Acara ini dibuka dengan penyampaian keynote speech sekaligus sambutan dari Kepala KPPN Sidikalang, Ibu Nova Juliana Sianturi.
Di sisi lain juga para milenial sedang mempersiapkan masa depannya dan juga masa depan keluarganya. Dalam rangka untuk mempersiapkan masa depan dan turut melangkah bersama memulihkan perekonomian Indonesia untuk mengatasi setiap tantangan ke depan, KPPN Sidikalang mengadakan sosialisasi “ORI020 dan Cara Berinvestasi" dengan mengundang embicara yang sangat berkompeten di bidangnya dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan.Beliau berharap dengan terlaksananya acara ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat luas tentang adanya instrumen investasi yang disediakan oleh pemerintah dan meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi pada ORI020. Kabid SKKI Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara, Bapak Hemidon sebagai perwakilan dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan provinsi Sumatera Utara sangat mengapresiasi terlaksananya Sosialisasi ini karena acara ini sangat berguna tidak hanya bagi pegawai lingkup Kementerian Keuangan namun juga kepada seluruh masyarakat luas mulai dari tingkat Pemerintah Daerah, kalangan mahasiswa dan sebagainya. Beliau berharap kegiatan ini juga bisa bermanfaat bagi semua dan kolaborasi antara KPPN Sidikalang sebagai intitusi keuangan di daerah dengan Eselon I dapat terus berlanjut. Dengan kondisi negara saat ini yang tidak biasa karena adanya pandemi, tentunya banyak hal-hal yang perlu disiasati yang perlu diperhatikan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kita diajarkan untuk sangat penting bagi kita untuk mempunyai alternatif dana. ORI020 merupakan alternatif bagi pemerintah dan bagi masyarakat . Bagi masyarakat ORI020 merupakan alternatif dalam berinvestasi. Bagi pemerintah sendiri juga ini merupakan suatu alternatif dalam pembiayaan dalam pemulihan ekonomi nasional. Sehingga manfaatnya bisa kita ambil dari kedua isi, baik sisi masyarakat maupun sisi pemerintah. Selain itu kita juga bisa berkontribusi besar untuk menumbuhkan perekonomian nasional.
Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Pendalaman Pasar SUN Direktorat SUN, DJPPR Bapak Hendi Mufti Setiawan menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat untuk mengetahui adanya instrumen untuk berinvestasi yang disediakan oleh pemerintah. Kegiatan ini juga merupakan satu bentuk sinergi antar pegawai Kementerian Keuangan yang membantu DJPPR untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas tentang adanya suatu produk investasi yang disiapkan oleh pemerintah bagi masyarakat luas dari berbagai kalangan baik itu masyarakat yang sudah senior sampai kalangan milenial. Saat ini masyarakat perlu belajar merubah gaya mengelola keuangannya yang sebelumnya lebih suka menabung (saving oriented) menuju ke masyarakat yang paham investasi. Ketika kita melihat dan membaca di media massa sangat banyak tawaran-tawaran investasi yang sangat menggiurkan memberikan keuntungan yang tinggi tetapi ternyata setelah beberapa waktu diketahui bahwa itu adalah investasiinvestasi bodong yang merugikan dan banyak investor yang akhirnya kehilangan padahal yang tadinya di harapkan dapat memberikan hasil yang sangat besar. Untuk itu Pemerintah menyediakan instrumen investasi yang tidak saja menguntungkan bagi para investor nya tetapi juga mengajak masyarakat untuk membangun Indonesia melalui investasi tersebut. Dana dari investasi tersebut digunakan oleh pemerintah untuk membiayai APBN. Saat ini kita berhadapan dengan akibat dari pandemi panjang tapi di waktu-waktu lain juga kita selalu menghadapi tantangan karena kita selalu ingin membangun Indonesia ke arah yang lebih maju dan kita berharap bahwa ke depan Indonesia bisa lebih mandiri dalam mengelola keuangannya. Dengan semakin banyaknya orang yang paham investasi dan mau berinvestasi, maka selanjutnya kita tidak akan bergantung kepada negara lain tetapi masyarakat kita sendiri bisa menjadi penopang pembangunan Indonesia.
Pengenalan Instrumen Investasi Pemerintah ORI020
Secara garis besar APBN 2021 terdiri atas pendapatan negara dan belanja negara. Pendapatan negara yang berasal dari pajak, PNBP, hibah, Bea Cukai, dan lain-lain hanya sekitar 1.743,6 triliun sedangkan belanjanya 2750 triliun, yang artinya saat ini belanja lebih banyak dari pendapatan yang kita sebut dengan defisit. Di masa sekarang, karena belanja yang cukup besar, pemerintah butuh banyak sekali pembiayaan untuk penanganan pandemi. DJPPR memiliki untuk mencari sumber pembiayaan untuk menutupi defisit tersebut, salah satu caranya dengan melakukan, baik pinjaman luar negeri maupun pinjaman dalam negeri atau dengan menerbitkan surat berharga negara. Dua itulah yang menjadi sumber pembiayaan, pinjaman dan obligasi atau penerbitan surat berharga negara. Surat berharga negara dibagi menjadi 2, ada surat utang negara yang konvensional atau yang disebut dengan SUN dan ada yang bersifat Syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang berada di Direktorat Pembiayaan Syariah.
Surat Utang Negara (SUN) dibagi menjadi menjadi dua bagian, yaitu obligasi negara dan surat perbendaharaan negara. Perbedaan antara obligasi negara dan surat perbedaan negara ada pada jangka waktu (tenornya). Obligasi negara memiliki jangka waktu diatas 12 bulan sedangkan surat perbendaharaan negara itu adalah surat hutang yang jatuh tempo atau masa berlaku tenornya dibawah 12 bulan. Obligasi Negara dapat berupa valuta asing ada juga yang berupa rupiah. Untuk valuta asing (valas) terdiri dari mata uang USD, EUR, dan JPY (japanese yen). Obligasi negara yang Rupiah terdiri dari dua jenis tergantung dari pembayaran kupon/jenis kupon/bunganya yaitu Variabel Rate dan Fixed Rate. Variabel rate adalah obligasi yang kupon atau bunganya tidak tetap tapi mengambang contohnya Savings Bond Ritel. Sebaliknya Fixed Rate memiliki bunga atau kupon yang tetap. Contoh Fixed Rate adalah ORI 020 yang memiliki kupon 4,95% dari pertama sampai dengan jatuh tempo. Berbeda dengan ORI kuponnya tetap dan dapat diperdagangkan, Savings Bond Ritel (SBR) tidak dapat diperdagangkan tetapi dari kuponnya berfluktuatif atau mengambang.
Secara garis besar, ORI adalah obligasi negara ritel yang bunganya tetap dan mata uangnya Rupiah termasuk ke dalam jenis obligasi negara karena ori memiliki jatuh tempo atau jangka waktu 3 tahun. Karena ORI merupakan bagian dari SBN artinya ORI adalah salah satu instrumen pembiayaan dalam APBN. Dengan membeli ORI, maka masyarakat yang menjadi investor otomatis memberikan sumbangsih untuk pembiayaan negara
Tujuan dan Manfaat Penerbitan SUN
Tujuan yang utama adalah untuk membiayai defisit APBN. Pembiayaan APBN yang defisit sekitar 1000 Triliun maka salah satu tujuannya adalah menerbitkan surat utang negara. Surat utang negara juga bertujuan untuk cashmismatch atau menutupi kekurangan kas jangka pendek mis: penerbitan surat utang jangka pendek. Dan tujuan yang terakhir penerbitan SUN adalah mengelola portofolio surat utang negara, misalnya jatuh tempo di bawah 5 tahun ternyata banyak peminatnya, bisa dipindahkan (refinancing) jatuh tempo yang durasinya lebih lama misal di atas 5 tahun atau 10 tahun. Manfaat SUN yang pertama sebagai instrumen fiskal, yaitu sebagai instrumen pembiayaan. Yang kedua sebagai instrumen investasi. ORI atau SUN bisa menjadi instrumen investasi bagi investor baik investor perorangan yang ritel atau investor institusi. Yang ketiga sebagai instrumen moneter. Surat Utang Negara digunakan oleh Bank Indonesia sebagai salah satu instrumen untuk pengelolaan moneter dari Bank Indonesia. Dan yang terakhir Surat Utang Negara dapat menjadi benchmark yield atau menjadi acuan bagi pihak swata atau institusi-institusi lain untuk menerbitkan surat utang. Obligasi korporasi biasanya akan melihat benchmark dari Surat Hutang Negara. ORI (Obligasi Negara Ritel) adalah instrumen investasi yang diperuntukkan untuk rakyat Indonesia di pasar perdana. ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya untuk warga negara Indonesia atau korporasi yang berada di wilayah Indonesia (domestik di Indonesia). ORI020 adalah seri ORI ke-20 yang akan diterbitkan oleh Pemerintah.
Tujuan penerbitan SUN ritel yang pertama adalah memperluas basis investor di dalam negeri. Investor yang dari luar negeri atau investor asing bisa mencapai 40% dari kepemilikan SUN, namun masa pandemi ini berkurang menjadi 20%. Tujuan utamanya adalah bagi basis investor dalam negeri yang ritel, yaitu bagaimana setiap individu masyarakat bisa berpartisipasi dalam pembangunan negeri ini melalui investasi yang disiapkan oleh pemerintah. Kedua, menyediakan alternatif instrumen investasi bagi investor ritel. Pemerintah itu menyiapkan alternatif instrumen investasi bagi masyarakat Indonesia yang aman. Ketiga, mendukung stabilitas pasar keuangan domestik. Jika nantinya sebagian besar investor Surat Utang Negara lebih banyak di dalam negeri artinya pasar keuangan dalam negeri itu bisa stabil dan tidak terganggu keadaan di luar negeri. Kestabilan pasar domestik itu lebih terjaga dengan banyaknya investor dalam negeri yang dimiliki oleh SDM masyarakat Indonesia. Yang keempat, mendukung terwujudnya masyarakat berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang. Zaman sekarang banyak masyarakat yang menyimpan uang mereka di tabungan/deposito atau yang disebut dengan saving oriented. Penerbitan SUN diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi. Dan tujuan yang terakhir adalah mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan. ORI dikeluarkan pemerintah dari kita untuk kita dan menjadi salah satu instrumen pembangunan di negara Indonesia.
Struktur ORI020
Penerbit ORI020 adalah pemerintah Republik Indonesia dan dijamin aman.
Memiliki masa pemasaran atau masa penawaran yang artinya jangka waktu kapan ORI020 baru dapat dibeli, yaitu dari tanggal 4 Oktober sampai 21 Oktober.
ORI020 secara sah ditetapkan oleh pemerintah kepada para investor tanggal 25 Oktober.
Setelmen tanggal 27 Oktober, yang maksudnya tanggal dimana kepemilikan ori diberikan kepada para investor, walaupun investor membeli ORI sebelum tanggal tersebut.
Jatuh tempo ORI020 adalah 3 tahun atau pada tanggal 15 Oktober 2024
Nilai nominal per unit Rp1.000.000 dan minimum pemesanan Rp1.000.000 sehingga sangat menarik untuk dimiliki orang yang baru belajar investasi ataupun bagi kaum muda seperti kalangan mahasiswa.
Maksimum pemesanan Rp2.000.000.000
Kustodian : Sub-Registry. Sub-Registry yang akan mencatatkan kepemilikan para investor atas ORI20, sekaligus yang akan membayarkan kupon dan menetapkan jatuh tempo “Mengawal APBN, Indonesia Maju”
Mitra Distribusi. Mitra distribusi adalah perusahaan-perusahaan seperti bank umum, perusahaan efek, perusahaan fintech yang membantu pemerintah dalam memasarkan ORI020.
ORI20 memiliki tingkat suku bunga yang tetap sebesar 4,95% per tahun sampai masa jatuh tempo dan belum dipotong pajak. Terdapat minimum holding period dalam satu kali pembayaran kupon, yang artinya pada masa holding period ini ORI020 tidak boleh dijual terlebih dahulu sampai dengan masa holding period-nya selesai yaitu pada tanggal 15 Desember. Setelah tanggal 15 Desember ORI020 baru boleh diperjualbelikan di pasar sekunder. Kupon pertama ORI020 diperoleh pada tanggal 15 Desember 2021. Kupon pertama dengan nilai per unit satu juta rupiah mendapat bunga sekitar Rp6.653,- dan jumlah kupon per bulan per unit sebesar Rp4.125,- . Kupon akan dibayarkan tanggal 15 setiap bulannya dan akan masuk ke tabungan atau rekening dana para investor. Agen pembayar dari pemerintah dalam hal ini DJPPR adalah Bank Indonesia.
Cara Membeli ORI020
Jika calon investor ORI020 belum teregistrasi di surat berharga negara, DJPPR memiliki suatu sistem yang dinamakan sistem ISBN. ISBN adalah aplikasi untuk melakukan penjualan atau pemesanan ORI di Pasar Perdana. Calon investor harus melakukan registrasi terlebih dahulu dan harus mempunyai SID (Single Investor Identification). SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan KSEI yang digunakan nasabah, pemodal, dan/atau pihak lain berdasarkan peraturan yang berlaku untuk melakukan kegiatan terkait Transaksi Efek. Setiap investor di Indonesia yang akan berinvestasi wajib mempunyai SID baik di investasi saham maupun di reksadana. SID bersifat tunggal jadi dapat digunakan untuk registrasi di tempat lain selain ORI020. Selanjutnya memiliki rekening surat berharga yaitu rekening untuk mencatat kepemilikan investasi ORI020. Rekening dana adalah rekening untuk menampung kupon yang didapat setiap bulan atau ketika jatuh tempo. Rekening dana boleh menggunakan rekening tabungan,rekening giro, atau RDN (rekening dana nasabah). Cara registrasi ORI020 cukup sederhana yaitu calon investor tinggal mendatangi cabang bank yang menjadi Mitra Distribusi ORI020. Proses regitrasi mulai dari pembuatan SID sampai pembukaan rekening akan dibantu oleh Mitra distribusi tersebut, hal ini juga berlaku di perusahaan efek atau di perusahaan fintech.
Sesudah melakukan registrasi, investor tinggal melakukan pemesanan melalui aplikasi ISBN tersebut. Pemesanan ORI020 akan langsung terverifikasi pada sistem ISBN yang selanjutnya akan mengeluarkan kode billing yang merupakan kode tiket untuk pembayaran. Kode billing dibawa ke bank/pos persepsi untuk melakukan pembayaran. Kode billing yang telah dibayar dan telah tercatat di kas negara, investor akan menerima nomor NTPN. NTPN menjadi bukti sah bahwa investor telah memesan ORI dan sekaligus pada aplikasi ISBN akan mendapat notifikasi bahwa order telah completed order dan tinggal menunggu kepemilikan pada tanggal 27 Oktober. Kemudian investor akan mendapat konfirmasi kepemilikan yang berasal dari Sub-Registry. Subregistry atau bukti kepemilikan ORI020 dapat diperoleh dari Mitra Distribusi dimana investor melakukan registrasi ORI020. Mitra distribusi yang bekerjasama dengan pemerintah dalam pemasaran ORI ada 17 Bank, 4 perusahaan efek, dan 6 perusahaan fintech. Investor dapat memilih mitra distribusi sesuai kenyamanan masing-masing. Kanal Pembayaran SBN Ritel/ ORI020 dapat dilakukan di 89 bank/pos/lembaga persepsi dan jika melalui online dapat dilakukan di platform BukaLapak, Tokopedia, Finnet, dan pajakku.
Keuntungan Berinvestasi di ORI020
1. ORI020 dijamin aman karena instrumen investasi ini dijamin oleh undang-undang surat utang negara dan undang-undang APBN.
2. Kupon tetap sebesar 4,95% selamanya sampai jatuh tempo itu tetap dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
3. Pembelian ORI020 dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Selama sudah teregistrasi di ISBN maka dapat melakukan pemesanan dan dapat diakses di media apa saja yang terhubung ke internet selama masa penawaran dari tanggal 4 sampai tanggal 21 Oktober.
4. Terjangkau karena minimum pembelian Rp1.000.000 dan kelipatan 1 juta rupiah
5. Mendukung APBN. Dengan pembelian ORI020, masyarakat membantu pemerintah dalam pembangunan pembiayaan dan mendukung APBN.
ORI020 memahami setiap resiko dalam berinvestasi. Terdapat 3 risiko utama, yang pertama risiko gagal bayar yang paling ditakutkan oleh investor. ORI020 tidak memiliki risiko gagal bayar karena dijamin oleh pemerintah dan dijamin oleh undang-undang. Kemudian risiko pasar, adalah risiko ketika investor mau melakukan jual beli (men-tradingkan) ORI di pasar sekunder dan kebetulan harganya sedang turun. Risiko tersebut dapat dihindari jika investor ORI menahan untuk tidak menjual ORI-nya saat harganya turun di pasar sekunder. Dan yang ketiga risiko likuiditas, adalah risiko di mana ketika investor ingin menjual ORI namun melihat harganya sudah kurang menguntungkan. Solusinya adalah menjadikan ORI sebagai agunan, tetapi tingkat agunan tergantung dari kebijakan mitra distribusi masing-masing namun secara umum ORI dapat diagunkan atau dapat dijaminkan. Jika investor berinvestasi ORI020 sebanyak Rp100 juta, maka akan mendapatkan kupon bersih per bulan sebesar Rp 371.250,- .Pasar Perdana adalah pasar dimana kita membeli ORI di masa penawaran. Pasar Perdana adalah pasar di mana instrumen itu dijual atau dipasarkan pada masa penawaran. Pasar sekunder adalah pasar dimana kegiatan transaksi itu dilakukan setelah pasar perdana berakhir. Sebagai contoh untuk ORI020 Pasar Perdana dimulai dari tanggal 4 Oktober sampai 21 Oktober dan pasar sekunder dimana setelah masa penawaran berakhir misalnya muali dari tanggal 28 dan tanggal berikutnya. Perdagangan ORI di pasar sekunder sebagaimana instrumen obligasi lainnya pada umumnya dilakukan di luar bursa atau over the counter (OTC). Cara yang paling gampang dapat meminta bantuan mitra distribusi untuk menjual ORI di pasar sekunder. ORI015-ORI019 di pasar sekunder diperdagangkan pada harga at premium. Hal ini menunjukkan kupon ORI rata- rata lebih tinggi dari tingkat yield di pasar sekunder untuk tenor yang bersesuaian. Harga ORI akan kembali ke 100% ketika jatuh tempo. Referensi pergerakan harga ORI dapat dilihat pada website Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX), Indonesia Bonds Pricing Agency (IBPA) maupun di koran.
Tips-tips Cara Berinvestasi
Ketika kita ingin mulai berinvestasi maka terlebih dahulu kita melihat keadaan diri kita sendiri dan keluarga. Kira-kira berapa kebutuhan kita dan kewajiban-kewajiban apa saja yang perlu dipenuhi terlebih dahulu. Semua kebutuhan pokok kita harus terpenuhi terlebih dahulu. Trik-trik selanjutnya dalam berinvestasi kita wajib dan perlu punya dana darurat karena dana darurat adalah uang yang sewaktu-waktu kita butuhkan. Setiap dana tersebut, baik dana untuk kebutuhan pokok maupun dana darurat harus dapat kita atur dengan baik alokasi persentasinya dengan baik dan pemakaiannya juga harus diputuskan dengan bijak. Setelah dana darurat sudah teralokasi dengan baik dan kita masih memiliki uang untuk diinvestasikan, baru selanjutnya kita memikirkan instrumen investasi. Ada baiknya bagi kita yang baru belajar untuk berinvestasi untuk memilih instrumen investasi yang paling aman terlebih dahulu. Dalam hal ini ini ORI menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan instrumen investasi yang paling aman dan menguntungkan. Jika dirasa instrumen investasi yang hanya aman menguntungkan aja masih kurang menantang, maka silahkan mencoba investasi saham-saham yang cukup tinggi fluktuasi naik turun harganya. Jika dirasa masih kurang menantang lagi, maka kita bisa memilih investasi yang fluktuasinya lebih tinggi lagi, dimana naik turunnya bisa begitu signifikan, dan ada baiknya pilihan investasi tersebut diletakkan pada pilihan terakhir. ORI020 sebagai salah satu investasi “Mengawal APBN, Indonesia Maju” aman, nyaman dan tidak kalah menguntungkan jika dibandingkan dengan pilihan investasi lainnya.
Tanya Jawab
1. Jika pemilik ORI020 meninggal dunia sebelum jatuh tempo, bagaimana status kepemilikan ORI?
Tanggapan : Jika investor meninggal dunia, maka ORI akan dialihkan kepada ahli waris yang sah yang ditunjuk oleh pengadilan. Ahli waris dapat mengurus ke Bank atau ke Mitra Distribusi ORI untuk mengurus pemindahan kepemilikan ORI. Prosedur tersebut juga mirip dengan yang terjadi pada tabungan/deposito.
2. Jika kita investasi di Deposito Bank dapat dihentikan (stop) pada rentang 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau seterusnya. Untuk ORI rentang waktu stopnya bagaimana?
Tanggapan : ORI memiliki masa jatuh tempo (tenor) 3 tahun yaitu tanggal 15 Oktober 2024, artinya akan stop jatuh tempo dan uangnya diberikan pada tanggal 15 Oktober 2024. Tetapi jika dalam waktu satu tahun investor ingin menjual ORI-nya maka dapat dijual di Pasar Sekunder sebelum jatuh tempo tersebut.
3. Apakah naik turun IHSG mempengaruhi pembelian ORI020?
Tanggapan: Kalau di Pasar perdana tidak mempengaruhi, keadaan ekonomi, keadaan market dan IHSG seperti apapun tidak akan mempengaruhi besaran kupon ORI020 yang 4,95% dan harganya 100. Maksud harganya 100 adalah misalnya jika investor ingin membeli sebesar 1 juta, maka yang didapat juga tetap 1 juta rupiah. Sedangkan jika di Pasar Sekunder, IHSG sedikit banyak mempengaruhi. Selain IHSG, tingkat suku bunga Bank Indonesia, harga obligasi negara yang bersesuaian juga mempengaruhi di pasar sekunder.
4. Salah satu keamanan ORI adalah dijamin oleh negara selama negara berdiri. Apakah jika kondisi berubah yang dihadapi negara seperti keadaan darurat atau krisis, apakah ada kemungkinan terdapat kebijakan dari pemerintah yang bisa menyebabkan tidak terbayarnya kupon?
Tanggapan : Walaupun keadaan perekonomian Indonesia yang tidak normal sepeti sekarang karena keadaan pandemi, kupon ORI akan tetap aman karena ORI dijamin oleh 2 UU, yaitu Undang-Undang Surat Utang Negara yang mengatakan bahwa pemerintah wajib membayar pokok dan kupon daripada obligasi negara itu sendiri. Dan yang kedua UU APBN yang menyatakan bahwa pemerintah dalam APBN wajib menyediakan dana untuk kewajiban pemerintah termasuk pembayaran kupon dan bunga daripada kewajiban pemerintah. Jadi selama masih ada APBN, undang-undang, negara masih berdiri, dan negara masih punya uang, pembayaran untuk kupon dan pokok ORI masih terjamin aman.
5. Dari pertama penerbitan ORI, kupon yang ditawarkan cukup besar, namun semakin keluarnya versi terbaru ORI dari tahun ke tahun, besaran kupon semakin turun sampai “Mengawal APBN, Indonesia Maju” yang terakhir ini 4,95%. Jadi semenarik apa ORI untuk saat ini dibandingkan investasi lain dijadikan salah satu pilihan investasi yang menguntungkan bagi masyarakat?
Tanggapan : ORI pertama keluar dengan kupon 11.05% dan semakin lama semakin turun hingga sekarang 4,95%. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara menentukan imbah hasil (kupon) ORI, yaitu antara lain suku bunga acuan, melihat parameter investasi di Indonesia salah satunya BI rate atau suku bunga Bank Indonesia, kemudian melihat level investasi di tempat yang lain, lalu melihat berapa LPS rate. Kemudian dapat melihat imbah hasil dari obligasi negara lain yang jatuh temponya 3 tahun. Saat ini LPS rate tidak lebih dari 3,5 %, yang artinya ketika berinvestasi di deposito, maka bunganya tidak boleh lebih dari LPS rate. Jika lebih dari LPS rate maka uang yang diinvestasikan tidak dijamin aman dan bisa hilang sewaktuwaktu. Maksimal jumlah uang yang dijamin oleh LPS rate adalah sebesar 2 Miliar rupiah per bank. ORI020 memiliki kupon 4,95%, lebih besar dibanding investasi lain yang dijamin oleh LPS. Selain dari segi kupon, pajak ORI020 hanya dipotong sebesar 10% berbeda dengan deposito pajaknya lebih besar yaitu 20%. Jadi ORI020 dapat dikatakan lebih menguntungkan dibanding investasi ‘aman’ lainnya. Namun kembali lagi ke pilihan investor masing-masing, jika dirasa menemukan instrumen investasi lain yang lebih menguntungkan. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Jika persen bunga investasi lain lebih besar maka ada kemungkinan resikonya juga lebih besar.
6. Pasar Sekunder dimulai sejak kapan? Jika membeli ORI di Bank bagaimana cara memperdagangkannya di pasar sekunder?
Tanggapan: ORI dapat diperjual belikan di pasar sekunder setelah tanggal setelmen yaitu tanggal 27 Oktober. ORI020 memiliki masa holding period, meskipun kredibel namun tidak boleh diperjualbelikan dulu sampai tanggal 15 Desember 2021. Ada berbagai cara untuk menjual ORI, jika sudah terbiasa bertransaksi di pasar sekunder investor dapat mencari sekuritas atau bank mana yang kira-kira dapat membeli dengan harga yang tinggi di pasar sekunder. Yang paling mudah dapat mengembalikan ORI tersebut ke bank tempat ORI dibeli untuk dijualkan di pasar sekunder. Harga ORI dapat dinegosiasi di pasar sekunder.
7. Apakah ORI dapat dijadikan sebagai jaminan/kolateral? Apakah pemerintah bisa menutup tanggal penawaran lebih awal atau memperpanjang batas waktu pemesanan ORI?
Tanggapan : ORI secara strukturnya dapat dijaminkan atau dijadikan kolateral tetapi tergantung kepada mitra distribusi. Jadi jika ingin dijaminkan disarankan membeli di mitra yang memiliki fasilitas kolateral. Hampir semua mitra seperti perbankan atau sekuritas bisa dijaminkan. “Mengawal APBN, Indonesia Maju” Secara aturan pemerintah dapat memperpendek atau memperpanjang masa penawaran, tetapi jika ORI020 stoknya habis sebelum selesai masa penawaran, penawaran tidak akan ditutup namun tidak akan dijual lagi ORI-nya.
Dengan dilaksanakannya Sosialisasi ORI020 dan Cara Berinvestasi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih detil untuk memperkenalkan ORI020 kepada masyarakat luas. Selain itu, masyarakat juga dapat mengetahui dengan membeli ORI020 sebagai instrumen investasi keluaran pemerintah yang memberikan rasa aman, mudah, dan menguntungkan juga dapat menjadi salah kontribusi masyarakat untuk membantu pembiayaan APBN dan memajukan kembali pembangunan Indonesia pasca pandemi COVID-19. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat yang masih awam tentang investasi bahwa untuk memulai berinvestasi, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan salah satunya menghitung dengan bijak setiap alokasi kebutuhan pokok, dana darurat, maupun untuk investasi itu sendiri. Semoga acara ini dapat memberi manfaat bukan hanya bagi pegawai kementerian keuangan namun juga masyarakat secara umum.













