Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Kinerja APBN 2018 semakin baik, ditandai dengan antara lain pendapatan negara sudah mencapai 95,4% dari target dan belanja negara sebesar 94,5%, merujuk pada data sampai dengan tanggal 20 Desember 2018. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono dalam program Metro Plus yang ditayangkan oleh Metro TV, Rabu (26/12) melalui talkshow bertajuk 'Kinerja Pelaksanaan Anggaran 2018'.
Dengan tersisanya beberapa hari kerja di tahun anggaran 2018 ini, Kemenkeu dalam hal ini DJPb terus melakukan komunikasi dengan satuan kerja (satker). Harapannya, apa yang sudah baik bisa terus terjaga di tahun berikutnya.

“Terkait kinerja, kami melihat dari kecermatan satker untuk menyampaikan rencana semakin bagus karena revisi DIPA sudah semakin turun. Cash flow semakin baik karena permintaan uang muka semakin turun. Ketepatan memperkirakan gaji pegawai sudah semakin baik karena pagu minus semakin turun. Keterlambatan penyampaian kontrak, laporan pertanggungjawaban, dispensasi pengajuan SPM semakin menurun. Kita berharap ini terus dibawa ke 2019,” kata Marwanto.
“Secara sektoral, prioritas pemerintah sudah mendekati apa yang kita rencanakan. Misalnya, proyek infrastruktur, membangun jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, juga yang berkaitan dengan pengembangan kesejahteraan dan sumber daya manusia, misalnya Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan jaminan kesehatan nasional. Semuanya rata-rata penyerapannya sudah lebih dari 90%. Ini menjadi indikasi bahwa tahun 2018 daya guna APBN mudah-mudahan sudah ternikmati oleh masyarakat Indonesia,” sebut Marwanto.
Marwanto kemudian menekankan, anggaran harus terserap secara efisien, maksudnya betul-betul bisa men-deliver output. Di sisi lain juga harus efektif, setiap rupiah yang ada di dalam APBN bisa menghasilkan output yang sebesar-besarnya.

“Yang kita harapkan adalah uangnya terserap, output ter-deliver. Kami telah membuat kebijakan langkah-langkah akhir tahun anggaran, mudah-mudahan dengan ini penyerapan akan bisa menjadi lebih baik dan output juga sesuai dengan yang direncanakan. Untuk 2018 rekan-rekan Kementerian Negara/Lembaga (K/L) dan satker selalu melakukan komunikasi apabila mengalami kesulitan sehingga penyerapan relatively lebih baik daripada tahun sebelumnya. Rata-rata per bulan bisa menyerap antara 5 s.d. 8% di triwulan I, dan pada triwulan III s.d. IV mencapai 10 s.d. 13%. Ini prestasi yang belum pernah tercapai sebelumnya,” ungkap Marwanto.
Dijelaskan oleh Marwanto, meskipun dalam DIPA sudah dituliskan secara spesifik output apa saja yang akan dicapai selama setahun, kadang tidak mudah untuk menggambarkan output secara spesifik. “Kalau jalan, jembatan bisa diukur yang sudah terlaksana. Tetapi kesehatan, apa indikatornya? Indikatornya adalah ketika uang sudah dicairkan, program sudah dijalankan. Misalnya program KIS dan KIP. Ini output yang bisa kita jadikan sebagai indikator untuk mengatakan apakah APBN sudah benar-benar dilaksanakan sesuai perencanaan maupun tidak,” terangnya.
Ke depan, untuk mendorong kinerja APBN yang efisien dan efektif, DJPb akan terus berkoordinasi dengan satker, mendorong bidding dilakukan segera, serta mengajak untuk mencermati proyek-proyek multiyears. Kesempatan telah diberikan kepada satker untuk melakukan tender sebelum bulan Januari. Komunikasi, pertemuan, maupun focus group discussion (FGD) dengan satker terus dilaksanakan untuk mengatasi kendala yang mungkin ditemui. Monitoring berupa Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), juga spending review terhadap belanja yang sudah dilakukan di 2018 akan terus dilanjutkan.
Marwanto juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi. “Kami mengundang masyarakat memberi masukan kepada kami. Kami punya call center di 14090, silakan bagi yang memiliki permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan anggaran, menyampaikan kepada kami. Kami akan menjadi partner bagi masyarakat maupun untuk satker, membuat APBN kita berkinerja yang terbaik sepenuhnya untuk bangsa dan negara dan untutahunk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [LRN]
Sumber :
https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/berita/berita/berita-nasional/2911-dirjen-perbendaharaan-kinerja-apbn-2018-baik,-penyerapan-harus-semakin-efektif-dan-efisien.html

Kementerian Keuangan cq. Ditjen Perbendaharaan selaku pengemban fungsi pengendalian, pengujian dan pembayaran tagihan belanja negara atas beban APBN telah melakukan sejumlah langkah-langkah untuk memastikan pelaksanaan anggaran tahun 2018 berjalan dengan optimal dan lebih baik dari tahun-tahun anggaran sebelumnya. Pengaturan dan pengendalian pengajuan pembayaran kepada KPPN di akhir tahun anggaranpun diatur sedemikian, melalui tahapan-tahapan yang sistematis, ketat, dan terukur sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Perbendaharaan (Perdirjen) Langkah-langkah Akhir Tahun (LLAT). Dengan LLAT ini, efektifitas waktu : “periode kapan untuk pembayaran belanja melalui mekanisme apa” menjadi jelas dan terorganisir tahapannya. Sakter terus dikomunikasikan intensif untuk senantiasa tertib dan konsisten dalam penggunaan dan pengajuan pembayaran sebagaimana rencana anggaran yang telah ditetapkan di awal tahun
Di depan awak media dan pers yang meliput kunjungan, Menkeu mengungkapkan sejumlah catatan mengonfirmasi hal tersebut. Dari sisi penyerapan anggaran, realisasi belanja K/L per 30 November 2018 mencapai 78,7% terhadap pagu APBN. Tingkat realisasi ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2015 untuk periode yang sama. Keseluruhan anggaran belanja pemerintah pusat pun tumbuh 16,73% (Year on Year) dengan capaian 84,2% dari pagu.
Atas capaian ini Menkeu juga menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran DJPb atas layanan yang diberikan kepada satker. “Mereka (satker-Red.) menyampaikan testimoni bahwa pelayanannya makin baik di kantor-kantor pelayanan perbendaharaan, “ungkap Menkeu. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan yang bekerja hingga larut malam kemarin dan hari ini, hingga kita bisa menutup tahun anggaran secara baik,” demikian dikatakan Menkeu.
Bertempat di Aula Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung pada hari Jumat tanggal 23 November 2018 , Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung, Bpk. Afiker Siringoringo menyerahkan sertifikat ISO 9001:2015 kepada Kepala KPPN Metro, Bpk. Tri Tenggo Sukmono. Sertifikat SNI ISO 9001:2015 ini menjadi bukti bahwa pelayanan KPPN Metro kepada para stakeholders telah berstandar internasional. Keberhasilan KPPN Metro dalam memperoleh sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 ini merupakan hasil kerja keras seluruh pegawai dan PPNPN di KPPN Metro dalam meningkatkan kinerjanya. Sertifikasi ini juga merupakan pondasi untuk terus mewujudkan layanan berstandar internasional kepada seluruh pengguna stakeholders dengan fokus pada kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.



