Kinerja APBN masih menunjukkan peran besarnya dalam menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Manggarai Raya dan Kab. Ngada, yaitu dengan capaian pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 (yoy) yang tumbuh signifikan di seluruh Kabupaten, yaitu Kab. Manggarai Barat sebesar 8,02%, Kab. Manggarai sebesar 5,70%, Kab. Manggarai Timur sebesar 5,43%, dan Kab. Ngada sebesar 4,53%. Kondisi perekonomian yang sangat baik tersebut antara lain didorong dari belanja pemerintah yang menjadi salah satu komponen perhitungan pertumbuhan ekonomi, serta multiplier effect nya dalam meningkatkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto.
Berdasarkan data yang disampaikan KPPN Ruteng pada saat acara press conference tanggal 29 September 2025 menyebutkan bahwa penerimaan dalam negeri sebesar Rp299,85 miliar, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp158,21 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp141,65 miliar. PNBP terbesar berasal dari Pendapatan Wisata Alam yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), yaitu sebesar Rp67,72 miliar.
Realisasi belanja mencapai Rp3,08 triliun atau sebesar 63,04%% dari pagu, yang terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp483,91 miliar (54,90% dari pagu) dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,60 triliun (64,83% dari pagu). Belanja Pemerintah Pusat (BPP) terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp240,46 miliar (67,78% dari pagu), Belanja Barang sebesar Rp209,67 miliar (54,70% dari pagu), dan Belanja Modal sebesar Rp33,78 miliar (23,56% dari pagu). Sementara itu realisasi penyaluran TKD terdiri dari Dana Alokasi Umum sebesar Rp1,68 triliun (70,17% dari pagu), Dana Bagi Hasil sebesar Rp13,25 miliar (47,98% dari pagu), Dana Transfer Khusus sebesar Rp499,34 miliar (50,08% dari pagu), Dana Insentif Fiskal sebesar Rp17,84 miliar (50,00% dari pagu), dan Dana Desa sebesar Rp390,71 miliar (70,11% dari pagu), yang disalurkan kepada 657 desa (99,85% dari 658 desa yang ada).
Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, meningkatkan data beli masyarakat, serta melindungi warga negara yang kurang mampu atau rentan dari risiko sosial, Pemerintah Pusat juga telah menyalurkan Bantuan Sosial Yatim Piatu sebesar Rp2,21 miliar, Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp223,72 miliar, Program Keluarga Harapan sebesar Rp147,39 miliar, Padat Karya Kementeruan PU sebesar Rp9,80 miliar, Padat Karya Dana Desa Rp30,15 miliar, dan BLT Dana Desa sebesar Rp50,10 miliar.
Untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM, pemerintah juga memberikan subsidi bunga melalui penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang mencapai Rp66,56 miliar kepada 13.480 debitur. Penyaluran Umi terbesar dilakukan melalui PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan total Rp65,68 miliar untuk 13.360 debitur. Kabupaten yang mendapatkan penyaluran UMi terbesar adalah pada Kabupaten Manggarai, yaitu dengan total penyaluran sebesar Rp21,45 miliar untuk 4.308 debitur. Pemerintah juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank himbara sebesar Rp395,66 miliar kepada 10.303 debitur. Kabupaten yang mendapatkan penyaluran KUR terbesar adalah pada Kabupaten Ngada, yaitu dengan total penyaluran mencapai Rp122,79 miliar untuk 3.295 debitur.
Seluruh penyaluran dana APBN di atas, baik dalam bentuk TKD maupun belanka K/L, salah satu tujuannya sdalah menjaga stabilitas perekonimian di daerah, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


