Tingkat inflasi pada bulan Desember 2024 year-on-year berdasarkan data publikasi dari BPS Kab. Ngada dengan locus survey pada Kabupaten Ngada, tercatat sangat terkendali cenderung rendah, yaitu sebesar 1,61% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,2. Tingkat inflasi tersebut menempati posisi keempat di wilayah Provinsi NTT, setelah Kota Waingapu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kota Maumere. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi adalah Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 3,97%, disusul Penyediaan Makanan, Minuman, dan Restoran sebesar 2,83% dan Pakaian dan Alas Kaki sebesar 1,92%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tingkat inflasi di wilayah Kab. Ngada sangat terkendali dengan tingkat inflasi dibawah 2%. Namun demikian, dengan tingkat inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi di Bajawa dan sekitarnya cenderung lesu. Hal ini terlihat dari IHK beberapa kelompok pengeluaran mengalami pertumbuhan negatif, yaitu: Transportasi; Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar; Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan; serta Rekreasi, Olahraga, dan Budaya.
Pemerintah melalui instrumen fiskal telah mengalokasikan dana K/L dan TKD untuk mengendalikan inflasi, total sebesar Rp436 miliar, dengan realisasi di tahun 2024 sebesar Rp432,11 miliar (99,11%) terdiri dari:
- Belanja K/L: pagu Rp151,72 miliar, realisasi Rp150,73 miliar (99,34%)
- DAK Fisik: Pagu Rp284,14 miliar, realisasi Rp281,38 miliar (99,03%).
Realisasi belanka K/L dimaksud terdiri ari beberapa kegiatan, yaitu:
- Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Reo, dengan realisasi sebesar 100%.
- Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas Nasional, dengan realisasi sebesar 100%.
- Dukungan Kawasan Strategis Pariwisata nasional (KSPN) Super Prioritas sebesar 92,46%.
- Publikasi/Laporan Statistik Harga sebesar 61,96%.
Realisasi DAK Fisik untuk pengendalian inflasi, terdiri dari beberapa bidang/subbidang, yaitu:
- Air Minum: Pagu Rp26,02 miliar Ralisasi Rp25,58 miliar (98,31%).
- Irigasi: Pagu Rp25,34 miliar, Realisasi Rp23,90 miliar (94,31%).
- Jalan: Pagu Rp162,53 miliar, Realisasi 161,19 miliar (99,18).
- Kelautan dan Perikanan: Pagu Rp4,19 miliar, Realisasi Rp4,17 miliar (99,69%).
- Pertanian: Pagu Rp57,85 miliar, Realisasi Rp57,63 miliar (99,62).
- Transportasi Pedesaan: Pagu Rp8,22 miliar, Realisasi Rp8,19 miliar (99,69%)
Langkah-langkah yang telah diambil untuk mengendalikan inflasi adalah dengan melakukan pemantauan perkembangan harga setiap minggu melalui rapat pengendalian inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di setiap awal minggu. Hasil pemantauan dimaksud kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pasar untuk produk-produk tertentu. Beberapa operasi pasar murah yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2024, antara lain:
- Operasi pasar murah di reok oleh Pemkab Manggarai dan Bulog pada tanggal 04 Maret 2024.
- Operasi pasar beras murah di Paka Gunung Liwut Manggarai Timur pada tanggal 03 Maret 2024.
- Operasi pasar murah oleh Pemkab Manggarai Barat dan Bulog pada tanggal 02 Februari 2024.
- Operasi pasar murah jelang Idul Adha oleh Pemkab Manggarai Barat pada tanggal 15 Juni 2024.



