
"Kinerja Fiskal Terus Diakselerasi Dalam Mendorong Keberlanjutan Pembangunan Daerah"
Pangkalpinang, 30 Desember 2024 – Hingga akhir November 2024, penyaluran fiskal di Kepulauan Bangka Belitung, baik APBN maupun APBD masih terus berlanjut dan menjadi buffer dalam mendorong keberlanjutan agenda pembangunan di daerah. Dengan menjalankan fungsi countercyclical dan shock absorber, APBN dan APBD menjadi instrumen andalan untuk mendorong kelancaran proses transformasi reformasi birokrasi dan produktivitas daerah yang mendukung peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat. Menjelang akhir tahun 2024, pengelolaan fiskal terus diselaraskan dengan berbagai kebijakan sehingga berdaya guna secara baik serta tetap adaptif dan responsif untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum perekonomian regional.
Sosial Ekonomi Bangka Belitung Masih Terjaga Baik
Kondisi sosial dan gairah ekonomi masyarakat di regional Bangka Belitung masih tetap kuat dengan tingkat inflasi yang terkendali. Pada November 2024, inflasi gabungan 4 wilayah di Bangka Belitung secara year on year (yoy) tercatat turun sebesar 0,22%. Capaian inflasi ini jauh lebih rendah dari inflasi November 2023 yang tercatat 3,87%, bahkan kondisi ini juga jauh lebih baik dari inflasi November 2022 yang mencapai 5,45%. Andil Inflasi pada November 2024 ini dipengaruhi oleh kenaikan harga yang terjadi pada komoditas pasar seperti beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan emas perhiasan. Sedangkan, Bangka Belitung secara month-to-month (mtm) tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01% pada November 2024. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kelompok utama penyumbang deflasi secara month-to-month pada November 2024. Namun demikian, terdapat beberapa komoditas yang tercatat mengalami inflasi secara month-to-month, terutama daging ayam ras dan bawang merah. Komoditas daging ayam ras bulan ini mengalami inflasi sebesar 4,69% setelah sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,19%. Sedangkan, komoditas bawang merah terus mengalami inflasi sejak September 2024 hingga bulan ini dengan tingkat inflasi terkini mencapai 22,48%. Kenaikan harga pada komoditas tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya geliat ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menjelang akhir tahun anggaran.
Dalam skala global, kenaikan permintaan dan harga dunia terhadap timah dan CPO turut mendorong kinerja ekspor yang tumbuh hingga mencatatkan surplus neraca perdangan sebesar USD 218.69 Juta. Dalam hal ini, ekspor pada November 2024 tercatat tumbuh signifikan sebesar 6,97% yoy dan juga tumbuh sebesar 13,32% mtm. Kondisi ini sejalan dengan mulai stabilnya ekspor timah dan produk turunan CPO sebagai komoditas utama dari Kepulauan Bangka Belitung. Di sisi lain, tidak terdapat aktivitas impor di regional Bangka Belitung pada November 2024. Meskipun ekspor timah sudah mulai stabil namun impor antrachite dan graphite rod sebagai bahan baku utama dan penolongnya terpantau masih rendah akibat kebutuhan bahan-bahan tersebut dapat terpenuhi dengan ketersediaan volume di dalam negeri.
Kinerja Belanja Tumbuh Untuk Dukung Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat
Stabilitas ekonomi regional yang terjaga s.d. November 2024 tidak lepas dari dukungan APBN regional yang responsif terhadap kondisi dinamika domestik dan global. Kinerja belanja negara di regional Kepulauan Bangka Belitung sampai dengan 30 November 2024 telah terealisasi Rp2,93 triliun, tumbuh sebesar 8,19% dari tahun sebelumnya.
▪ Penyaluran Belanja Pemerintah Pusat didominasi dari Belanja Barang yang terealisasi sebesar Rp1,30 triliun (73,22% dari pagu) dan tercatat tumbuh sebesar 3,62% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini utamanya dialokasikan untuk mendukung kegiatan pemilu dan pilkada serta rehabilitasi hutan sebagai upaya khusus konstruksi optimasi lahan rawa pada satker Distan Babel.
▪ Belanja Pegawai terealisasi sebesar 95,30% dari pagu atau mencapai Rp1,20 triliun. Kinerja Belanja Pegawai ini tumbuh signifikan sebesar 14,17%, terutama adanya penerimaan PPPK baru yang turut mendorong pertumbuhan signifikan sebesar 145,08% secara yoy.
▪ Belanja Modal tercatat tumbuh positif sebesar 6,64% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyaluran Belanja Modal yang tercatat sebesar Rp422,79 miliar ini utamanya dialokasikan pada beberapa proyek pembangunan salah satunya gedung perkuliahan dan laboratorium kesehatan terpadu pada satker BLU UBB.
▪ Belanja Bantuan Sosial terealisasi 79,84% dari pagu atau tercatat sebesar Rp6,53 miliar. Penyaluran Belanja Bantuan Sosial ini tumbuh sebesar 28,57% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tambahan alokasi anggaran untuk KIP rekrutmen baru 2024 sebesar Rp1,65 miliar untuk 250 orang. Secara agregat, realisasi penyaluran Belanja Pemerintah Pusat s.d. akhir November 2024 telah terealisasi sebesar 80,10% dari pagu APBN. Capaian belanja ini dialokasikan kepada satuan kerja Pemerintah Pusat untuk mendukung stabilitas kondisi sosial dan perekonomian regional.
Penyaluran TKD Dukung Pembangunan Daerah
Transfer ke Daerah menjadi salah satu kontributor utama dalam porsi Belanja Negara. Penyaluran TKD sampai dengan akhir November 2024 mencapai 95,98% dari pagu 2024 dengan realisasi sebesar Rp6,48 triliun. Penyaluran TKD ini secara agregat mengalami perlambatan sebesar 1,60%, diantaranya kinerja penyaluran DBH, DAK Fisik, dan Insentif Fiskal seiring alokasi pagu yang turun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sebagian besar kinerja penyaluran TKD hingga akhir November 2024 telah mencapai di atas 80%, yang didominasi penyaluran DAU sebesar 66,56% dan tercatat tumbuh 8,02% secara year on year.
Penyaluran dana transfer ini merupakan wujud kontribusi fiskal untuk memperkuat perekonomian daerah serta mengurangi disparitas pembangunan antar wilayah. Bahkan, dalam postur pendapatan daerah konsolidasian regional Bangka Belitung, TKD masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 80,07%. Dalam hal ini, kontribusi fiskal dari pemerintah pusat masih mendominasi
Capaian Positif Sektor Perpajakan dan Ekspor Dukung Kinerja Pendapatan Negara
Pendapatan Negara di regional Bangka Belitung hingga akhir November tercatat mencapai Rp3,19 triliun atu 92,17% dari target 2024. Capaian ini tumbuh 1,82% dari kinerja pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Menjelang akhir tahun 2024, kinerja pendapatan terus dijaga dengan berbagai kebijakan strategis pengamanan Penerimaan Negara, baik melalui penertiban administrasi maupun memfasilitasi kegiatan konseling.
▪ Realisasi Penerimaan Perpajakan tercatat sebesar Rp2,97 triliun dan mencapai 89,58% dari target. Capaian ini tumbuh sebesar 2,36% dari periode tahun sebelumnya. Hingga November 2024 ini, kinerja Bea Keluar tercatat mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 61,88%, sebagai dampak dari kinerja positif ekspor komoditi CPO dan turunanya seiring dengan tren harga dan volume komoditas yang meningkat di akhir tahun 2024. Di sisi lain, PBB di sektor pertambangan yang tumbuh 16,5% yoy menjadi pendukung kelompok penerimaan seiring adanya penurunan restitusi serta pembayaran STP PBB pada November 2024. Selain itu, capaian PPN juga tercatat tumbuh sebesar 7,22% yoy, utamanya dengan peningkatan setoran atas pemungutan PPN pada BUMN pertambangan sektor timah.
▪ Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp222,04 miliar dan telah mencapai 150,25% dari target yang ditetapkan. Akselerasi capaian PNBP ini utamanya bersumber dari kelompok PNBP pengelolaan satker yang terealisasi sebesar Rp176,43 miliar dan telah mencapai 180,95% dari target 2024. Selain itu, hingga November 2024 ini telah dilakukan pengesahan atas PNBP dari Pendapatan BLU (Universitas Bangka Belitung) yang terealisasi sebesar Rp45,61miliar atau 90,71% dari target 2024. Secara agregat, realisasi PNBP ini sedikit melambat sebesar 4,90% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
APBN dan APBD Optimis Dukung Keberlanjutan Pembangunan Daerah
Kinerja ekonomi dan sosial yang relatif kuat tidak lepas dari intervensi penyaluran fiskal yang tetap berlanjut mendukung pembangunan daerah. Dalam hal ini, peran APBN dan APBD sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik dan melindungi masyarakat melalui spending better maupun upaya optimalisasi potensi penerimaan yang diharapkan dapat mendukung kesejahteraan dan perekonomian. dalam mendukung pembangunan daerah di regional Kepulauan Bangka Belitung.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Jl. Sungai Selan No. 91, Kota Pangkalpinang
Call Center: 0812-7345-2957
Telp: (0717) 433405
Fax: (0717) 435802



