- Redaksi DJPb
- Inovasi
KPPN Mobile
KPPN Mobile merupakan salah satu bentuk layanan KPPN Ruteng yang diberikan on the spot di kota domisili Satker yang letaknya jauh dari Kab. Manggarai, yaitu Kab. Ngada, Kab. Manggarai Timur, dan Kab. Manggarai Barat. Layanan KPPN Mobile di KPPN Ruteng mulai dioperasikan sejak tahun 2021, yang didukung oleh kendaraan khusus berupa Bis dan juga didukung dengan alokasi dana dalam DIPA. Layanan yang diberikan melalui KPPN Mobile pada dasarnnya merupakan bentuk penguatan peran KPPN Ruteng dalam menjalankan fungsi sebagai Financial Advisor (FA) dengan memberikan layanan pembinaan mendekati kota domisili satker yang dilaksanakan setiap bulan atau sesuai kebutuhan. Bentuk pembinaan yang diberikan, adalah sosialisasi, bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi, layanan Customer Service Officer (CSO), serta tugas-tugas khusus lainnya, baik kepada Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga maupun Pemerintah Daerah. Pegawai yang ditugaskan pada layanan KPPN Mobile sebanyak 2 orang, yag bersifat kolaboratif dari Seksi PDMS, Seksi Bank, Seksi Vera KI, dan Subbagian Umum. Hal ini sekaligus sebagai bentuk implementasi Shadow Organization di KPPN Ruteng yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi antar seksi dan subbagian dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.


Spending Advisory (SpendAv) merupakan rekomendasi nominal belanja yang diberikan kepada Satker untuk mengoptimalkan nilai IKPA pada Indikator Penyerapan Anggaran dan Indikator Deviasi Halaman III DIPA. Sebagaimana diketahui bahwa antara Indikator Penyerapan Anggaran dan Indikator Deviasi Halaman III DIPA terdapat korelasi yang sangat kuat, sehingga satker dalam menyusun Rencana Penarikan Dana (RPD) Bulanan harus mengacu pada target penyerapan anggaran triwulanan. Namun realitanya, RPD Bulanan yang disampaikan Satker melalui Revisi Halaman III DIPA setiap awal triwulan justru tidak sesuai dengan target penyerapan anggaran triwulanan, sehingga harus melakukan strategi agar nilai IKPA pada kedua indikator tersebut dapat optimal, walaupun salah satunya tidak bisa maksimal. Seringkali Satker keliru dalam menjalankan strategi belanja dimaksud, sehingga nilai pada dua indikator dimaksud tidak optimal. Inovasi SpendAv ini hadir untuk membantu satker dalam menentukan nominal belanja yang direalisasikan agar kedua indikator dalam IKPA dapat mencapai nilai optimal dengan berpedoman pada ketentuan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2024, yaitu Indikator Penyerapan Anggaran dan Indikator Deviasi Halaman III DIPA.
Locker Dokumen Stakeholders (LoDokS) merupakan folder-folder dalam google drive KPPN Ruteng yang digunakan untuk menampung berbagai surat, hasil analisis atauhasil reviu terkait kinerja pelaksanaan Stakeholders berkenaan. Selama ini penyampaian surat ke Stakeholders dilakukan melalui WhatsApp atau melalui reply email, sehingga pencaraian dokumen tertentu menjadi sulit dilakukan apabila diperlukan. Setelah surat atau hasil reviu telah diterbitkan, petugas KPPN Ruteng mengupload-nya ke dalam folder dalam Google drive, sehingga dapat diunduh sendiri oleh Stakeholders (Satker K/L atau OPD). Setiap Satker dan OPD sebelumnya tellah diberitahukan alaman link untuk menuju "Locker" masing-masing, sehingga dapat melakukan pengecekan keberadaan surat baru secara berkala.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa layanan yang diberikan KPPN memerlukan dokumen atau format tertentu yang sudah distandarkan melalui peraturan yang berlaku, baik yang dibuat by system melalui Aplikasi, maupun yang dibuat secara manual. Untuk memenuhi kebutuhan stakeholders terhadap berbagai macam format surat tersebut, KPPN Ruteng telah menyediakannya dalam bentuk file word yang siap diisi, sehingga memudahkan dan mempercepat penyelesaiannya oleh Satker. Selain penyediaan Form Surat, KPPN Ruteng juga menyediakan Petunjuk Teknis yang dapat dipedomani Satker untuk menyelesaikan tahapan proses tertentu dalam rangka pencairan dana. Saat ini Form dan Juknis yang tersedia di Website KPPN Rutenng terdiri atas, Kontrak dan Supplier, Koreksi Data Transaksi Pengeluaran, Juknis Aplikasi Gaji, Pengajuan Uang Persediaan, Data Capaian Output, dan Form LLAT. Ragam dan jenis Form dan Juknis akan terus ditambah untuk memenuhi seluruh kebutuhan Satker terhadap Form yang dibuat secara manual dan juga petunjuk teknis pengoperasian aplikasi.
Stakeholders Jago merupakan pengembangan inovasi KPPN Ruteng sebelumnya, yaitu Satker Jago. Pengembangan disini dilakukan dari menggunakan google sheet menjadi looker google studio dan dari sisi konten dikembangkan sampai ke penyaluran Transfer ke Daerah (TKD). Pada prinsipnya Stakeholders Jago berisi petunjuk persyaratan dokumen bagi Satker dan Pemda dalam pengajuan SPM, Koreksi SPM, Penyaluran TKD, Konfirmasi Surat Setoran, Pengelolaan Rekening, dan sebagainya. Konten Stakeholders Jago akan terus ditambah dan dikembangkan, sesuai dinamika perkembangan pelaksanaan anggaran yang dilaksanakan Satker K/L dan Pemerintah Daerah.
Perhitungan GUP Tunai (TungGU Tunai) merupakan inovasi layanan yang memberikan saran berupa nominal GUP Tunai minimal yang diajukan pada tanggal tertentu, agar komponen persentase GUP disebulankan dapat mencapai 100, sehingga memberikan sumbangan signifikan bagi Indikator Pengelolaan UP dan TUP. Nilai minimal GUP Tunai dimaksud dihitung berdasarkan ketentuan PER-5/PB/2024 tentang Juknis Penilaian IKPA Belanja K/L. Inovasi yang dibangung dengan menggunakan fitur pada looker google studio tersebut, dapat digunakan satker sebagai panduan sebelum mengajukan GUP Tunai ke KPPN. Apabila nilai nominal GUP Tunai masih kurang, maka disarankan agar menambah belanja sampai dengan mencapai nilai minimal yang disarankan.
Monitoring dan Analisis Target dan Capaian Rincian Output atau disingat MAT-CRO merupakan alat atau tools yang digunakan KPPN Ruteng untuk melakukan monitoring uploading dan sekaligus analisis kewajaran dan validitas data target dab capaian output yang disampaikan Satker melalui OM SPAN. Sesuai namanya, MAT-CRO tidak hanya melakukan pemantauan terhadap status upload data target capaian output serta status upload dan konfirmasi data capaian output, melainkan lebih dari itu melakukan analisis kewajaran dan validitas data. Melalui MAT-CRO, dapat tervalidasi beberapa kesalahan data target dan capaian output, sebagai berikut:
Testimony Layanan (TesLa) merupakan salah satu inovasi layanan KPPN Ruteng untuk mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan secara langsung, segera setelah layanan diberikan. Pengguna layanan terlebih dahulu harus mengisi daftar hadir melalui tautan
One Day Course (ODC) merupakan kelanjutan dari kegiatan "Manggarai". Setelah stakeholders diberikan sosialisasi atau bimtek, progress kinerja peserta "manggarai" terus dipantau dan dianalisis. Bagi stakeholders yang dinilai masih belum mengimplementasikan materi yang disampaikan dalam forum "Manggarai" atau yang kinerja pelaksanaan anggarannya masih tergolong rendah, diberikan bimtek lanjutan dan pendampingan melalui kegiatan One Day Course (ODC). Dengan demikian peserta kegiatan "ODC" lebih sedikit dibandingkan "Manggarai" karena merupakan stakeholders "terpilih" berdasarkan hasil penilaian dan analisis yang dilakukan KPPN Ruteng. 