Sudah menjadi informasi umum pada masyarakat bahwa pemerintah Indonesia selalu berpatokan pada penyerapan anggaran dalam laporan pelaksanaan anggarannya. Penyerapan anggaran yang tinggi dianggap sebagai suatu capaian dan tolok ukur kinerja anggaran pemerintah. Hal ini tentu saja menimbulkan stigma negatif pada masyarakat terutama jika hasil/dampak yang ditimbulkan oleh penyerapan anggaran tersebut tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.





