Banda Aceh, 1 April 2019. Kepuasan pelanggan merupakan tujuan akhir setiap unit layanan. Bukan hanya memberikan layanan sesuai ketentuan perundang-undangan, tapi juga service excellent yakni layanan yang cepat, penuh keramahan dan memenuhi harapan pengguna layanan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh Zaid Burhan Ibrahim. ”Untuk terus meningkatkan kualitas layanan pada satker, hari ini kita berkumpul disini untuk sharing session layanan yang disampaikan oleh Bank Mandiri,” ungkapnya dalam sambutan. Pengalaman yang akan disampaikan oleh narasumber, lanjut zaid, akan menambah wawasan sekaligus kualitas layanan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh. ”Pada akhirnya, melayanilah sepenuh hati. Agar layanan kita akan semakin baik dan mampu memenuhi harapan pengguna layanan,”pungkasnya.
Acara yang dihelat pada Senin (1/4) tersebut, menjadi aktivitas berkala yang dilaksanakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh. Dengan menghadirkan Hilwasi dari Bank Mandiri Aceh, kegiatan tersebut diharapankan mampu meningkatkan kompetensi pegawai dan petugas yang berhubungan langsung dengan stakeholder, sehingga dapat memberikan pelayanan secara prima.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu sarana peningkatan kompetensi pegawai yang dilaksanakan secara terus menerus agar trust pengguna layanan dapat terjaga dengan baik. Selain itu, dalam kegiatan tersebut tidak lupa diingatkan pada seluruh peserta tentang pentingnya menjaga integritas dan menolak segala bentuk korupsi maupun gratifikasi.
Kegiatan yang dihelat di aula Gedung Keuangan Negara Banda Aceh tersebut berjalan dengan meriah. Sebanyak 19 peserta yang terdiri dari Customer Service Officer, petugas Front Office, driver dan security pada KPPN Banda Aceh dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, nampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tak lupa diberikan hadiah untuk peserta terbaik. semoga sharing session service excellent yang disampaikan dapat semakin meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh stakeholders di Aceh. (CH)

