FGD Akuntansi Pelaporan Keuangan dan Monev Pelaksanaan Anggaran diselenggarakan pada Senin, 10 Juni 2024 pukul 09.00 s.d 12.00 secara langsung di Aula KPPN Klaten dengan peserta pengelola keuangan 14 satker Madrasah. Acara dibuka oleh Ragil Panca Komalasari sebagai pembawa acara yang sebelumnya telah menayangkan video pesan antigratifikasi/antikorupsi dari KPK. Selanjutnya disampaikan sambutan sekaligus press rilis Kinerja APBN per-31 Mei 2024 oleh Kepala KPPN Klaten, FGD Akuntasi Pelaporan Keuangan dipandu Ibu Prima Rahmita dan Ibu Rana Winarsih dan FGD Monev Pelaksanaan Anggaran yang dipandu Ibu Ismiyati, Ibu Isrini dan Ibu Ragil Panca Komalasari.
KPPN melaksanakan advisory pengelolaan anggaran satuan kerja pemerintah pusat dari sisi perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban yang meliputi standardisasi Quality Assurance, layanan pengguna, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi merupakan langkah yang dilakukan KPPN Klaten untuk memastikan pelaksanaan anggaran pada satker dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengidentifikasi isu dan tantangan yang dihadapi oleh satker dari sisi proses bisnis, teknologi informasi, dan sumber daya manusia yang berperan sebagai pengelola keuangan.
Focus Group Discussion (FGD) Akuntansi Pelaporan Keuangan.
FGD berupa asistensi proses penyusunan Laporan Keuangan dengan monitoring dan evaluasi berdasarkan Peraturan Jenderal Perbendaharaan Nomor Per8/PB/2023 tentang Tata Cara Monitoring Data Laporan Keuangan, Rekonsilasi dan Penyampaian Laporan Keuangan Pada Kementerian Negara/Lembaga serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.05/2013 tentang Kedudukan dan Tanggung Jawab Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola APBN.
Dalam hal asistensi Laporan Keuangan tingkat UAKPA, KPPN Klaten berupaya memberikan pemahaman terkait ketepatan pencatatan transaksi keuangan, transaksi persediaan, serta transaksi BMN. Upaya ini dilakukan dalam rangka meminimalisir kesalahan/kekeliruan data pos-pos laporan keuangan, serta meningkatkan kualitas Laporan Keuangan dengan memaksimalkan pengungkapan-pengungkapan pada Catatan Atas Laporan Keuangan.
Karena pelaksaan asistensi berkaitan dengan pencatatan data transaksi periode April 2024 dan transaksi Mei 2024 yang mana periode tersebut adalah langkah awal Ditjen Perbendaharaan menyelenggarakan rekonsliasi secara lengkap untuk semua modul, maka asistensi laporan keuangan berfokus pada data transaksi yang perlu dilakukan tindak lanjut penyelesaian serta transaksi yang belum sempat dilakukan pencatatan.
Pada tahun 2024 dalam hal pelaksanaan Laporan PertanggungJawaban Bendahara yang disampaikan oleh satuan kerja, terpantau masih ada yang memerlukan pendampingan intensif. Hal tersebut lantaran di tahun 2024, penyampaian LPJ mengoptimalkan SAKTI sebagai tools dalam penyampaian LPJ ke KPPN, yang mengakibatkan dalam implementasinya satuan kerja mengalami kendala dalam mengoperasikan SAKTI sebagai pengganti aplikasi SPRINT. Untuk itu dalam kesempatan ini, Ibu Ratna Winarsih memberikan pendampingan teknis terkait kendala dan cara penggunaan aplikasi SAKTI kepada satuan kerja yang hadir.
Selain itu disampaikan pula terkait dasar tugas bendahara dimana bendahara perlu memastikan keberadaan fisik kas, keberadaan rekening bendahara, serta hasil pemeriksaan kas. Hal tersebut disampaikan kembali, selain sebagai tugas dari pengelola keuangan di satuan kerja pemeriksaan kas secara berjenjang juga dapat meminimalisir temuan BPK.

FGD Monev Pelaksanaan Anggaran
Pembahasan FGD Monev Pelaksanaan Anggaran meliputi Evaluasi sertifikasi pejabat perbendaharaan, Monitoring sertifikat digital Signature BSSN, Monitoring digitalisasi pengelolaan keuangan, IKPA Triwulan II, dan Halaman III DIPA.
Monitoring dan Evaluasi Halaman III DIPA
Satker telah melakukan pemutakhiran data RPD bulan April dan Mei 2024. Kinerja RPD bulan April/Halaman III DIPA April mendapatkan hasil maksimal 100. Pada bulan Mei satker yang sudah melakukan revisi Halam III DIPA tetapi tidak mendapatkan nilai maksimal karena adanya rencana yang tidak bisa direalisasikan dan tidak melakukan pemutakhiran data lagi pada tanggal 3 Juni 2024.
Diskusi:
MTsN 2 Boyolali: Kendala dalam hal revisi ialah SDM. Untuk itu, MTsN 2 bersinergi dengan madrasah lain yang dapat mensuport. Pemateri: Mengerjakan secara berkelompok akan lebih efektif bagi satker yang memiliki karakteristik tugas yang sama. Oleh karena itu mohon kesediaan satker madrasah yang sudah kompeten dapat menjadi guru bagi satker lain.
Monitoring dan Evaluasi Penyerapan Anggaran
Terdapat 4 (empat) satker peserta FGD yang telah mencapai target triwulan penyerapan anggaran. Selanjutnya satker agar memonitor penyerapan anggaran dan dilaksanakan berdasarkan RPD bulanan. Pada sesi ini disampaikan data per satker untuk menjadi perhatian pencairan dana yang harus dipenuhi sampai dengan akhir bulan Juni 2024. Seluruh satker optimis bisa melakukan pencairan dana sesuai RPD Juni 2024.
Diskusi:
MTsN 13 Boyolali: Bulan Juni, ada rencana yang tidak bisa dilaksanakan yaitu sertifikasi tanah (belanja barang) karena proses administrasi belum selesai dan diperkirakan sampai akhir tahun belum selesai prosesnya. Bagaimana solusinya? Pemateri: Satker dapat mengganti dengan belanja barang lain yang tidak terikat misalnya belanja ATK untuk dibelanjakan Bulan Juni. Selanjutnya belanja administrasi sertifikasi tanah bisa direvisi ke belanja lain sesama 523.
Monitoring dan Evaluasi Digitalisasi Pembayaran
Seluruh satker peserta belum mengimplementasikan KKP/KKPD (bukan kategori satker wajib). Seluruh satker juga belum transaksi menggunakan digipay satu meskipun telah dilakukan bimtek sampai dengan perekaman vendor dan user pejabat satker. Selanjutnya, hasil monitoring menunjukkan sebagian peserta belum menggunakan CMS.
Terdapat 7 Satker Madrasah Belum Menggunakan CMS s.d.Triwulan I Tahun 2024. Dihimbau agar peserta dapat segera mengimplementasikan cms karena telah dilakukan bimtek pendampingan dari BRI.
Diskusi:
MTsN 7 Klaten: KPA satker belum menerima sms notifikasi sistem dari BRI dan sudah dikoordinasikan dengan BRI Cabang Klaten tetapi belum ada tindak lanjut. Pemateri: KPPN akan bantu koordinasi dengan pihak perbankan.
Monitoring dan Evaluasi Pejabat Perbendaharaan
Dari 14 Satker peserta FGD terdapat 6 satker PPSPM Yang Belum Tersertifikasi, 1 satker PPK Yang Belum Tersertifikasi, 5 satker KPA merangkap PPK yang belum PNT. KPA yang merangkap PPK agar segera menyiapkan kader sebagai PPK dan mendorong untuk mengikuti pelatihan PPK. Tahap selanjutnya setelah PPK lulus mengikuti ujian pelatihan PPK ialah mengikuti konversi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi PPK atau PPK yang tersertifikasi (PNT).
Diskusi:
MTsN 4 Boyolali: Berdasarkan surat dari Kemenag Boyolali, PPK terdaftar mengikuti pelatihan PPK yang diselenggarakan BPPK. Bagaimana cara mendaftar di Semantik? Pemateri: Peserta mendaftar menggunakan user Digit, mengikuti pelatihan dan ujian. Ragil Panca Komalasari membantu satker membuatkan satker user digit.
Monitoring dan Evaluasi Sertifikat Digital Signature (DS) pada SAKTI
Terdapat 4 satker yang belum selesai proses Sertifikasi Digital Signature (DS) pada SAKTI.
Diskusi:
MTs N 6 Boyolali: Bagi satker yang bendahara pengeluaran dijabat dari satker lain apakah bendahara tersebut harus memiliki DS yang berbeda dengan DS satker asal? Pemateri: Kode DS atas nama satu bendahara bisa digunakan untuk dua satker yang dikelola.
Peserta mengapresiasi adanya forum diskusi terbatas yang hanya menghadirkan peserta yang sejenis untuk memudahkan diskusi dan saling bertukar informasi/pengalaman. Satker akan lebih meningkatkan komitmen dalam pencairan dana sesuai dengan RPD. Satker optimis dapat melakukan pencairan dana sesuai dengan RPD Juni 2024. Satker juga diminta agar tetap meningkatkan transaksi menggunakan digipay satu dan CMS, percepatan sertifikasi pejabat perbendaharaan, dan implementasi DS BSSN.
Penulis : Prima Rahmita, Ismiyati, Isrini dan Ragil Panca Komalasari
Editor : Sumadi























