Di balik hamparan wilayah Sulawesi Tenggara yang luas, tersimpan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergali, salah satunya akibat kondisi infrastruktur jalan yang masih menjadi penghambat. Kerusakan jalan yang bervariasi antar kabupaten menyulitkan mobilitas masyarakat, mempermahal biaya logistik, serta menghambat distribusi hasil pertanian dan komoditas pesisir ke pasar yang lebih luas.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menghadirkan Program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah) sebagai salah satu prioritas pembangunan tahun 2026. Melalui alokasi anggaran sebesar Rp79,3 miliar, program ini akan memperbaiki dan meningkatkan 26,7 km ruas jalan provinsi yang tersebar di empat kabupaten, menghubungkan kawasan perdesaan, pertanian, hingga pesisir dengan pusat-pusat ekonomi dan layanan publik.
Program ini bukan sekadar perbaikan fisik jalan. Di balik hamparan aspal yang diperbarui, terdapat harapan nyata bagi masyarakat: petani yang hasil panennya bisa lebih cepat sampai ke pasar, ibu yang tak lagi khawatir membawa anaknya berobat melewati jalan berlubang, dan pelaku usaha kecil yang mulai berani membuka lapak karena akses menjadi lebih mudah. Secara ekonomi, perbaikan jalan akan menurunkan biaya logistik, memperlancar arus barang dan jasa, serta mendorong tumbuhnya investasi dan daya saing daerah.
Tentu, program ini tidak hadir tanpa tantangan. Keterbatasan fiskal daerah yang diperparah kenaikan harga material konstruksi menjadi ujian tersendiri. Untuk itu, Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara berperan aktif dalam mendukung percepatan penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang jalan. Pendampingan teknis kepada pemerintah daerah juga diperkuat melalui kegiatan WAKATOBI guna mengefektifkan perencanaan dan proses pengadaan, serta forum FERO untuk mempererat sinergi antara BPKAD dan OPD teknis agar pelaksanaan proyek berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.
Di sisi pemerintah daerah, kunci keberhasilan program ini terletak pada kecepatan dan kualitas administrasi: percepatan penyampaian dokumen persyaratan penyaluran TKD, peningkatan kualitas perencanaan, serta pemanfaatan mekanisme pra-DIPA agar proses kontrak dapat dipersiapkan lebih awal sebelum tahun anggaran berjalan.
Program JAMAAH adalah cerminan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Jalan yang mulus bukan tujuan akhir, melainkan jembatan menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, terhubung, dan berdaya saing.



