
Perekonomian Papua Triwulan I 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 1,48 persen (y-o-y), Peningkatan mayoritas lapangan usaha merupakan pemicu pertumbuhan tersebut, walaupun lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang merupakan penyumbang ekonomi utama Papua mengalami kontraksi -2,35 persen.Pada bulan Maret 2020, gabungan 3 kota IHK (Jayapura, Merauke, dan Timika) di Papua mengalami deflasi sebesar 0,92 persen. Deflasi di 3 kota IHK terjadi akibat penurunan harga barang dan jasa pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok kesehatan; kelompok transportasi; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Jumlah pengangguran di Papua pada Februari 2020 mencapai 66.296 orang, meningkat 4.411 orang dibandingkan Februari 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Papua pada Februari 2020 mencapai 3,62 persen atau turun sebesar 0,03 persen dibandingkan kondisi pada bulan Agustus 2019. Dalam pelaksanaan APBN, realisasi pendapatan negara mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi pendapatan negara triwulan I 2020 mencapai Rp1,86 triliun atau 16,9 persen dari target sebesar Rp11,03 triliun. Realisasi belanja Negara triwulan I 2020 mencapai Rp8,51 triliun atau 13,3 persen dari alokasi pagu. Realisasi penyaluran TKDD triwulan I 2020 sebesar Rp6,74 Triliun atau 14,2 persen dari alokasi pagu Rp47,30 Triliun. Salah satu penyebab masih belum optimalnya serapan anggaran pada triwulan I-2020 dikarenakan adanya dampak pandemi Covid-19 yang membuat aktifitas pemerintahan tidak berjalan maksimal, sehingga pelaksanaan proyek dan kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan untuk sementara waktu.
Dalam pelaksanaan APBD triwulan I 2020, realisasi pendapatan daerah sebesar Rp7,09 triliun atau 13,05 persen dari target, sedangkan dari sisi belanja pagu belanja sebagian besar masih dialokasikan untuk memenuhi belanja pegawai dan belanja barang. Adapun realisasi belanja sampai dengan triwulan I 2020 baru mencapai Rp3,75 triliun atau sebesar 8,22 persen dari pagu.
Kajian Fiskal Regional Provinsi Papua Triwulan I 2020 selengkapnya dapat diakses melalui http://bit.ly/KFRPapuaTw12020





