong secara signifikan oleh lonjakan ekspor dan peningkatan aktivitas sektor pertambangan, dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,62 triliun. Pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ini dengan mendorong pengembangan sektor-sektor potensial lain di Nusa Tenggara Barat guna meningkatkan kesejahteraan yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Dengan pengelolaan fiskal yang hati-hati, prudent, dan tepat sasaran, Pemerintah optimis NTB dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat sepanjang tahun 2026

 

Peta Situs   |  Email Kemenkeu   |   FAQ   |   Prasyarat   |   Hubungi Kami

Kontak Kami

Hak Cipta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI
Manajemen Portal Kanwil DJPb Provinsi Nusa Tenggara Barat
Jl. Majapahit No.10, Kekalik Jaya, Kec. Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83127
Call Center: 14090
Tel: 03706436226402

IKUTI KAMI

 

PENGADUAN

 

Search