
Yogyakarta, 29 Juli 2024 - Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali hadir ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan manfaat APBN. Kali ini, acara yang bertajuk Treasury Goes to School mendatangi SMAN 1 Depok di Sleman pada Senin (29/7/2024).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJPb DIY, Agung Yulianta yang didampingi Kepala Bagian Umum Kanwil DJPb DIY, Pratanto beserta Kepala SMAN 1 Depok, Basuki Jaka Purnama. Dalam sambutannya, Agung Yulianta mengatakan kehadiran DJPb di SMAN 1 Depok untuk memperkenalkan manfaat APBN kepada para calon penerus bangsa.
"Senang sekali kami dari Kanwil DJPb DIY bertemu dengan adik-adik semua yang range usianya antara 16-18 tahun. Pada 21 tahun lagi, adik-adik semua akan berusia 37-39 tahun yang berbarengan dengan momentum Indonesia Emas 2045. Jadi nanti yang membawa semangat Indonesia Emas adalah adik-adik semua, para calon penerus bangsa," kata Agung Yulianta.
Agung pun menjelaskan tentang peran APBN dalam kehidupan sehari-hari sekolah dan para pelajar. Kepala Kanwil DJPb DIY mengibaratkan pengelolaan uang negara seperti uang yang dikelola oleh keluarga sebagai komunitas terkecil di masyarakat.
"Mengelola uang negara itu seperti mengelola uang rumah tangga, misal pendapatan dari gaji bapak dan ibu, dari usaha dari bapak dan ibu. Pengeluaran untuk makan minum, pendidikan, kesehatan, dan kalau kurang bisa pinjam ke bank untuk bikin rumah. Dan seperti angan-angan Bapak Kepala Sekolah yang ingin sekolahnya menjadi bagus dan program belajar bagus supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman sehingga muncul lulusan unggul yang mampu menang bersaing memperoleh posisi penting di negeri ini. Seperti itu lah APBN hadir di kehidupan sehari-hari kita," ujar Agung.
Agung juga menegaskan nilai integritas merupakan unsur pertama dan utama yang perlu dipedomani para pengelola keuangan negara. Menurutnya, nilai itu sejalan dengan visi utama SMAN 1 Depok yaitu berakhlak mulia.
"Bayangkan APBN itu sebesar Rp3.300 triliun dan APBN untuk DIY itu sebesar Rp25 triliun yang jadi jembatan, jalan, pertanian, subsidi bantuan sosial, dan ternyata 20%-nya untuk pendidikan di Yogyakarta yang mendukung adik-adik. Coba bayangkan kalau pengelola keuangan tidak berintegritas," tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Depok, Basuki Jaka Purnama mengapresiasi kegiatan Treasury Goes to School yang digelar Kanwil DJPb DIY. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran nyata tentang implementasi keuangan negara yakni APBN dalam kehidupan sehari-hari di bidang pendidikan.
"Ini momentum istimewa karena bisa memberikan gambaran implementasi nyata APBN di bidang pendidikan melalui acara yang dikemas menarik seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Terima kasih kepada Pak Agung dan jajaran yang berkenan hadir memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kepada anak-anak," kata Jaka.
Sebelum memasuki materi utama, para siswa diajak melakukan kuis yang interaktif dan menarik terkait APBN dan keseharian di SMAN 1 Depok. Sesi ini berlangsung meriah serta ceria karena peserta secara aktif menjawab pertanyaan.
Selanjutnya, Analis Perbendaharaan Negara Ahli Muda Kanwil DJPb DIY, Tri Angga Sigit memberikan materi pengenalan tentang APBN kepada peserta dengan penjelasan yang menarik dan mudah dicerna serta memberikan contoh implementasi APBN yang berdekatan dengan keseharian mereka. Treasury Goes to School kali ini kembali ditutup dengan gelaran kuis serta foto bersama antara peserta, jajaran SMAN 1 Depok, dan jajaran Kanwil DJPb DIY.









