Dalam upaya memastikan keberhasilan program pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat kapasitas sumber daya manusianya. Melalui sebuah sharing session yang digelar pada 21 Mei 2026 di Kendari, jajaran Kanwil DJPb Sulawesi Tenggara secara intensif membahas metode survei Nilai Keekonomian Debitur (NKD) dan Survei Efektivitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari pembekalan nasional yang diselenggarakan oleh BLU Pusat Investasi Pemerintah di Jakarta pada awal Mei lalu.
Mengisi sesi pemaparan, Yoga Arief Priswanto membagikan pengalaman dan modul yang diperolehnya dari pelatihan nasional kepada rekan-rekan kerjanya di Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II. Transfer pengetahuan ini dilakukan untuk memastikan keseragaman pemahaman dan kesiapan teknis tim di lapangan. Fokus utama pembahasan bukan sekadar pada mekanisme penyaluran dana, melainkan pada cara-cara ilmiah untuk membuktikan bahwa KUR benar-benar memberikan dampak yang terukur bagi perekonomian.
Dalam sesi tersebut, tim Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara mendalami pendekatan kuantitatif yang akan menjadi panduan survei ke depan, termasuk penggunaan metode Propensity Score Matching. Metode ini dinilai sangat krusial karena mampu membandingkan secara adil antara pelaku usaha yang mendapatkan fasilitas KUR dengan mereka yang tidak, sehingga menghasilkan temuan yang objektif dan bebas dari bias seleksi. Pendekatan ilmiah ini dirancang khusus untuk mengukur tiga indikator keberhasilan utama kebijakan KUR, yakni perluasan akses pembiayaan usaha produktif, peningkatan kapasitas daya saing UMKM, serta kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Keberlangsungan sharing session ini menegaskan komitmen DJPb untuk tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan negara, tetapi juga sebagai pengawas kebijakan yang berbasis data. Dengan bekal metode survei yang kini semakin dipahami secara menyeluruh oleh tim, Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara siap melaksanakan pengumpulan data yang akurat. Hasil survei ini nantinya akan menjadi masukan strategis bagi pemerintah pusat untuk terus menyempurnakan desain program KUR, sehingga setiap rupiah yang dialokasikan dapat benar-benar menggerakkan roda perekonomian dan menyejahterakan pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara.



