#UangKita untuk NTB: Pendapatan Negara Tumbuh Signifikan, Belanja Terus Diakselerasi Untuk Pembangunan NTB
Mataram, 26 Agustus 2026
- Perkembangan APBN per 31 Juli 2026
Kinerja fiskal di Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga 31 Juli 2026 terus menunjukkan tren positif tercermin dari lonjakan pendapatan negara dan belanja yang optimal. Pendapatan negara berhasil terealisasi sebesar Rp3.683,34 miliar atau 71,38% dari target. Di sisi lain, realisasi belanja negara mencapai Rp13.650,53 miliar atau 55,27% dari total pagu yang dialokasikan. Capaian ini menegaskan peran krusial APBN sebagai instrumen penjaga stabilitas ekonomi regional.
- Hingga Juli 2026, realisasi Penerimaan Pajak tercatat sebesar Rp1.665,32 miliar. Struktur penerimaan ini masih didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp818,17 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp436,4 miliar. Lonjakan penerimaan pajak ini didorong oleh pertumbuhan Pajak lainnya sebesar 27,38% (y-on-y) diikuti oleh Pajak Pertambahan Nilai sebesar 19,60% (y-o-y) serta Pajak Penghasilan sebesar 1,45% (y-o-y), yang mencerminkan kekuatan konsumsi domestik dan penghasilan masyarakat.
- Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai kinerja luar biasa dengan realisasi Rp1.517,87 miliar, didominasi oleh Bea Keluar Rp1.483,93 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan drastis pada Bea Keluar yang tumbuh 813,7% (y-o-y), sejalan dengan tingginya realisasi ekspor konsentrat tembaga akibat kebijakan relaksasi ekspor pada Januari – April 2026. Komponen Cukai juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,27% (y-o-y), sementara Bea Masuk terkontraksi 32,01% (y-o-y) akibat penurunan impor bahan modal dan bahan baku.
- Realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp500,15 miliar atau 32,71% dari target. Pendapatan BLU menyumbang pertumbuhan positif sebesar 10,71% (y-o-y), yang utamanya ditopang oleh peningkatan jasa layanan pendidikan. Komponen PNBP Lainnya juga tumbuh sebesar 2,76% ditopang oleh pendapatan paspor dan keimigrasian.
- Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terealisasi sebesar Rp983,62 miliar atau 51,72% dari pagu. Pertumbuhan belanja ini didorong oleh akselerasi Belanja Pegawai (naik 26,28% y-o-y), Belanja Barang (naik 42,60% y-o-y), serta lonjakan Belanja Modal sebesar 218,85% y-o-y untuk proyek infrastruktur strategis daerah.
- Transfer ke Daerah (TKD) telah disalurkan sebesar Rp8.666,91 miliar atau 57,54% dari pagu. Realisasi TKD ini secara persentase tumbuh positif 2,58% (y-o-y), terutama realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 9,23% (y-o-y) untuk mendukung layanan dasar masyarakat.
- Realisasi fiskal yang terjaga ini membuktikan bahwa APBN tetap berfungsi sebagai shock absorber yang efektif. Lebih lanjut, sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan serapan anggaran dan menjaga kualitas pelayanan publik menjadi kunci utama. Melalui kombinasi ketahanan fiskal tersebut, percepatan belanja di berbagai sektor ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang optimal terhadap aktivitas ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, serta terus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
- Perkembangan Perekonomian Regional NTB bulan Juli 2026
- Neraca Perdagangan NTB sampai dengan Juli 2026 mencatatkan surplus yang sangat signifikan sebesar USD 1.392,56 juta. Secara kumulatif s.d. Juli 2026, neraca perdagangan melonjak 59,47% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja impresif ini didorong oleh nilai ekspor yang mencapai USD 1.443,34 juta, terutama dari sektor pertambangan melalui konsentrat tembaga, sementara nilai impor terjaga di angka USD 50,78 juta.
- Dari sisi harga, NTB mencatatkan Inflasi Tahunan (y-o-y) sebesar 3,01% dan mengalami deflasi bulanan (m-t-m) sebesar 0,35%. Penurunan inflasi ini utamanya dipicu oleh melimpahnya pasokan bahan pangan pokok akibat masuknya musim panen raya hortikultura serta adanya koreksi harga komoditas global. Pemerintah melalui TPID terus melakukan langkah mitigasi seperti operasi pasar guna memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga.
- Indikator kesejahteraan produsen kondisi yang kuat dan stabil. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB mencapai 127,83 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai 113,90. Kedua angka ini berada jauh di atas ambang batas 100 yang menandakan bahwa sektor pertanian dan perikanan di NTB berada dalam kondisi sangat sehat dan produktif.
- Pertumbuhan Ekonomi NTB tetap solid dengan mencatatkan angka 7,41% (y-o-y), didukung oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 56,19% terhadap PDRB serta Penanaman Modal Tetap Bruto yang menyumbang 32,11% terhadap PDRB. Dengan fondasi ekonomi makro yang kuat dan dukungan fiskal dari #UangKita, Provinsi NTB optimis dapat mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
***
Narahubung Media:
|
Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian KeuanganJl. Majapahit No. 10, Mataram. |
Laman : djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/ntbSurel : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.Telepon : 0813 9848 4737 (Cahyo Nugroho) |
|
|
kanwildjpbntb |
djpbntb |
Kanwil DJPb Provinsi NTB |


