Tarakan, 23 Juli 2026 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan anggaran serta mendukung percepatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah, KPPN Tarakan menyelenggarakan kegiatan Coffee Talk Refreshment IKPA dengan tema "Optimalisasi Pengelolaan Uang Persediaan (UP)/Tambahan Uang Persediaan (TUP) Menggunakan Cash Management System (CMS)". Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 bertempat di Aula KPPN Tarakan tersebut dihadiri oleh para pejabat dan pengelola keuangan dari satuan kerja mitra KPPN Tarakan. Forum ini menjadi salah satu bentuk pendampingan dan pembinaan yang secara konsisten diberikan KPPN Tarakan kepada satuan kerja guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara, sekaligus memperkuat implementasi transformasi digital dalam proses pelaksanaan anggaran. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KPPN Tarakan, Ibu Lely Yalestiarini, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi informasi, khususnya melalui Cash Management System (CMS), merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang semakin efektif, efisien, akuntabel, dan transparan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker (PDMS) KPPN Tarakan. Materi diawali dengan penyampaian ketentuan terbaru mengenai pengelolaan Uang Persediaan (UP) dan Tambahan Uang Persediaan (TUP), dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemanfaatan Cash Management System (CMS) sebagai sarana transaksi keuangan pemerintah yang mampu mendukung pelaksanaan pembayaran secara cepat, aman, terdokumentasi, dan real time. Dalam sesi tersebut juga dipaparkan hasil monitoring capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), khususnya indikator yang berkaitan dengan pengelolaan UP/TUP, serta monitoring penggunaan CMS oleh satuan kerja mitra di wilayah kerja KPPN Tarakan. Berdasarkan hasil monitoring, penggunaan CMS masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan sehingga diperlukan komitmen bersama dalam mengoptimalkan transaksi non-tunai, meminimalisasi penarikan uang tunai, serta memanfaatkan fasilitas CMS dalam pembayaran kepada pihak ketiga maupun penyaluran LS Bendahara kepada penerima. Selain penyampaian materi, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi diskusi interaktif untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam implementasi CMS, sekaligus memperoleh solusi dan pendampingan langsung dari narasumber.
Melalui penyelenggaraan Coffee Talk Refreshment IKPA ini, KPPN Tarakan berharap terjalin komunikasi dan kolaborasi yang semakin erat dengan seluruh satuan kerja mitra dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang lebih berkualitas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi dan sosialisasi kebijakan, tetapi juga menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik baik dalam implementasi pengelolaan UP/TUP. Dengan meningkatnya pemanfaatan Cash Management System (CMS), diharapkan proses pelaksanaan anggaran dapat berjalan semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendukung peningkatan capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA). Ke depan, KPPN Tarakan akan terus berkomitmen memberikan pembinaan, pendampingan, dan layanan terbaik kepada seluruh satuan kerja mitra sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pengelolaan APBN yang profesional, modern, dan berintegritas.

