MATARAM, 29 Juni 2026 – Dalam upaya mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sukses menyelenggarakan SINARA FEST (Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 25–26 Juni 2026, bertempat di area Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Mataram.
SINARA FEST hadir sebagai wadah strategis bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jejaring, serta mendapatkan wawasan baru terkait pengembangan produk berbasis komoditas perkebunan.
Sinergi Lintas Sektor untuk UMKM Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara komprehensif, mulai dari sosialisasi kebijakan, edukasi mengenai pengolahan produk turunan komoditas perkebunan, hingga workshop interaktif yang aplikatif bagi para pelaku usaha.
Tidak hanya itu, SINARA FEST juga dimeriahkan dengan mini bazar UMKM. Sinergi ini semakin kuat dengan keterlibatan Perum Bulog serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah, yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas.
Semangat "Kemenkeu Satu" juga menjadi pilar utama dalam perhelatan ini. Kolaborasi lintas unit vertikal Kementerian Keuangan di NTB—yakni KPPN Mataram, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusra, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Mataram, serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram—hadir memberikan edukasi terpadu kepada para peserta. Sinergi ini memastikan pelaku UMKM mendapatkan dukungan yang holistik, baik dari sisi akses pembiayaan, kepatuhan pajak, kepabeanan, hingga pengelolaan aset usaha.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Dalam kesempatan tersebut, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber, mitra kerja, dan pelaku UMKM yang telah berkontribusi aktif. Semangat kolaborasi yang terbangun melalui SINARA FEST diharapkan mampu menjadi stimulus nyata dalam memperkuat kapasitas UMKM lokal agar lebih berdaya saing dan mampu "naik kelas".
"SINARA FEST bukan sekadar kegiatan edukasi, melainkan ruang bertemunya inovasi dan kreativitas. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat," ujar perwakilan penyelenggara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung UMKM Indonesia sebagai tulang punggung ekonomi nasional.










