
Kendari, Juli 2026. Perekonomian regional Sulawesi Tenggara pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 6,23% (y‑on‑y). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp52,55 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp30,28 triliun. Pada Juni 2026, inflasi Sulawesi Tenggara mencapai 4,68% (y‑on‑y), dengan Indeks Harga Konsumen 114,60; inflasi m‑to‑m 1,29%; dan inflasi y‑to‑d 4,55%. Di sisi perdagangan, neraca perdagangan Sulawesi Tenggara pada Mei 2026 mencatat defisit US$163,82 juta, dengan ekspor US$215,93 juta dan impor US$379,76 juta. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, posisi neraca perdagangan melemah sebesar US$401,24 juta atau 169%.
Realisasi belanja APBN regional Sulawesi Tenggara sampai dengan 30 Juni 2026 mencapai Rp11.336,91 miliar atau 52,82% dari pagu Rp21.464,96 miliar dan tumbuh 0,85% (y‑on‑y). Pada periode yang sama, pendapatan negara mencapai Rp2.897,04 miliar atau 48,57% dari target Rp5.966,52 miliar, tumbuh 45,41% (y‑on‑y). Defisit APBN regional tercatat Rp8.439,87 miliar atau 40,70% dari pagu defisit dan menurun 8,75% dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan serta akselerasi Belanja Pemerintah Pusat.
PENDAPATAN NEGARA Penerimaan Perpajakan
Realisasi penerimaan perpajakan di Sulawesi Tenggara sampai dengan 30 Juni 2026 mencapai Rp2.355,10 miliar atau 44,98% dari target dan tumbuh 54,38% (y‑on‑y). Capaian tersebut terdiri atas pajak dalam negeri Rp2.048,01 miliar yang tumbuh 46,29% dan pajak perdagangan internasional Rp307,09 miliar yang tumbuh 144,61%. Realisasi pajak perdagangan internasional telah mencapai 192,17% dari target tahun 2026.
Pada kelompok pajak dalam negeri, Pajak Penghasilan terealisasi Rp934,26 miliar dan tumbuh 9,05%; Pajak Pertambahan Nilai Rp467,99 miliar dan tumbuh 101,26%; Pajak Bumi dan Bangunan Rp45,08 miliar dan tumbuh 157,62%; serta Pajak Lainnya Rp600,23 miliar dan tumbuh 106,06%. Dari sisi kepabeanan, penerimaan Bea Masuk mencapai Rp306,54 miliar atau 191,80% dari target, dengan pertumbuhan 145,06% dibandingkan periode yang sama tahun 2025
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Penerimaan PNBP di Sulawesi Tenggara sampai dengan 30 Mei 2026 mencapai Rp458,04 miliar atau sebesar 62,70% dari target yang ditetapkan. Penerimaan PNBP ini tumbuh sebesar 15,05% bila dibanding dengan penerimaan tahun lalu. Capaian PNBP tersebut, terdiri dari penerimaan penerimaan PNBP lainnya sebesar Rp284,57 miliar yang tumbuh sebesar 18,40% serta dari pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp173,46 miliar yang tumbuh signifikan sebesar 9,94%.
BELANJA NEGARA Belanja Pemerintah Pusat
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat sampai dengan 30 Juni 2026 mencapai Rp4.159,11 miliar atau 52,90% dari pagu dan meningkat 45,33% (y‑on‑y). Belanja Pegawai terealisasi Rp2.295,13 miliar atau 63,16% dari pagu dan tumbuh 26,96%, antara lain dipengaruhi penambahan pegawai PPPK pada berbagai satuan kerja. Belanja Barang mencapai Rp1.147,25 miliar atau 42,00% dari pagu dan tumbuh 41,24%, terutama untuk kebutuhan operasional satuan kerja.
Belanja Modal mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 203,47% dengan realisasi Rp712,91 miliar atau 47,90% dari pagu. Salah satu dukungan strategisnya adalah pembangunan Sekolah Rakyat melalui kegiatan Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pendidikan, yang telah terealisasi Rp241,94 miliar dari pagu Rp395,37 miliar. Sementara itu, Belanja Bantuan Sosial terealisasi Rp3,81 miliar atau 46,73% dari pagu dan mengalami kontraksi 43,83%.
Transfer ke Daerah (TKD)
Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sampai dengan 30 Juni 2026 mencapai Rp7.131,71 miliar atau 52,43% dari pagu Rp13.602,91 miliar. Nilai penyaluran tersebut mengalami kontraksi 14,33% (y‑on‑y), seiring penurunan pagu TKD sebesar Rp5,81 triliun dibandingkan tahun anggaran sebelumnya.
Dana Alokasi Umum telah disalurkan Rp5.001,21 miliar atau 56,11% dari pagu, namun turun 4,58% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana Bagi Hasil terealisasi Rp457,33 miliar atau 39,57% dari pagu dan terkontraksi 45,26%. Sebaliknya, DAK Nonfisik tumbuh 7,65% dengan realisasi Rp1.375,40 miliar atau 47,85% dari pagu.
Penyaluran Dana Desa mencapai Rp284,98 miliar atau 53,19% dari pagu dan turun 62,80% (y‑on‑y). Penurunan tersebut sejalan dengan kontraksi pagu Dana Desa sebesar 62,79% yang dialihkan untuk pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. DAK Fisik baru terealisasi Rp12,80 miliar atau 10,37% dari pagu dan terkontraksi 92,85%, antara lain karena petunjuk teknis penyaluran baru terbit sekitar Mei 2026.
KINERJA APBD REGIONAL
Target pendapatan daerah dalam APBD Sulawesi Tenggara tahun 2026 sebesar Rp19.200,55 miliar, sedangkan pagu belanja daerah Rp19.808,98 miliar. Sampai dengan 30 Juni 2026, pendapatan daerah terealisasi Rp8.192,67 miliar atau 42,67% dari target dan menurun 7,44% (y‑on‑y). Pendapatan Asli Daerah tumbuh 9,09% menjadi Rp1.816,42 miliar, sementara pendapatan transfer turun 11,12% menjadi Rp6.356,12 miliar.
Realisasi belanja daerah mencapai Rp7.229,74 miliar atau 36,50% dari pagu dan tumbuh 2,45% (y‑on‑y). Belanja Operasi meningkat 11,16% menjadi Rp6.310,43 miliar, sedangkan Belanja Modal turun 31,31% menjadi Rp283,34 miliar dan Belanja Transfer turun 28,95% menjadi Rp627,72 miliar. Dengan surplus Rp962,93 miliar dan pembiayaan neto Rp426,33 miliar, SiLPA APBD konsolidasi tercatat Rp1.389,26 miliar. Pemerintah daerah didorong untuk mempercepat pelaksanaan belanja APBD serta pemenuhan persyaratan penyaluran TKD agar manfaat fiskal lebih cepat dirasakan masyarakat.
PROGRAM PRIORITAS NASIONAL
Terdapat program strategis pemerintah seperti Sekolah Rakyat telah terealisasi 71,29% dari anggaran Rp395 miliar, program ketahanan pangan dari anggaran yang tertagging pada Satuan Kerja di Sulawesi Tenggara telah terealisasi 22,35%. Selain belanja program strategis pemerintah melalui Satuan Kerja di Sulawesi Tenggara, terdapat juga belanja Program Strategis Pemerintah yang dilaksanakan langsung oleh K/L secara terpusat seperti MBG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 675.482 dan jumlah SPPG 252, Program FLPP telah terjual 2.851 unit rumah dengan nilai FLPP yang disalurkan Rp355,01 miliar serta KDMP dan KKMP yang telah terbentuk sebanyak 2.273 koperasi. Selain itu juga terdapat program prioritas lain seperti Revitalisasi Sekolah dimana pada tahun 2026 Sulawesi Tenggara mendapat kuota sebanyak 141 sekolah, 1
Sekolah Garuda di Konawe Selatan, serta ketahanan energi berupa Pembangunan 6 unit pembangkit EBT dengan kapasitas 27,9 Megawatt.



