Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara kunjungi Sulut. Dalam kunjungannya ke Gedung Keuangan Negara kamis (14/10) kemarin, Wamen diagendakan melakukan monev joint program antara Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai. Dalam kesempatan yang sama, Wamen juga menerima laporan perkembangan ekonomi daerah termasuk progres realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit Ultra Mikro (UMi).
Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulut Ratih Hapsari Kusumawardani. “Seluruh Kakanwil dari empat eselon satu Kementerian Keuangan melaporkan pelaksanaan tugas dan fungsi kepada Beliau. Khusus untuk Ditjen Perbendaharaan, kami melaporkan perkembangan ekonomi dan fiskal daerah serta isu-isu strategis dalam pelaksanaan APBN di daerah,” bebernya.
Lanjutnya, dalam kunjungan tersebut Wamenkeu berkesempatan untuk mengadakan bincang-bincang dengan pelaku UMKM serta bank/lembaga keuangan penyalur KUR dan UMi. Dalam bincang-bincwng tersebut, Wamen mendapat informasi terkait pemanfaatan market place dalam menawarkan produk-produk UMKM. ” Wamen mengapresiasi pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan market place sebagai alternatif untuk menjual produk. Terbukti, beberapa produk makanan yang dijual melalui market place mempunyai omset yang lebih besar pada saat pandemi dibandingkan sebelumnya”.
Dia menambahkan, Pemerintah menyediakan beberapa skema kredit dengan bunga murah untuk para pelaku UMKM termasuk pelaku usaha ultra mijrobyang tidak punya akses ke perbankan karena belum mempunyai jaminan. dlDalam kegiatan ini, Wamen meminta jajaran kementerian keuangan di Sulut untuk lebih detail memperhatikan perkembangan ekonomi di daerah.
“Serta apa yang perlu disampaikan ke pemerintah pusat. Kunjungan wamen memberi pencerahan bagi kami terkait arahan kebijakan pemerintah pusat di daerah untuk dilakukan,” tandasnya. (asr)
Berita dimuat di Harian Manado Post tanggal 15 Oktober 2021







