Tingkat inflasi yang diukur di Kab. Ngada sebagai salah satu locus pengukuran inflasi per 30 Juni 2025 sebesar 1,43% (yoy), yang menempati posisi kedua terendah di wilayah Provinsi NTT setelah Kota Kupang dengan tingkat inflasi 0,53%. Pada tahun 2025 terdapat alokasi dana K/L yang diperuntukkan bagi pengendalian inflasi sebesar Rp12,49 miliar dengan realisasi sampai bulan Juni 2025 sebesar Rp4,46 miliar, sedangkan alokasi DAK Fisik untuk pengendalian inflasi mengalami penurunan sebesar 46,28%, dari Rp284,14 miliar di tahun 2024 menjadi Rp152,65 miliar di tahun 2025.
Peran alokasi DAK Fisik 2025 terhadap pengendalian inflasi periode Triwulan II 2025 secara empiris masih belum berdampak pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Triwulan II 2025, karena masih belum ada realisasi penyaluran dan penyerapan. Pengendalian inflasi tahun 2025 dari DAK Fisik diharapkan dapat diperoleh dari outcomes dan benefit DAK Fisik Tahun 2024 dan juga tahun-tahun sebelumnya. Pemberian Bansos juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat agar inflasi tetap tumbuh positif namun dalam level rendah.
Peran Pemerintah Daerah terhadap pengendalian inflasi memegang peran sangat penting, mengingat alokasi TKD sebesar 83,62% dari keseluruhan alokasi dana APBN di wilayah kerja KPPN Ruteng. Peran pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi telah dilaksanakan dalam bentuk intervensi pasar melalui operasi pasar murah, memantau perkembangan harga-harga secara mingguan, dan secara rutin mengikuti Rapat Pengendalian Inflasi Nasional yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu rapat pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai tindak lanjut atas hasil Rapat Pengendalian Inflasi Nasional masih belum dilakukan.
Mencermati langkah-langkah pengendalian inflasi yang sudah dilakukan dan telah menunjukkan hasil yang baik, kiranya perlu diadakan Rapat TPID yang menindaklanjuti hasil-hasil Rapat TPIP yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, dengan mengundang seluruh anggota TPID dan satker-satker strategis K/L yang melaksanakan pekerjaa infrastuktur.


