Banda Aceh, 14 Desember 2017 – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf hari ini, Kamis, 14 Desember 2017, menyerahkan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada Bupati/Walikota dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 kepada para Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja.
Alokasi APBN di wilayah Aceh seluruhnya sebesar Rp48,6 triliun yang terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp13,7 triliun dan alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp34,8 triliun.
Gubernur juga menyerahkan buku kisah sukses pengelolaan dana desa di Aceh agar menjadi inspirasi bagi Kepala Daerah dalam pemanfaatan dana desa untuk mewujudkan kemandirian masyarakat di segala sektor. Gubernur berharap perencanaan dan penggunaan anggaran dilaksanakan secara transparan dan akuntabel serta fokus pada kegiatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh. Jumlah anggaran yang sangat besar tersebut harus dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat Aceh. Oleh karena itu, Gubernur Aceh mengingatkan kepada para jajarannya dan kepala daerah untuk memperbaiki kualitas anggaran dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan sebelumnya.
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Aceh, Zaid Burhan Ibrahim dalam laporan kepada Gubernur menyampaikan bahwa pengelolaan Dana Desa harus serius sehingga dapat dirasakan langsung dan lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa. Alokasi dana desa dimaksudkan untuk pengentasan kemiskinan dengan memperhatikan pemerataan dan keadilan. Partisipasi aktif semua pihak untuk Sadar APBN dan mengawal APBN sangat penting untuk menjaga APBN digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat di Aceh.
APBN 2018 masih dibayangi oleh kondisi ekonomi global yang masih lesu. Zaid berharap Kepala Daerah dapat berperan dalam membantu upaya pemerintah pusat mempertahankan kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang kondusif. Perbaikan iklim investasi dunia usaha melalui kemudahan birokrasi perizinan diharapkan dapat menjadi stimulus dalam penciptaan lapangan kerja dan startup atau bisnis yang baru dirintis oleh para kaum muda generasi milenial yang mulai bermunculan di era digital saat ini. (htp)

