Takengon, 10 - 13 Juli 2018 – Menenuhi Surat Direktur SMI Nomor S-5139/PB.4/2018 hal pelaksanaan monitoring PLTA Peusangan tentang permintaan nama Pejabat/Pegawai untuk pelaksanaan on site visit proyek-proyek Penerusan Pinjaman PT PLN (Persero), Bidang PPA II ikut terlibat dalam on site monitoring ke Proyek PLTA Peusangan pada tanggal 10 s.d 13 Juli 2018 di di Takengon.
![]() |
Adapun tujuan kegiatan on-site visit monitoring tersebut untuk identifikasi kendala serta hambatan yang dihadapi serta untuk melihat secara langsung progress penyelesaian pekerjaan PLTA Peusangan. Proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 dibiayai oleh Loan JICA IP-538 dan pendampingan dari APLN. Nilai kontrak awal proyek ini sebesar 26,016 juta JPY atau setara 3,38 Triliun rupiah. Namun akibat gempa bumi dengan kekuatan 6.1 SR pada tahun 2013, pihak kontraktor memerlukan tambahan biaya sebesar 13,941 juta JPY atau setara 1,6 triliun rupiah. Proyek Pembangunan Pembangkin Listrik Peusangan I dan II bertujuan untuk menyediakan supply energi listrik sebesar 86,4 MW atau dapat menerangi sekitar 113.000 rumah (asumsi 900 VA/rumah) dan diharapkan dapat memproduksi hingga 327,2 GWh per tahun. PLTA Peusangan I dan II berlokasi di Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Tengah dan melintasi Kabupaten Bener Meriah serta Kabupaten Bireuen pada konstruksi Transmission Line, dengan luas area proyek pembangkit sebesar ± 285 Hektar. |
|
Pembangunan PLTA Peusangan (87 MW) dimulai sejak tahun 2011 sampai dengan 2021.Total realisasi penarikan loan sampai dengan April 2018 telah mencapai 20,24 juta JPY atau setara 2,6 Triliun rupiah dengan progres proyek sampai dengan Juni 2018 mencapai 63,64 persen.
|
|
|
Pemaparan dari Manager Proyek PLTA Peusangan diperoleh informasi masih sedikit kendala dalam pembebasan lahan untuk konstruksi Transmision Line (T/L) koneksi antara Gardu Induk Takengon dengan Gardu Induk di Bireuen. Namun demikian, kontraktor pembangunan Transmission Line optimis bahwa pembebasan lahan akan berhasil pada waktunya sehingga tidak akan mengganggu penyelesaian proyek. Regional Manager PLN Sumatera, Bpk Toni Bellami, memaparkan adanya potensi permasalahan dengan kontraktor Lot I Civil Works dimana progres pekerjaan untuk Lot I baru mencapai 42,27 persen. Menurut Hyundai selaku konsultan pekerjaan Lot I – Civil Works, PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku kontraktor mengalami permasalahan dalam mengejar progres yang ditetapkan akibat minimnya sumberdaya manusia lokal yang dipekerjakan dalam penyelesaian Lot I. Adanya kewajiban untuk merekrut tenaga kerja lokal (domestik) menjadi kendala bagi Kontraktor untuk mencapai target progress yang ditetapkan oleh Manajer Operasi PLTA Peusangan. |
![]() |
| Kegiatan Monitoring Penerusan Pinjaman terhadap proyek PLTA Peusangan yang dibiayai Progres pembangunan PLTA Peusangan I dan II telah mencapai 63,64 persen sampai dengan Juni 2018. Realisasi penarikan pinjaman loan yang bersumber dari JICA IP-538 telah mencapai 20,24 juta JPY atau sebesar 2,6 Triliun rupiah. Proyek Pembangunan PLTA Peusangan I dan II membutuhkan tambahan loan sebesar 13,941 juta JPY atau sebesar 1,6 Triliun rupiah yang disebabkan oleh gempa bumi pada tahun 2013 dan adanya faktor-faktor lain yang tidak diperkirakan sebelumnya oleh pihak konsultan maupun kontraktor pelaksana kegiatan. Sehingga kebutuhan dana untuk proyek PLTA Peuasangan yang dibiayai dari JICA IP-538 diperkirakan sebesar 39,957 juta JPY atau setara 4,98 Triliun rupiah. (MP) | ![]() |




