
Kendari - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara terus berkomitmen meningkatkan kompetensi pegawainya di bidang analisis kebijakan fiskal. Pada Selasa, 7 Juli 2026, bertempat di Ruang Mini TLC Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara, digelar kegiatan Sharing Session bertajuk “Analisis Dampak Treasury terhadap Sektor-Sektor Perekonomian”.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Analisis Dampak Treasury terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan. Melalui forum berbagi pengetahuan ini, pegawai yang telah mengikuti PJJ menularkan ilmu dan wawasan yang diperoleh kepada rekan-rekan sejawat, sekaligus memperkuat kapasitas kolektif dalam memahami pendekatan penelitian untuk menganalisis dampak treasury terhadap perekonomian.
Sharing session ini dihadiri oleh seluruh jajaran Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I, yang terdiri atas Kepala Bidang, para Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran IA, IB, IC, dan ID, serta seluruh pelaksana di lingkungan bidang tersebut. Materi disampaikan oleh Imam Wahyudi selaku narasumber, yang sebelumnya mewakili Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengikuti Pelatihan Jarak Jauh tersebut.
Dalam pemaparannya, Imam Wahyudi mengulas empat pokok bahasan utama. Pertama, dasar-dasar kebijakan fiskal, yang mencakup urgensi dan konteks global, hubungan kebijakan fiskal dan moneter, berbagai instrumen kebijakan fiskal, peran kebijakan fiskal dalam perekonomian, hingga keterkaitan kebijakan fiskal antara pusat dan daerah.
Kedua, pengantar Government Spending Analysis, yang menjelaskan konsep dasar Public Expenditure Management (PEM), gambaran umum Public Expenditure Analysis (PEA), serta keterkaitannya dengan Spending Review.
Ketiga, metode analisis data, mulai dari pengertian dasar metode analisis, pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penerapan data analytics di bidang keuangan, praktik penggunaan Excel dan aplikasi Orange, hingga teknik analisis parametrik, non-parametrik, dan mixed methods.
Keempat, simulasi analisis dampak kebijakan fiskal terhadap perekonomian, yang membahas cara memperoleh data dari para pemangku kepentingan, pengelolaan data, metode analisis data perbendaharaan, teknik penyajian hasil analisis, hingga cara menarik kesimpulan yang logis dan aplikatif.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, diwarnai diskusi aktif antarpeserta dalam mendalami metodologi penelitian serta penerapannya pada berbagai tugas dan fungsi di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara. Melalui sharing session ini, diharapkan kapasitas pegawai dalam menganalisis dampak treasury terhadap sektor-sektor perekonomian dapat semakin komprehensif dan kontekstual, sehingga turut mendorong peningkatan kualitas penyusunan laporan-laporan strategis di lingkungan Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara.



