
Pangkalpinang, 22-23 September 2025. Kementerian Keuangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus menunjukkan komitmennya untuk terus mengawal pertumbuhan ekonomi yang Inklusif, tangguh, merata dan berkelanjutan di wilayah provinsi Babel. Kementerian Keuangan Satu (Kemenkeu-satu) Babel menggelar kegiatan Pemberdayaan UMKM dengan tajuk utama “Penguatan UMKM Berdaya Saing Untuk Indonesia Maju, Inklusif, Dan Berkelanjutan”. Kegiatan ini digelar selama 2 hari berturut-turut bertempat di Aula Gedung Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Babel dengan mengusung subtema yang berbeda-beda disetiap harinya yang disesuaikan dengan peserta kegiatan.
Di hari pertama, dengan mengusung sub tema “Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Literasi Keuangan yang Cerdas”, kegiatan ini berhasil menarik perhatian sebanyak 30 pelaku UMKM binaan Kemenkeu satu Babel yang dengan semangat dan antusias mengikuti pelaksanaan kegiatan sampai akhir acara yang berlangsung selama 5 jam lebih tersebut. Hal ini dikarenakan seluruh materi yang disajikan oleh para narasumber sangat penting dan bermanfaat untuk meningkatkan daya saing agar UMKM bisa naik kelas.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala perwakilan Kemenkeu Prov Babel yang juga sekaligus sebagai Kepala Kanwil Ditjen perbendaharaan prov Babel Ibu Syukriah H.G. Pada kesempatannya beliau menekankan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan UMKM. Blio juga menegaskan bahwa UMKM harus memiliki daya saing agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Babel dan Indonesia, serta menyoroti pentingnya kualitas produk, legalitas, literasi pembukuan, serta pentingnya jaminan sosial untuk mitigasi resiko dan perlindungan kerja demi keberlangsungan usaha kedepannya. Ibu Sukria juga menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan dan instansi terkait siap mendampingi UMKM dan diharapkan dari para peserta yang hadir menjadi perpanjangan informasi dan menyebar luaskan ilmu yang diperoleh dari kegiatan bagi ini ke UMKM lain di wilayah Babel agar bersama-sama bisa tumbuh, berkembang dan naik kelas.
Dengan menggandeng para narasumber yang kompeten dibidangnya, kegiatan di hari pertama tersebut menghadirkan 4 Narasumber handal yang terbagi kedalam 3 sesi diskusi. Di sesi diskusi pertama dibawakan oleh narasumber dari BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan materi program pembiayan Ultra Mikro (UMi) dan UMi Proserta program kompetisi UMi YouthPreneur 2025 yang merupakan kompetisi Kompetisi bisnis untuk pemuda yang ingin memulai atau mengembangkan usaha. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mendukung pengusaha muda untuk berkontribusi dalam perekonomian nasional.
Di sesi kedua, dengan materi Perlindungan Hukum kekayaan Intelektual yang dibawakan oleh narasumber dari Kanwil Kementrian Hukum (Kemenkum) Provinsi Babel. Dalam kesempatan ini narasumber menjelaskan pentingnya pendaftaran merek, hak cipta, dan rahasia dagang bagi UMKM, serta terkait strategi pendaftaran dan perlindungan kekayaan intelektual. Selanjutnya narasumber Kemenkum menginformasikan bahwa UMKM dapat berkonsultasi dan mendaftarkan kekayaan intelektual secara online melalui website Kemenkumham Babel.
Pada sesi penutup, narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) wilayah Babel dan Perwakilan OJK Babel juga menyampaikan materi yang tak kalah menarik dan penting bagi para pelaku UMKM. Narasumber dari BPJS TK memaparkan terkait manfaat perlindungan sosial bagi pelaku UMKM dan karyawan, termasuk jaminan kecelakaan kerja, kematian, hari tua, pensiun, dan manfaat tambahan seperti beasiswa dan kredit rumah. Kemudian paparan dilanjutkan oleh perwakilan OJK babel memaparkan secara rinci tentang penyusunan neraca keuangan sederhana dan akses permodalan bagi UMKM, menjelaskan peran OJK, proses analisis kredit, serta simulasi pencatatan keuangan dan penggunaan kredit modal kerja dan investasi.
Kegiatan diskusi berlangsung secara aktif dan interaktif dengan menanyakan kendala dan hambatan yang dialami oleh masing-masing pelaku UMKM langsung kepada masing-masing narasumber. Sebelum ditutup dengan pemberian pemenang quiz oleh pihak panitia. Pihak dari BPS Provinsi Babel juga sempat memaparkan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang berguna untuk melihat secara terperinci data pelaku usaha di Indonesia sehingga menghasilkan data yang akurat untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Peningkatan literasi keuangan dipilih oleh Kementerian Keuangan mengingat indeks literasi keuangan masyarakat masih rendah dibandingkan Inklusi keuangan. Berdasarkan Data terbaru Survei Nasional Literasi Dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK dan BPS menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 66,46% dan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51% secara nasional. Ini artinya masih rendahnya masyarakat yang benar-benar paham memanfaatkan layanan keuangan yang dimilikinya/diperolehnya dibandingkan dengan akses atau keterhubungan ke layanan keuangan.
Di hari kedua pemberdayaan UMKM, acara dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekda provinsi Babel Bapak Elius Gani. Dengan mengambil sub tema “Menembus Pasar Dunia: Strategi dan Inovasi Ekspor untuk UMKM”, acara ini menghadirkan berbagai macam jenis stakeholder yang berkaitan langsung dengan kegiatan ekspor. Terdiri dari perwakilan BI, OJK, Satker K/L, Kemenkeu satu Babel, OPD, Pelaku UMKM, Eksportir dan para supplier komoditas unggulan ekspor Babel, para peserta mengikuti dengan sangat antusias dari sesi pembukaan sampai akhir pelaksanaan pemberdayaan yang juga memakan waktu sampai 6 jam tersebut.
Kegiatan di hari kedua tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel melalui Asisten III, yakni Bapak Yunan Helmi mewakili Gubernur Babel secara resmi membuka kegiatan hari kedua Pemberdayaan UMKM tersebut. Dalam sambutannya, Bapak Yunan menegaskan pentingnya memperkuat daya saing UMKM agar tidak hanya bertahan di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Beliau juga menyatakan, diperlukan sinergi dari seluruh pihak harus diwujudkan dalam aksi nyata berupa pendampingan berkelanjutan, pembiayaan terjangkau, promosi masif, dan kemudahan regulasi, agar produk unggulan mampu bertahan dan bersaing di pasar internasional.
Pemerintah Provinsi Babel menaruh harapan besar pada dukungan Kementerian Keuangan, khususnya Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dalam memperkuat ekosistem ekspor UMKM. Program Desa Devisa yang telah berhasil di berbagai daerah di Indonesia diharapkan juga dapat dikembangkan di Babel, baik untuk lada putih maupun sektor perikanan, ungkap blio. Melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, eksportir besar, UMKM, serta lembaga keuangan, Babel ditargetkan mampu menjadi Rumah Ekspor yang inklusif, berdaya saing global, dan berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Pada hari kedua kegiatan pemberdayaan tersebut, dihadirkan narasumber yang benar-benar kompeten di bidang pelaksanaan ekspor. Terdapat 3 sesi diskusi dalam kegiatan tersebut. Pada sesi pertama, perwakilan dari LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) memaparkan berbagai layanan pembiayaan, penjaminan, asuransi, konsultasi, dan pendampingan ekspor bagi UMKM, serta mekanisme pelatihan dan pengembangan Desa Devisa. Dalam sesi ini, terdapat pertanyaan dari salah satu peserta mengenai kendala harga, pembiayaan, sertifikasi, pemasaran, serta peluang kolaborasi dan pendampingan untuk ekspor produk unggulan Babel.
Pada sesi kedua diskusi, menghadirkan 3 unit Instansi Kemenkeu yang memaparkan peran Kemenkeu satu dalam mendukung pemberdayaan UMKM yang diwakilkan oleh BLU PIP, KPP dan KPKNL dan. Narasumber dari BLU PIP menjelaskan mengenai program pembiayaan UMI dan UMI Pro serta program PIP lainnya seperti pendampingan dan kolaborasi dengan pemda, yang dilanjutkan oleh narasumber dari KPP menjelaskan mengenai tarif pajak, fasilitas pengurangan pajak, penggunaan sistem digital (coretax), serta kewajiban pelaporan dan pembayaran pajak bagi UMKM, termasuk ketentuan ekspor dan PKP. Sedangkan perwakilan dari KPKNL menawarkan platform lelang.go.id untuk pemasaran produk UMKM secara nasional, serta fasilitas sewa barang milik negara (BMN) dengan tarif khusus untuk UMKM untuk mendukung pemasaran dan efisiensi biaya.
Di sesi terakhir, dihadirkan narasumber dari KPPBC, dan 2 perwakilan UMKM untuk menceritakan success story dan seluk beluk yang dihadapi dalam mencapai ekspor. Narasumber dari KPPBC membahas peluang ekspor bagi UMKM, tantangan yang dihadapi seperti legalitas, sertifikasi, skala produksi, dan strategi mencari buyer, serta peran Bea Cukai dan lembaga terkait dalam mendukung proses ekspor. Untuk success story menghadirkan narasumber yang bergerak di bidang ekspor daun Ketapang dan juga produk olahan ikan. Mereka membagikan kisah sukses dan tantangan mereka dalam menembus pasar ekspor, termasuk proses menemukan produk unggulan, kendala bahan baku, sertifikasi, dan strategi negosiasi dengan buyer.
Dengan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan UMKM oleh Kemenkeu satu selama dua hari berturut ini menjadi momentum sebagai langkah awal menuju Babel yang lebih sejahtera, berdaya saing global, dan memberi kontribusi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi babel dan bagi perekonomian nasional.
Kontributor : Rino Radiansyah (Kepala Seksi PPA II B)
Informasi lebih lanjut hubungi:
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung
Jl. Sungai Selan No. 91, Kota Pangkalpinang
Call Center: 0812-7345-2957
Telp: (0717) 433405
Fax: (0717) 435802



