
Barabai – KPPN Barabai melaksanakan kegiatan pendampingan penggunaan Cash Management System (CMS) pada Kamis (16/4) dengan mengundang 13 satuan kerja yang masih mengalami kendala dalam implementasinya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan optimalisasi layanan perbankan dalam mendukung pengelolaan keuangan negara secara digital.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas hasil monitoring dan evaluasi yang menunjukkan masih adanya rekening pengelolaan (RPL) aktif yang belum digunakan untuk transaksi melalui CMS. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar pemanfaatan sistem yang telah tersedia dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan implementasinya.
Dalam kegiatan tersebut, KPPN Barabai melakukan identifikasi menyeluruh terhadap kendala yang dihadapi oleh masing-masing satuan kerja. Permasalahan yang muncul cukup beragam, mulai dari kendala teknis seperti gangguan sistem perbankan, kesalahan konfigurasi, hingga proses aktivasi CMS yang belum selesai. Selain itu, terdapat pula kendala dalam proses verifikasi yang masih menunggu tindak lanjut dari pihak bank.
Dari sisi administratif, beberapa satuan kerja mengalami hambatan akibat ketidaksesuaian data pada saat pendaftaran, seperti kesalahan nomor telepon atau data identitas lainnya. Selain itu, adanya pergantian pejabat pengelola keuangan di beberapa satuan kerja turut memengaruhi kelancaran penggunaan CMS, karena memerlukan penyesuaian data serta penunjukan ulang sysadmin.
Faktor operasional juga menjadi salah satu penyebab belum optimalnya penggunaan CMS. Beberapa satuan kerja belum dapat melakukan transaksi karena keterbatasan dana operasional pada Uang Persediaan (UP), sehingga aktivitas transaksi belum berjalan. Di sisi lain, masih terdapat satuan kerja yang menjalankan proses transaksi secara manual meskipun fasilitas CMS telah tersedia.
Melalui kegiatan pendampingan ini, KPPN Barabai memberikan penjelasan kembali terkait prosedur penggunaan CMS serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Pendampingan dilakukan secara langsung dan bersifat interaktif, sehingga setiap permasalahan dapat dibahas secara spesifik dan dicarikan solusi yang sesuai.
Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi dengan pihak perbankan. Beberapa kendala yang memerlukan penanganan lebih lanjut langsung dikoordinasikan guna mempercepat proses penyelesaian, khususnya terkait aktivasi layanan dan perbaikan sistem.
KPPN Barabai menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada satuan kerja dalam rangka optimalisasi penggunaan CMS. Pemanfaatan CMS secara optimal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan transaksi, meminimalkan kesalahan, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Ke depan, KPPN Barabai akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan penggunaan CMS pada satuan kerja. Diharapkan, seluruh satuan kerja yang masih mengalami kendala dapat segera menyelesaikan permasalahan yang ada dan mulai memanfaatkan CMS secara aktif dalam pelaksanaan transaksi keuangan negara.


