Pada Maret 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Ngada sebesar 1,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,13. Tingkat inflasi yang diukur di Kab. Ngada sebagai salah satu locus pengukuran inflasi per 31 Maret 2026 masih dalam range rendah, yaitu sebesar 1,51% (yoy), dan merupakan yang terendah di Provinsi NTT.
Kelompok pengeluaran yang memiliki andil terbesar terhadap inflasi adalah Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 1,00% dan tingkat inflasi sebesar 2,24%, serta Pakaian dan Alas Kaki, dengan andil sebesar 1,01 dan tingkat inflasi 0,31%. Tingkat inflasi sebesar 1,51% tersebut, di satu sisi merupakan kondisi yang baik karena harga-harga tetap terjangkau, namun di sisi lain dapat dimaknai bahwa kondisi ekonomi di Kab. Ngada sedang lesu. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan PDRB Kab. Ngada pada Triwulan IV 2025 yang hanya sebesar 3,91% yoy dan merupakan yang terendah di kawasan Manggarai Raya dan Kab. Ngada.



